alexametrics

Mudah Pahami IPA dengan Pembelajaran Berbasis Produk

Oleh : Kasilah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Alam memiliki karakteristik menumbuhkan keterampilan sains bagi siswa. Sistem pembelajaran seperti ini akan mengembangkan keterampilan dan merangsang siswa untuk aktif dan kreatif, terlebih di masa pandemi yang sudah berjalan lebih dari satu tahun ini.

Pendekatan keterampilan proses sains dalam pembelajaran, lebih banyak melibatkan siswa untuk bertindak lebih aktif, serta mengelola temuan yang diperoleh dari aspek-aspek keterampilan.

Guru memandu siswa dengan sebuah lembar kerja untuk menemukan fakta-fakta dan konsep dalam sebuah aktivitas pembelajaran yang dilakukan secara daring.

Khusus di kelas tinggi, di mana muatan pelajaran IPA mulai diperkenalkan, siswa mulai belajar tentang konsep-konsep dari yang sederhana, hingga yang rumit dan abstrak.

Hal ini akan lebih mudah dimengerti oleh siswa jika dilakukan dengan contoh-contoh konkrit yang dialami melalui praktik sendiri. Siswa akan menemukan konsep baru melalui kegiatan sains itu.

Di masa pandemi ini, di mana pembelajaran sepenuhnya dilaksanakan tanpa tatap muka, tujuan pembelajaran IPA bisa diperkuat dengan melakukan praktik secara langsung dengan tagihan produk yang terstruktur. Cara praktik pembelajaran ini akan menghasilkan pemahaman yang komprehensif bagi siswa.

Baca juga:  Mengembangkan Komunikasi Kepala Sekolah

Ada banyak materi IPA yang disajikan dengan menggunakan pola praktik berupa produk. Salah satu contoh materi IPA yang menggunakan pola praktik yaitu materi perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan.

Praktik pembelajaran ini, dapat dilakukan secara langsung di rumah, baik secara individu maupun kelompok. Proses mencangkok dapat dilakukan di kebun dekat rumah dengan panduan buku dan LK siswa yang telah diberikan sebelumnya dari sekolah. Panduan secara visual juga bisa diberikan guru melalui tayangan video.

Praktik langsung dengan menghasilkan produk, dapat meminimalisir kejenuhan siswa dalam sistem pembelajaran yang saat ini dilakukan. Bila sebelumnya siswa hanya fokus mengerjakan soal/tugas tertulis, praktik langsung bisa jadi membangkitkan semangat siswa dalam belajar di rumah karena tidak hanya disuguhi tugas-tugas tertulis yang cenderung membosankan.

Belajar dengan metode ini akan melibatkan siswa melakukan sesuatu (mengalami), interaksi, komunikasi dengan alam, anggota keluarga, dan guru.

Baca juga:  Media Realia Tingkatkan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Menulis

Setelah proses pembelajaran, mereka akan menghasilkan sesuatu, dalam hal ini adalah hasil cangkokan. Lalu melakukan refleksi bersama dengan siswa agar proses tersebut memiliki makna lebih. Penulis menerapkan praktik pembelajaran ini di sekolah tempat penulis mengajar, yaitu SDN 01 Banyumudal Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang.

Praktik mencangkok dapat dilakukan pada tumbuhan yang menghasilkan buah atau bunga berjenis dikotil (berkeping dua atau berkambium). Kegiatan ini dilakukan di rumah dengan panduan lembar kerja siswa yang di-share melalui WhatsApp atau platform lain sesuai jenis komunikasi yang disepakati.

Sistem belajar dari rumah (BDR) akan mempermudah siswa bersama kelompok atau anggota keluarganya memilih jenis tumbuhan yang akan dicangkok. Langkah selanjutnya setelah tanaman ditentukan adalah dengan menyayat kulit batang, membersihkan kambiumnya, menutup batang yang sudah mengelupas dengan tanah subur yang lembab, dan membungkusnya dengan plastik berlubang ataupun sabut kelapa. Terakhir, kedua ujungnya diikat. Mengasyikkan, bukan?

Baca juga:  Role Play Tingkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris

Produk cangkokan tersebut, disiram setiap hari dan ditunggu sampai batas waktu yang ditentukan sambil sambal siswa mengamati. Saat akar baru muncul, maka batang tersebut menjadi individu baru. Selanjutnya, hasil percobaan ini dilaporkan kepada guru, baik yang berhasil maupun yang kurang berhasil. Berdasarkan hasil percobaan tersebut, akan dilakukan refleksi oleh guru dan diberikan solusi.

Sistem belajar jarak jauh tanpa tatap muka dengan metode pembelajaran berbasis produk ternyata tidak membosankan karena melibatkan semua indera dan anggota gerak untuk dalam pelaksanaannya. Produk berupa individu baru bisa dikembangkan untuk ditanam di rumah, akan lebih produktif lagi jika dapat meningkatkan ekonomi keluarga ke depannya. Pembelajaran kecakapan hidup dengan dengan menghasilkan produk dengan penguatan keterampilan proses sains ini dapat menjadi salah satu solusi yang tepat diterapkan di masa pandemi ini. (pg2/ton)

Guru SDN 01 Banyumudal, Kec. Moga, Kab. Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya