alexametrics

Serunya Belajar Bilangan Negatif dengan Take and Give

Oleh : Dra Nirowati S.Pd

Artikel Lain

RADARAEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari struktur yang abstrak dan pola hubungan yang ada di dalamnya (Sri Subarinah, 2006:1). Prihandoko (2006:6) mengemukakan bahwa matematika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi.

Matematika juga suatu ilmu yang membutuhkan kecermatan dalam mempelajarinya sebagai sarana berpikir logis yang sistematis, logis, dan kritis dengan menggunakan bahasa matematika. Dengan matematika, ilmu pengetahuan lainnya dapat berkembang secara cepat karena dapat memasuki wilayah cabang ilmu lain dalam kehidupan manusia.

Rendahnya hasil belajar matematika di SD dipengaruhi beberapa faktor, yaitu materi yang sangat kompleks, tidak dapat perkalian, pembagian, penjumlahan atau pengurangan, sehingga minat belajar siswa terhadap matematika sangat rendah. Mata pelajaran matematika dianggap momok bagi siswa yang tidak memahami berhitung, guru belum menerapkan model pembelajaran yang inovatif, serta media pembelajaran kurang menarik.

Baca juga:  Menggali Ide Menulis Puisi dengan Metode Experiential Learning

Meskipun materinya mudah, jika siswa kurang berminat, maka hasil belajarnya rendah. Kondisi itu diperparah sebagian besar siswa malu dan takut bertanya kalau menghadapi soal yang sulit. Sebagai salah satu mata pelajaran yang menjadi syarat masuk SMPN melalui PPDB, setiap guru berupaya memperdalam materi tersebut agar hasil belajar memuaskan.

Karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI SDN Ngesrep 03 pada Kompetensi Dasar “Menjelaskan dan melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat negarif “ penulis menerapkan model pembelajaran Take and Give. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.

Model pembelajaran Take and Give ini adalah model pembelajaran yang mengajak siswa untuk saling berbagi mengenai materi yang akan dan sedang disampaikan oleh guru. Dengan kata lain, model ini melatih siswa terlihat secara aktif dalam menyampaikan materi yang mereka terima ke teman atau siswa yang lain secara berulang-ulang. Ruswanti Dede (2009:8), dalam proses pembelajarannya model pembelajaran Take and Give dibantu dengan menggunakan media pembelajaran berupa kartu yang berisi materi yang akan dipelajari.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Pecahan melalui Whatsapp Group

Adapun langkah-langkah model pembelajaran Take and Give adalah sebagai berikut, duru mempersiapkan kartu yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, tiap kartu berisi sub materi yang berbeda dengan kartu lainnya, siapkan kelas sebagaimana mestinya, guru menjelaskan materi sesuai dengan indikator pembelajaran, tiap siswa diberikan waktu untuk mempelajarinya, semua siswa disuruh berdiri mencari pasangan untuk saling memberi informasi, tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu, demikian seterusnya sampai tiap siswa dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing, evaluasi, dan terakhir penutup.

Dengan model ini, siswa sangat antusias dalam pembelajarannya. Mereka merasa bangga dapat membantu temannya yang kesulitan menghitung, siswa yang tidak mampu tidak malu bertanya karena dengan temannya sendiri, melatih siswa untuk berinteraksi secara baik, meningkatkan tanggung jawab siswa sebab masing-masing siswa dibebani pertanggungjawaban atas kartunya masing-masing. Siswa juga lebih cepat menguasai materi dan informasi karena mendapatkannya dari guru dan siswa lainnya, menghemat waktu dalam pemahaman dan penguasaan siswa akan informasi. Siswa merasa matematika tidak lagi menjadi pelajaran yang sangat menakutkan, karena temannya bisa menjadi gurunya sehingga lebih leluasa bertanya tentang apa yang menjadi kesulitannya. (ips2/ida)

Baca juga:  Cara Belajar yang Efektif

Guru SDN Ngesrep 03 Kota Semarang dan watiniro@gmail.com

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya