alexametrics

Strategi Reciprocal Teaching Latih Siswa Belajar Menjadi Guru

Oleh : Maesun S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEKOLAH merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki peran besar dalam pengembangan kemampuan akademik non-akademik dan bahkan moral para siswa yang berada di dalamya.

Strategi atau metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode yang efektif.

Penggunaan strategi atau metode mengajar harus dapat menciptakan terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dengan guru sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal.

Strategi/metode mengajar memiliki fungsi sentral dalam pembelajaran yaitu sebagai alat dan cara untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Ketika pelajaran tidak berhasil, guru harus segera membuat penyesuaian dari rencana awal. Hal ini tentu saja sulit bagi guru pemula karena mereka mungkin saja tidak punya pengalaman dalam mengenali situasi yang mengarah pada situasi yang buruk.

Baca juga:  Belajar Unggah-Ungguh Basa dengan Bernyanyi

Mereka juga mungkin kurang akan pengetahuan yang diperlukan untuk mengembangkan rencana yang diperlukan dalam situasi kelas tersebut. Sebelum pembelajaran masa pandemic, penulis adalah guru kelas 5 SDN Bojonglor juga mengalami hal yang serupa, sebab guru belum memberikan variasi-variasi pelajaran dan langkah pembelajaran.

Dewasa ini telah banyak berkembang strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk aktif belajar mandiri dan meningkatkan prestasi belajar, salah satunya adalah strategi pembelajaran terbalik (reciprocal teaching).

Menurut Palincsar dan Brown (1984) bahwa strategi pembelajaran terbalik adalah pendekatan konstruktivis yang didasarkan pada prinsip-prinsip membuat pertanyaan, mengajarkan keterampilan kognitif melalui pengajaran dan pemodelan oleh guru untuk meningkatkan keterampilan membaca pada siswa berkemampuan rendah. Strategi ini bisa diterapkan pada semua mata pelajaran.

Baca juga:  Siswa Mudah Berinteraksi dengan Lingkungan melalui Metode ASSURE

Strategi reciprocal teaching memiliki empat indikator pembelajaran, yaitu meringkas, bertanya, menjelaskan kembali, dan memprediksi. Melalui keempat indikator tersebut siswa dituntut untuk dapat berperan aktif dalam pembelajaran.

Menurut Palinscar dan Brown, langkah-langkah pembelajaran reciprocal teaching adalah sebagai berikut (Sardiyanti, 2010:19): Pada tahap awal pembelajaran, guru bertanggung jawab memimpin tanya jawab dan melaksanakan ke empat strategi pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) yaitu merangkum, menyusun pertanyaan, menjelaskan kembali dan memprediksi.

Guru menerangkan bagaimana cara merangkum, menyusun pertanyaan, menjelaskan kembali dan memprediksi setelah membaca. Selama membimbing siswa melakukan latihan menggunakan empat strategi pembelajaran berbalik (reciprocal teaching), guru meminta siswa dalam menyelesaikan apa yang diminta dari tugas yang diberikan berdasarkan tugas kepada siswa. Selanjutnya siswa belajar untuk memimpin tanya jawab dengan atau tanpa adanya guru. Guru bertindak sebagai fasilitator dengan memberikan penilaian berkenaan dengan penampilan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam tanya jawab ke tingkat yang lebih tinggi.

Baca juga:  Melatih Perkembangan Kognitif Anak melalui Dongeng

Dengan menerapkan strategi pembelajaran reciprocal teaching di kelas 5 SDN Bojonglor, siswa dapat menjadi lebih aktif dan mandiri dalam kegiatan belajar mengajar. Dengn model pembelajaran baru ini, belajar siswa tidak monoton, sehingga siswa dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal. (ct2/ida)

Guru SDN Bojonglor, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya