alexametrics

Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Meningkatkan Hasil Belajar Matematika

Oleh: Trimuah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang memberikan kontribusi positif untuk tercapainya masyarakat yang cerdas dan bermartabat melalui sikap kritis dan berpikir logis.

Pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Tuntang khususnya siswa kelas VIII tergolong rendah. prestasi belajar siswa masih di bawah KKM. Berdasarkan tes materi menggambar persamaan garis lurus, hasil pengamatan proses pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Tuntang menunjukkan bahwa pembelajaran masih berpusat pada guru.

Siswa juga beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan dan membosankan. Berdasarkan masalah tersebut, perlu dilakukan perbaikan yang terkait pada proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan dalam rangka perbaikan ialah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dalam materi persamaan garis lurus.

Model pembelajaran Make a Match atau mencari pasangan menurut Kunandar (2008) adalah Model Pembelajaran Kooperatif dengan cara mencari pasangan soal atau jawaban yang tepat dan siswa yang sudah menemukan pasangannya sebelum batas waktu akan diberi poin.

Baca juga:  Pembelajaran IPS Masa Kondisi Darurat Covid-19 dengan GCR

Model pembelajaran kooperatif tipe make a match ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keunggulan teknik ini adalah peserta didik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik

Kunandar (2008) menyebutkan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe make a match sebagai berikut: (1) guru menyiapkan kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, bagian depan berisi soal, sedangkan bagian belakang berisi jawaban; (2) setiap siswa mendapat satu kartu; tiap siswa memikirkan jawaban dan soal dari kartu yang dipegang; (3) setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya; (4) setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu, maka akan diberi hadiah atau poin; (5) setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya.

Baca juga:  Pembahasan Tugas melalui Vidio Converens Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Kelebihan dari model pembelajaran kooperatif tipe make a match yaitu, dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, baik secara kognitif maupun fisik; ada unsur permainan, metode ini menyenangkan; meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari; dapat meningkatkan motivasi belajar siswa; efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi; efektif melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu untuk belajar.

Pembelajaran ini mengacu pada hasil belajar menurut Kunandar (2008) dimana hasil belajar yang dimiliki siswa setelah ia menerima pembelajaran dari guru. Pemahaman yang dimiliki siswa dapat mengontrol nilai yang akan dicapai siswa, sehingga setiap siswa memiliki kepuasan terhadap kemampuan yang dimiliki dan nilai atau hasil belajar yang didapatnya.

Selanjutnya guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match yaitu dengan membagikan kartu-kartu soal kepada seluruh siswa, bagian depan adalah soal dan bagian belakang adalah jawaban milik teman.

Baca juga:  Alat Peraga Bangun Ruang Sisi Datar Meningkatkan Hasil Belajar

Siswa mengerjakan soal-soal di dalam kartu sampai batas waktu yang ditentukan, kemudian mencari pasangan jawaban dari kartu yang didapat. Hal ini bertujuan agar siswa mau berperan aktif dalam setiap pembelajaran, tidak pasif hanya duduk mendengarkan penjelasan guru.

Hasil setelah dilakukan penerapan make a match, siswa sudah mulai aktif mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, walaupun siswa masih ada yang bingung dengan langkah pembelajaran dengan kooperatif tipe make a match.

Berdasarkan pembahasan yang dideskripsikan pada artikel ini, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model cooperetive tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa Negeri 2 Tuntang. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari prestasi belajar siswa semua di atas KKM. (unw1/ton)

Guru Matematika SMP N egeri 2 Tuntang, Kec. Tuntang, Kab. Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya