alexametrics

Keseimbangan antara Ilmu Pengetahuan dan Akhlak Budi Pekerti

Oleh : Dra. Sri Rahayu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kata “akhlak mulia” berasal dari bahasa Arab, Akhlaqul Karimah yaitu akhlak artinya tingkah laku atau budi pekerti dan karimah yang berarti mulia.

Jadi Akhlaqul karimah ialah budi pekerti yang mulia. Secara luas akhlak mulia adalah budi pekerti mulia yang dicerminkan seseorang (Pendidikan Agama Islam: IV-2007 ).

Akhlak mulia merupakan salah satu nilai luhur. Nilai luhur perlu ditanamkan sejak dini dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai luhur juga merupakan alat solidaritas yang mendorong kita untuk bekerja sama dan mengarahkan kita untuk berpikir positif.

Nilai adalah suatu gagasan bersama-sama (kolektif) mengenai apa yang dianggap penting, baik, layak dan diinginkan, sekaligus mengenai yang dianggap tidak penting, tidak baik, tidak layak dan tidak diinginkan dalam hal kebudayaan.

Nilai merujuk kepada suatu hal yang dianggap penting pada kehidupan manusia, baik itu sebagai individu ataupun sebagai anggota masyarakat (Richard T. Schaefer dan Robert P. Lmm, 1998).

Baca juga:  Belajar Kemagnetan Menjadi Jelas dengan Video Pembelajaran Aplikasi DURecorder

Ilmu pengetahuan yang diimbangi dengan akhlak mulia membuat seseorang akan berpikir untuk melakukan hal yang bermanfaat dan lebih memilih untuk melakukan hal yang positif. Orang yang mengerti tentang akhlak mulia, jika terjadi perselisihan dia akan mengalah untuk menghindari sesuatu yang kurang bermanfaat.

Siapa tidak ingin hidupnya aman dan damai, apalagi jika aman dari perselisihan. Namun, sekarang jarang sekali orang yang ingin menghindari perselisihan. Tetapi kebanyakan orang langsung tersulut emosi, jika di perlakukan tidak baik.

Keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak mulia harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu telah menerapkannya, tentu orang yang kamu ajak berinteraksi akan merasa senang dan merasa dihormati olehmu.

Kamu akan mendapat banyak teman dan banyak orang yang akan senang dengan sikapmu. Jika kamu ingin dihormati orang lain, kamu harus menghormati orang lain terlebih dahulu.

Kurangnya pengarahan mengenai keseimbangan ilmu pengetahuan dan akhlak mulia terhadap generasi penerus bangsa, memunculkan banyak aksi yang menyimpang atau kurang bermanfaat yang dilakukan oleh generasi muda. Hal ini, menunjukkan kurangnya akhlak mulia.

Baca juga:  Belajar IPA lebih menarik dengan Kartu PIPA

Contoh, sekarang sudah sering terjadinya pengkorupsian oleh para pemimpin bangsa. orang yang mengkorupsikan uang milik rakyat adalah orang yang berilmu pengetahuan. Namun, tidak memiliki akhlak mulia. Karena dia tidak memiliki rasa simpati terhadap nasib rakyat. Jadi ilmu pengetahuan yang tidak di imbangi akhlak mulia tiada gunanya.

Karena hanya menyengsarakan dan merugikan rakyat. Oleh sebab itu, generasi penerus bangsa perlu dibekali dengan akhlak mulia agar tidak melakukan hal yang sama kemudian hari. Setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi seorang pemimpin bangsa. Maka, orang tua hendaklah mengajari dan mengarahkan anaknya tentang akhlak mulia agar tidak mengikuti jejak pemimpin mengkorupsi uang rakyat.

Akibat tidak adanya akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, juga sering terjadi pada kita. Misalnya, kamu bersikap tidak baik pada temanmu, dia akan merasa tidak senang dengan sikapmu.

Baca juga:  Membangkitkan Semangat Belajar dengan Kajian Sejarah Lokal

Temanmu yang tidak suka dengan sikapmu akan menjauhimu dan tidak mau lagi berteman denganmu. Jika kamu membutuhkan bantuan, kamu akan sulit untuk mendapat bantuan dari temanmu. Karena temanmu merasa untuk apa membantumu, sedangkan kamu sendiri memperlakukannya tidak baik.

Untuk membiasakan diri dalam akhlak mulia, kamu dapat melakukannya dengan cara sopan santun saat berbicara dengan siapa pun, bersikap rendah hati, tetapi bukan rendah diri, membiasakan diri untuk saling menghormati, terutama yang lebih tua, tidak lupa beribadah, karena beribadah mempengaruhi akhlak seseorang, dan melakukan hal yang positif atau hal yang bermanfaat, serta menjauhi hal yang menyimpang atau hal negatif.

Untuk memperbaiki sikapmu, kamu dapat melakukannya perlahan-lahan. Kamu dapat melakukannya dengan menanamkan akhlak mulia pada dirimu sedikit demi sedikit. Kamu tidak harus melakukannya berlebihan cukup dengan perlahan-lahan. Dengan kamu berusaha keras tidak ada yang tidak mungkin. (unw1/ton)

Guru PAIBP SMPN 2 Tuntang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya