alexametrics

Senangnya Belajar Perkalian dengan Koper

Oleh : Nurul Dwi Utami, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkalian merupakan salah satu materi yang ada dalam muatan pelajaran matematika kelas 2 SD. Siswa seringkali kesulitan dalam memahami konsep perkalian, terlebih lagi pembelajaran di masa pandemi seperti ini, belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka. Sehingga diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan ini.

Penulis sebagai guru kelas 2 SDN Kutowinangun 07 Salatiga juga mengalami hal yang sama. Perkalian adalah salah satu bab yang harus dipelajari. Selain itu keterampilan berhitung perkalian juga sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Penulis mencoba membuat suatu media yang memudahkan siswa memahami konsep perkalian.

Menurut Kustandi dan Sutjipto (2011:9) media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna. Oleh karena itu media sangat diperlukan untuk memudahkan siswa memahami konsep.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Perkembangbiakan Hewan dan Tumbuhan dengan Bunga Karsum

Kotak Perkalian (Koper) merupakan media untuk memvisualisasikan konsep perkalian dibawah seratus. Koper terdiri dari tiga bagian utama, yaitu wadah pengali, kelereng atau biji-bijian untuk mengisi wadah pengali, serta kotak hasil perkalian. Wadah pengali terletak di bagian paling atas, berjumlah sepuluh dibuat berlubang di bagian bawah.

Di bawahnya ada kotak hasil perkalian yang dibuat berlubang di permukaan atas sebanyak sepuluh, lebar lubang disesuaikan dengan wadah pengali. Lubang kotak hasil perkalian ini didesain atau dirancang bisa dibuka dan ditutup bagian atas dan juga depan seperti memiliki pintu. Bentuknya menyerupai loker. Pintu atas bisa digeser ke kanan dan ke kiri, pintu depan bisa dibuka dan ditutup.

Pembuatan Koper sangat mudah dan menggunakan barang bekas serta benda-benda yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Bahan yang diperlukan untuk membuat Koper antara lain kardus bekas, sepuluh gelas bekas air mineral, seratus buah kelereng atau jika tidak ada dapat diganti dengan biji-bijian lain misalnya manik-manik, biji jagung dan sebagainya.

Baca juga:  RME Atasi Kebosanan Siswa saat BDR

Teknis pembelajaran daring dengan media Koper ini dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu pembelajaran dengan menjelaskan langsung melalui zoom atau bisa juga dengan membuat video tutorial penggunaan media Koper. Setelah mendapat penjelasan atau menyimak video tutorial, siswa dapat membuat sendiri media Koper di rumah dengan barang-barang yang ada di lingkungan sekitar.

Dengan media Koper siswa dapat dengan mudah memahami konsep perkalian dan memecahkan soal perkalian. Misalkan siswa ingin menghitung 6×4. Cara penggunaan media Koper yaitu siswa menyiapkan wadah pengali sebanyak 6 buah dan meletakkannya di atas Koper. Kemudian siswa mengisi wadah pengali dengan biji-bijian, masing-masing wadah berisi 4 buah. Selanjutnya pintu bagian atas ditarik ke kanan, maka semua biji-bijian yang ada di 6 wadah pengali masuk ke kotak hasil perkalian. Untuk mengetahui hasil perkalian, siswa tinggal menghitung semua biji-bijian yang masuk ke kotak hasil perkalian.

Baca juga:  Belajar Matematika Lebih Mudah dengan Alat Peraga Block Dienes

Penggunaan media Koper dalam pembelajaran daring dapat memudahkan siswa untuk belajar konsep perkalian. Setelah kelas 2 SDN Kutowinangun 07 menggunakan media Koper untuk belajar perkalian, permasalahan pun teratasi, siswa makin senang belajar perkalian. Siswa dapat memahami konsep perkalian dengan mudah karena belajar menggunakan benda konkrit. Selain itu dengan media ini, siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran sehingga siswa mendapat pengalaman belajar yang bermakna. (dd2/ton)

Guru Kelas 2 SD Negeri Kutowinangun 07 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya