alexametrics

Hasil Belajar Perilaku Terpuji Meningkat dengan DisLe

Oleh : Yuli Astuti, S.Pd. I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran harus memperhatikan minat dan kemampuan peserta didik. Dalam proses pendidikan Islam, metode/model mempunyai kedudukan penting karena ia menjadi sarana dalam menyampaikan materi pelajaran.

Tanpa metode/model, pelajaran tidak dapat terproses secara efektif dan efisien menuju tujuan pendidikan yang diharapkan.

Metode pembelajaran sangat beragam tentunya, penggunaan model ini harus disesuaikan dengan materi pelajaran, tujuan penggunaan model, situasi dan kondisi, kemampuan pendidik mengamplikasikannya, dan sarana atau fasilitas yang ada.
Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak jarang biasanya berlangsung monoton, siswa tidak bersemangat, sebagaian siswa ramai sendiri.

Ada juga yang mengantuk, tak jarang siswa asyik bermain sendiri, bersenda gurau dengan teman sebelahnya. Oleh karena itu penerapan metode yang tepat sangat mempengaruhi pencapaian keberhasilan dalam proses belajar mengajar.

Baca juga:  DORA Meningkatkan Pemahaman Identifikasi Rangkaian Listrik Sederhana

Ilmu akidah akhlak merupakan suatu disiplin ilmu yang menduduki posisi yang amat penting dijajaran ilmu Islam. Karena di dalamnya menyangkut pembentukan karakter siswa yang berkenaan dengan perilaku terpuji dan perilaku tercela.

Sehingga, ilmu ini seyogyanya tidak hanya sebatas pengetahuan belaka namun menuntut semua siswa memahaminya sebagai bekal siswa didik dapat mengenal ajaran Islam secara baik dan benar.

Berdasarkan pengamatan di SD Negeri Petarangan khususnya kelas 3 hasil belajar materi perilaku terpuji masih rendah. Hal ini disebabkan guru masih menggunakan metode ceramah dan penugasan dengan menggunakan buku LKS, jadi siswa kurang aktif, kurang fokus dalam belajar.

Banyak siswa yang mengantuk, ngobrol sendiri, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan didominasi oleh sang guru. Siswapun merasa bosan dan cenderung cuek. Oleh karena itu, guru harus melakukan upaya untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di kelas dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning (DisLe).

Baca juga:  Susahnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Daerah Pelosok

Dengan menggunakan model DisLe diharapkan dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran sehingga pembelajaran lebih bermakna dan siswa dapat dilatih untuk mengungkapkan gagasan, pendapat, dan kritikan terhadap orang lain, sehingga hasil belajar dapat optimal.

Menurut Darsono (2004:2) discovery learning adalah teori belajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri.

Sedangkan Suyinto (2004:5) mengatakan bahwa model penemuan adalah salah satu model belajar mengajar digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan tujuan sebagai berikut: meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam memperoleh dalam memproses perolehan belajar, mengarahkan para siswa sebagai pelajaran sumur hidup.

Baca juga:  Pengenalan Teknologi Sederhana melalui Metode Bermain pada Anak Usia Dini

Mengurangi ketergantungan kepada guru sebagai satu-satunya sumber, informasi yang diperoleh oleh para siswa. Melatih para siswa mengekplorasi atau memanfaatkan lingkungan sebagai sumber informasi yang tidak pernah tuntas digali.

Langkah-langkah pembelajaran discovery learning adalah memberikan rangsangan, mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, mengolah data, dan pembuktian.

Setelah menggunakan model discovery learning siswa merasa senang karena dalam pembelajaran siswa mengalami sendiri. Sehingga pembelajaran menjadi bermakna, kelas menjadi hidup dan pengetahuan yang didapat dapat bertahan lama.

Harapan dari penggunaan model discovery learning ini sudah memenuhi target ketuntasan yang diharapkan, karena siswa merasa asyik, nyaman, dan tertantang dengan menggunakan model ini. (pm2/lis)

Guru SDN Petarangan, Kledung, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya