alexametrics

Tingkatkan Akselerasi Pembelajaran Reading melalui Blended Learning

Oleh : Hadi Sutrisno, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan berbahasa ada empat. Yakni ketrampilan menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing) Tarigan (2008: 1).

Di antara 4 keterampilan itu, reading sering dikatakan sebagai keterampilan yang dianggap lebih mudah untuk dikuasai. Karena membaca merupakan keterampilan reseptif dari bahasa tulis yang bertujuan untuk mendapatkan informasi serta memahami arti yang terkandung dalam suatu teks.

Dalam pembelajaran reading, ketelitian siswa untuk memperoleh informasi baik tersurat maupun tersirat lebih penting dibanding teori-teori yang disampaikan oleh guru. Selama ini sebagaimana yang penulis alami dalam pembelajaran reading di SMAN 1 Candiroto, bahwa rata-rata siswa yang mandiri, tekun, dan tidak tergesa-gesa dalam membaca memperoleh nilai reading yang lebih baik daripada memahami teori tetapi kurang teliti.

Dari uraian itu sebenarnya hal terpenting yang diperlukan dalam pembelajaran reading adalah tanggung jawab belajar mandiri siswa, ketelitian, dan ketersediaan waktu yang cukup.

Baca juga:  Pembelajaran Jadi Lebih Efektif dan Efisien dengan GCR

Saat ini program e-learning sedang menjadi perbincangan hangat di dunia pendidikan, seiring dengan bertambah canggihnya teknologi yang akan mempengaruhi pembelajaran yang semakin pesat pula dalam perkembangannya (sevina.co.id).

Dalam tranformasinya dari pembelajaran konvensional ke e-learning yang membutuhkan usaha dan biaya tidak sedikit. Ada suatu model pembelajaran yang merupakan penggabungan antara pembelajaran tatap muka dan e-learning yang sering dikenal dengan istilah blended learning.

Menurut Semler (2005), “Blended learning adalah kombinasi dari aspek-aspek terbaik dari pembelajaran online, aktifitas tatap muka langsung, dan praktik dunia nyata.”. Blended learning menawarkan kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan pembelajar.

Blended learning memberikan kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar. Pembelajar bebas menentukan kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam satu materi yang ingin dipelajarinya terlebih dulu.

Baca juga:  Media Video Tingkatkan Hasil Belajar Jurnal Penyesuaian

Seandainya, setelah diulang masih ada hal yang belum dipahami, pembelajar bisa menghubungi guru, instruktur, nara sumber melalui email, chat atau ikut dialog interaktif pada waktu-waktu tertentu. Bisa juga membaca hasil diskusi di message board yang tersedia di LMS (Learning Management System).

Mengingat karakteristik pembelajaran reading yang membutuhkan cukup banyak waktu, kemandirian, ketelitian, dan kedisiplinan individu, maka blended learning menawarkan alternatif model pembelajaran.

Melalui e-learning atau pembelajaran online pembelajar diberikan waktu yang lebih banyak karena pembelajar boleh memilih kapan mulai mengerjakan dan kapan akan diselesaikan. Hal ini berbeda dengan pembelajaran konvensional yang waktu mereka dibatasi oleh jam pelajaran tersedia.

Contoh sederhana pemebelajaran reading yang pernah penulis lakukan di SMA N 1 Candiroto adalah dengan mengunggah lebih awal tiga materi bacaan. Seharusnya penulis sampaikan untuk 3 kali pertemuan, semua diunggah di classroom pada pertemuan pertama disertai dengan perintah yang jelas.

Baca juga:  Dampak Positif Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Siswa saat Pandemi

Setiap materi juga diberikan pertanyaan sebagai asesmen atas pemahaman bacaan tersebut. Pada pertemuan yang pertama penulis mengadakan tatap muka melalui daring untuk menyapa siswa, memberikan motivasi, dan menjelaskan aktifitas yang akan dilakukan dalam pembahasan materi reading selama 3 minggu ke depan serta penilaiannya. Cukup menggembirakan, ternyata rata-rata siswa telah menyelesaikan pemebelajaran reading dan tugasnya pada minggu kedua dengan baik.

Demikian sekelumit pembahasan dan pengalaman penulis dalam menggunakan blended learning dalam meningkatkan akselerasi pembelajaran reading siswa. (unw1/lis)

Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Candiroto, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya