alexametrics

Strategi Language Learning pada Kelas Rendah di Sekolah Dasar

Oleh : Ika Khaeriyah, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran bahasa di Sekolah Dasar kelas rendah meliputi aspek membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Aspek membaca dan menulis merupakan hal yang sangat penting untuk diajarkan di SD kelas awal.

Dengan membaca dan menulis, semua ilmu pengetahuan akan diserap oleh siswa. Siswa dapat memahami dan menetapkan arti kata-kata yang dibaca, didengar, dan mengingatnya dengan baik.

Kesulitan dalam mengajarkan membaca dan menulis permulaan terletak pada strategi yang digunakan. Sedangkan bagi siswa kelas rendah, belajar haruslah menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermakna. Artinya, kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Guru kelas I (satu) SDN 01 Sengare, Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan menerapakan strategi Strategi Pembelajaran Permainan Membaca dan Strategi Pembelajaran Menulis Permulaan dengan metode SAS. Strategi ini berdasarkan pengalaman siswa yang kemudian diterapkan dalam mengajarkan membaca dan menulis permulaan pada siswa.

Baca juga:  Alat Musik sebagai Media Pembelajaran

Dalam pembelajaran bahasa pada kelas rendah dimulai dengan Pendekatan Permainan Membaca. Bermain adalah pekerjaan anak-anak dan ini berkontribusi kepada semua aspek perkembangan. Melalui bermain, anak-anak menstimulasi inderanya, belajar bagaimana menggunakan ototnya, mengoordinasikan penglihatan dengan gerakan, meningkatkan kemampuan tubuhnya dan mendapatkan keterampilan baru.

Siswa mencoba untuk bermain peran, mengatasi perasaan yang tidak nyaman, memperoleh pengertian dari pandangan orang lain, dan membangun gambaran dari dunia sosial. Siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, mengalami kegembiraan dalam berkreativitas, dan menjadi terampil berbahasa. Oleh karena itu pembelajaran membaca akan lebih efektif apabila dilakukan dengan menggunakan pendekatan permainan.

Keterkaitan antara menulis dan membaca sangat erat sehingga tidak dapat dipisahkan. Pada waktu guru mengajarkan menulis kata atau kalimat, siswa tentu akan membaca kata atau kalimat tersebut. Kemampuan membaca diajarkan sejak dini, maka kemampuan menulis pun diajarkan sejak dini pula. Kemampuan menulis merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tulis yang bersifat produktif; artinya merupakan kemampuan yang menghasilkan tulisan.

Baca juga:  Memupuk Budaya Menulis Guru melalui Esai dan Puisi Bermedia Google Clasroom

Metode yang digunakan dalam pembelajaran menulis permulaan pada hakikatnya sama dengan metode yang digunakan dalam pembelajaran membaca permulaan. Persyaratan pembelajaran menulis permulaan seyogyanya siswa sudah bisa membaca apa yang akan mereka tulis.

Seperti pada kegiatan membaca permulaan, pembelajaran menulis permulaan juga melalui dua tahapan yaitu tahap prapembelajaran berkaitan dengan kesiapan menulis siswa dan tahap menulis permulaan melalui kegiatan menjiplak/mengeblat, menyalin/meniru, menatap, menulis halus/indah, dikte/imlak, dan mengarang sederhana melalui berbagai bimbingan.

Metode yang dapat digunakan antara lain (1) metode ebjad, (2) metode kupas rangkai suku kata, (3) metode kata lembaga, dan (4) metode struktural analitik sintetik (SAS). Dalam pembelajaran menulis, metode yang dipandang paling cocok dengan jiwa anak adalah metode SAS.

Baca juga:  Pembentukan Karakter Siswa melalui Kecerdasan Emosional

Alasan mengapa metode SAS dipandang paling baik antara lain (l) metode ini menganut prinsip ilmu bahasa umum bahwa bentuk bahasa terkecil adalah kalimat, (2) memperhitungkan perkembangan pengalaman bahasa anak, dan (3) metode ini menganut prinsip menemukan sendiri. Melalui straregi tersebut, semangat dan prestasi siswa meningkat menjadi lebih baik. Semoga bermanfaat bagi kita semua. (ra1/ton)

Guru SDN 01 Sengare Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya