alexametrics

Pembelajaran PAI BP melalui Google Meet

Oleh : Pariyati, S.Ag., M.S.I.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran formal di sekolah pada umumnya dilakukan di dalam kelas melalui pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi langsung antara peserta didik dan guru. Proses pembelajaran diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti mendengarkan, berdiskusi, memproduksi sesuatu, menyusun laporan, memecahkan masalah dan sebagainya.

Keaktifan peserta didik itu dapat secara langsung diamati seperti mengerjakan tugas dan berdiskusi. Ironisnya, saat ini dunia tanpa terkecuali termasuk Indonesia sedang dihadapkan dengan adanya pandemi Covid 19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap segala aspek kehidupan manusia. Keadaan di luar prediksi, perkembangan virus dengan cepat menyebar luas di seluruh dunia.

Keputusan dari Kemendikbud bahwa seluruh kegiatan pembelajaran baik di sekolah maupun perguruan tinggi dilaksanakan di rumah masing-masing melalui media online dan aplikasi yang tersedia.

Dalam konteks pembelajaran melalui jaringan secara online, guru dan peserta didik dapat berhubungan dengan cepat dan langsung dengan teks, gambar, suara, data dan video. Anjuran pemerintah untuk stay at home dan physical and social distancing harus diikuti dengan perubahan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran basis online.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Recount melalui Metode PaP

Adanya perubahan proses pembelajaran di tengah pandemi ini tentu menjadi suatu tantangan tersendiri bagi seluruh lembaga pendidikan. SMPN 1 Pegandon sebagai salah satu lembaga pendidikan formal juga menerapkan PJJ, dari kondisi ini berbagai upaya dilakukan sekolah untuk melakukan pembelajaran yang efektif dan efisien termasuk guru PAI yang mengimplementasi pada materi kandungan Q.S al Mujadilah/58:11, Q.S ar Rahan/55:33 dan hadis terkait tentang keutamaan ilmu.

Langkah pembelajaran yang dilakukakan: 1) Guru memberi salam, mengajak berdoa, menyapa peserta didik serta memeriksa kehadiran. 2) Guru senantiasa memotivasi para peserta didik agar menjadi anak tangguh menghadapi berbagai masalah yang menimpa, termasuk menghadapi dampak penyebaran Covid 19 terhadap keterbatasan dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berkreasi.

3) Guru membagi link google meet yang dapat diakses peserta didik saat pembelajaran melalui grup wa kelas. 4) Guru menginformasikan tentang topik pembelajaran yaitu kandungan Q.S. al Mujadilah/58:11, Q.S ar Rahan/55:33 dan hadis terkait tentang keutamaan ilmu melalui grup wa kelas. 5) Guru membuka akses google meet pada saat jam yang telah dijadwalkan.

Baca juga:  Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

6) Guru menyampaikan tata tertib saat pembelajaran berlangsung misalnya mematikan mikrofon (mute) saat sedang tidak bertanya atau menjelaskan materi, memberi tanda apabila akan berbicara dengan cara mengangkat tangan dan menyalakan mikrofon (unmute) setelah dipersilakan guru, menyalakan video pada waktu presensi atau menyampaikan pertanyaan dan menjelaskan materi, meminta izin apabila akan ke kamar kecil dan mematikan video.

7) Melakukan ice breaking guna menyemangati peserta didik yaitu ice breaking “Tepuk materi pelajaran” untuk materi ilmu hurufnya I, L, M, dan U.dengan aturan main jika disebutkan huruf “I”, peserta didik tepuk 4 x, jika disebutkan huruf “L”, peseta didik tepuk 3 x, jika disebutkan huruf “M”, peserta didik tepuk 2 x, jika disebutkan huruf “U”, peserta didik tepuk 1 x, jika disebutkan huruf selain ILMU peserta didik tidak boleh bertepuk tangan. Guru dapat memberikan penghargaan atau hukuman bagi peserta didik yang fokus melakukan tepuk sesuai aturan permainan, di akhir ice breaking guru menjelaskan bahwa hikmah permainan ini adalah ketelitian dan konsentrasi dalam belajar atau melakukan kegiatan. (penguatan ini hanya contoh dan dapat dikembangkan guru). 8) Guru mengaitkan pengalaman-pengalaman peserta didik dengan materi yang akan disampaikan kemudian menjelaskan tujuan pembelajaran.

Baca juga:  Serunya Belajar Teks Profil Tokoh dengan Strategi PQ4R

9) Guru membagi topik yang akan diungkap yaitu kandungan Q.S. al Mujadilah/58:11, Q.S ar Rahan/55:33 kemudian peserta didik mengungkap kandungan Q.S. al Mujadilah/58:11, Q.S ar Rahan/55:33 setelah itu guru meminta peserta didik mencari bukti dampak positif dari orang-orang yang berilmu di internet tentang kisah inspiratif salah satu ilmuwan sukses. 10) Guru memonitor kegiatan peseta didik 11) Peserta didik menyimpulkan hasil pengungkapan mereka dan membacakan tokoh ilmuawan inspiratif. 12) Guru dan peserta didik melakukan refleksi pembelajaran. 13) teknik penilaian aspek pengetahuan melalui google form kemudian menutup pembelajaran dan berdoa.

Kegiatan pembelajaran PAI di masa pandemi covid 19 berbeda dengan strategi pembelajaran sebelum adanya pandemi. Pada masa sebelum pandemi pembelajaran dilakukan secara tatap muka di sekolah, pada masa pandemi pembelajaran dilakukan secara jarak jauh atau online tetapi tetap berjalan efektif. (ra1/ton)

Guru PAI BP SMP N 1 Pegandon

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya