alexametrics

Penerapan Make a Match pada Pelajaran Mesin Kendaraan Ringan

Oleh: Joko Riyanto, ST

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNTUK bisa mencapai tujuan pembelajaran, maka seorang guru harus pandai menentukan strategi atau model mana yang cocok untuk digunakan dalam mengajar.

Diharapkan dengan penerapan strategi atau model yang tepat dapat mendorong siswa lebih giat dan semangat dalam belajar, sehingga tercapailah tujuan pendidikan dengan sempurna.

Proses pembelajaran merupakan inti dari proses kegiatan secara keseluruhan guru sebagai pemegang peranan utama dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pendidikan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut seorang guru harus menguasai dan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Untuk menwujudkan tanggung jawab guru agar siswanya berhasil dalam belajar, maka guru selalu proaktif dan responsive terhadap semua fenomena yang terjadi di kelas. Upaya tersebut dapat dilakukan oleh guru dengan mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya melalui pengelolaan pembelajaran di kelas.

Salah satu permasalahan yang terjadi di kelas XI Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri Karangpucung, bahwa guru menggunakan model pembelajaran klasikal yaitu metode diskusi yang tidak fokus dengan sintaks, yang mengakibatkan kurangnya peran aktif siswa dalam pembelajaran sehingga berimbas pada rendahnya hasil pembelajaran meskipun guru telah menerapkan metode yang ideal.

Baca juga:  Eksperimen Ampuh Tingkatkan SMS dalam PJJ

Kekurangan metode tersebut terdapat pada siswa yang selalu diarahkan pada buku, guru kurang menarik minat siswa dalam berdiskusi dan kurang memakai media yang menarik siswa.

Sedangkan kelebihan dalam proses belajar mengajar, guru dapat mengkondisikan kelas dalam pembagian kelompok dan dapat memberikan kesimpulan yang jelas kepada siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dirancang suatu pembelajaran yang membiasakan siswa agar aktif dalam proses pembelajaran.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan model pembelajaran yang dapat mengajak siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Adapun model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran kooperatif dengan metode make a match.

Mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan terdiri dari kompetensi dasar pengetahuan dan ketrampilan pada proses pentransferan kompetensinya dari guru ke siswa dibutuhkan keaktifan siswa yang lebih dalam pada proses belajar mengajar.

Baca juga:  TBG Mudahkan Penyesuaian Diri Siswa Baru

Selama ini kecenderungan guru dalam menyampaikan kompetensi dasar tersebut masih menggunakan metode ceramah yang dilengkapi dengan modul sebagai acuan belajar mandiri siswa. Namun kedua metode tersebut belum maksimal karena proses pembelajaran masih terpusat pada guru sehingga guru lebih aktif dari pada peserta didik. Siswa menjadi kurang tertarik mengikuti pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan.

Pada saat pelajaran berlangsung, banyak siswa yang sibuk sendiri seperti mengobrol dengan teman, bermain hand phone, bahkan tertidur sehingga tidak mendengarkan materi yang sedang dijelaskan oleh guru.

Siswa pun menjadi kurang aktif dalam menjawab dan mengerjakan soal- soal yang diberikan oleh guru, hal ini menunjukan keaktifan siswa kurang maksimal.

Melihat situasi demikian, perlu diadakanya perbaikan dalam proses pembelajaran. Perbaikan dapat dilakukan dengan menerapkan strategi dan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan, serta hasil belajar siswa. Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran membuat pasangan (Make a Match).

Baca juga:  Google Classroom sebagai Media Pembelajaran Kimia

Model pembelajaran Make a Match merupakan strategi yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa karena strategi pembelajaran ini menuntut siswa untuk belajar memahami suatu konsep dengan mencari pasangan.

Siswa akan diberikan kartu oleh guru dimana kartu dari masing-masing siswa berbeda dan setiap siswa harus mencari dan menemukan pasangan dari kartu yang dimiliki.

Model pembelajaran Make a Match menuntut siswa untuk aktif sendiri mencari pengetahuan dan memahami suatu konsep dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti proses belajar. Melalui penggunaan model pembelajaran Make a Match dengan benar maka diharapkan keaktifan dan hasil belajar siswa akan meningkat sehingga tujuan belajar akan semakin mudah dicapai. (rs2/zal)

Guru SMKN Karangpucung, Cilacap

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya