alexametrics

Pembelajaran melalui Home Visit Method

Oleh : Titik Iriyani, S.Pd SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di masa pandemi Covid-19 membawa perubahan yang signifikan terutama di bidang pendidikan. Dunia pendidikan harus mengalami perubahan yang sangat berbeda. Dulu peserta didik datang ke sekolah dan diberi materi kemudian diberi tugas. Peserta didik akan merasa senang dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas tersebut.

Namun dengan adanya pandemi Covid-19 pembelajaran tersebut tidak bisa dilaksanakan secara tatap muka. Mulai bulan Maret 2020 pembelajaran dilaksanakan secara daring. Berdasarkan hasil survei penulis terhadap peserta didik di lingkungan penulis mengatakan pembelajaran daring seperti ini memiliki 2 sisi yang berbeda, yaitu sisi positif maupun negatif.

Dari sisi positif kita sebagai peserta didik pasti akan merasakan hal yang menyenangkan saat belajar di rumah. Seperti memiliki lebih banyak waktu senggang untuk belajar. Sebagian peserta didik menyukai pembelajaran yang diselingi dengan alunan musik, atau bahkan mengikuti pembelajaran dengan posisi ternyaman (sambil tiduran) dan lain sebagainya.

Baca juga:  Memanfaatkan Media Gambar untuk Mengenal Keragaman Budaya

Tetapi sisi negatif dari pembelajaran jarak jauh atau daring ini membuat peserta didik menjadi lebih tidak disiplin karena sering bangun kesiangan walaupun sudah dibentuk absensi. Ada juga peserta didik yang menyepelekan tugas dari guru dengan berbagai alasan.

Kebanyakan dari guru lebih sering memberikan tugas dibandingkan memberikan materi. Padahal banyak peserta didik yang belum paham dengan materi tersebut belum lagi pengumpulan tugas yang hanya diberi jeda waktu tertentu. Intinya menurut peserta didik pembelajaran daring ini lebih memuat banyak sisi negatif dibanding sisi positifnya.

Mungkin awal-awal pembelajaran daring membuat peserta didik lebih senang karena belajar di rumah. Namun lama-kelamaan rasa bosan mulai menghampiri sehingga banyak peserta didik yang tidak fokus akan pembelajaran daring dan menyepelekan tugas dari guru.

Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing. Apa saja metode pembelajaran tersebut? Ada beberapa metode yang dapat dipakai, di antaranya Project Based Learning, Daring Method, Luring Method, Home Visit Method, dan Integreted Curriculum.

Baca juga:  Pembelajaran Daring dengan Video Lebih Mudah Dipahami

Untuk mengatasi hal tersebut, penulis melaksanakan pembelajaran secara home visit method di SD Negeri 01 Pait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan namun tetap melaksanakan protokol kesehatan. Home visit merupakan salah satu opsi pada metode pembelajaran saat pandemi ini. Metode ini mirip seperti kegiatan belajar mengajar yang disampaikan saat home schooling. Jadi, pengajar mengadakan home visit di rumah pelajar dalam waktu tertentu.

Dilansir dari Kumparan, metode ini disarankan oleh Kepala Bidang Kemitraan Fullday Daarul Qur’an, Dr. Mahfud Fauzi, M.Pd yang mana sangat pas untuk pelajar yang kurang memiliki kesempatan untuk mendapatkan seperangkat teknologi yang mewadai. Dengan demikian, materi yang akan diberikan kepada siswa bisa tersampaikan dengan baik. Karena materi pelajaran dan keberadaan tugas yang diberikan bisa terlaksana dengan baik.

Baca juga:  Aktifkan Siswa dengan Membangun Teamwork pada Pembelajaran IPS

Langkah-langkah menggunakan metode home visit method antara lain : anak dikelompokkan. Tiap kelompok beranggotakan maksimal lima peserta didik. Guru tetap memantau tiap-tiap kelompok apabila salah satu kelompok mengalami kesulitan maka penulis mendatangi kelompok tersebut dan dibimbing.

Alasan menggunakan metode home visit itu karena kebanyakan siswa tidak mempunyai android dan tidak adanya kuota. Penulis berharap agar pembelajaran tetap berjalan lancar dan siswa dapat mengalami pembelajaran yang bermakna yang diperlukan kerjasama dengan teman kelompoknya. (ips2/lis)

Guru SD Negeri 01 Pait, Kec Siwalan, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya