alexametrics

Video Pembelajaran Tingkatkan Hasil Belajar IPS

Oleh : Eko Rahayu, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosilal (IPS) di kelas 4 SD Negeri Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 belum optimal.

Kondisi ini ditandai dengan rendahnya hasil belajar pada Kompetensi Dasar 3.1 mengidentifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dari tingkat kota/kabupaten samapi tingkat provinsi. Hasil penilaian harian untuk kompetensi dasar tersebut masih rendah.

Rendahnya hasil belajar tersebut dikarenakan guru masih menggunanakan metode mengajar secara konvensional dan belum menggunakan media pembelajaran yang tepat dan sesuai. Dengan demikian dibutuhkan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa.

Media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembeljaran materi karakteristik hewan adalah menggunakan media video pembelajaran.

Media belajar merupakan segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan dan kemauan pesera belajar. Brings (2009) menegaskan media belajar adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran seperti buku, film, video dan sebagainya. Sudjana (2011:20) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa yaitu pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.

Baca juga:  Mengenal Buku Fiksi dan Nonfiksi di Perpustakaan Sekolah

Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga akan lebih mudah dipahami oleh siswa. Memungkinkan siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga apalagi bila guru mengajar setiap jam pelajaran.

Video merupakan media elektronik yang mampu menggabungkan teknologi audio dan visual secara bersama sehingga menghasilkan suatu tayangan yang dinamis dan menarik. Manfaat media video menurut Andi Prastowo (2012:302) antara lain memberikan pengalaman yang tak terduga kepada peserta didik, memperlihatkan secara nyata sesuatu yang pada awalnya tidak mungkin bisa dilihat, menganalisis perubahan dalam periode waktu tertentu memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk merasakan suatu keadaan tertentu, dan menampilkan presentasi studi kasus tentang kehidupan sebenarnya yang dapat memicu diskusi peserta didik.

Baca juga:  Pembelajaran Asyik dan Pembentukan Karakter Siswa dengan Metode Hypnoteaching

Dalam pembelajaran karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam guru mengunakan media video. Penggunaan video pembelajaran diharapkan dapat menggugah semangat siswa karena video pembelajaran memiliki kelebihan antara lain mampu menarik perhatian siswa karena media ini setidaknya dapat merangsang dua macam indra yaitu penglihatan dan pendengaran.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam dalam penggunaan video dalam pembelajaran adalah pertama guru menyiapkan media pembelajaran yaitu laptop, LCD, proyektor. Guru mempersiapkan video tentang karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam. Kedua, sebelum guru memutarkan video guru menyampaikan tujuan pembelajaran dari materi dalam hal ini guru dapat memberikan pertanyaan diawal pembelajaran. Pertanyaan ini diharapakan akan mengarahkan konsentrasi siswa pada pembelajaran pada pengamatan video. Ketiga siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Siswa mengamati video yang ditayangkan oleh guru.

Baca juga:  TGT dengan Media Kartu Bernomor Tingkatkan Hasil Belajar PKn

Pada saat guru menayangkan video tidak ada kelompok yang berdiskusi sehingga semua mengamati video yang ditayangkan Keempat, setiap kelompok berdiskusi untuk mempresentasikan hasil kerja pada saat pengamatan video pembelajaran. Pada kegiatan ini guru sebagai fasilitator dan mengajak siswa untuk menyimpulkan materi dan guru memberi penguatan. Terakhir penilaian di akhir pelajaran.

Dengan menggunakan secara maksimal video sebagai media pembelajaran terbukti bahwa video pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam dan motivasi belajar lebih meningkat. Siswa yang biasanya perhatiannya kurang tampak lebih tertarik pada pembelajaran ini. Demikian juga dengan pembelajaran yang monoton dan tidak bervariasi kembali lebih berkonsentrasi dan hasil belajar meningkat dibuktikan dengan nilai di atas KKM. (ss2/lis)

Guru SDN Karanggedong, Kec. Ngadirejo, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya