alexametrics

Storyboard dan Animasi

Oleh: Desy Purlianti, S.Kom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu mata pelajaran di sekolah menengah kejuruan (SMK) khususnya jurusan Multimedia, adalah Animasi 2D3D yang merupakan mata pelajaran wajib yang masuk dalam struktur kurikulum 13 dan harus dikuasai oleh peserta didik di jurusan Multimedia.

Sebelum memahami pembuatan sebuah produk animasi, salah satu langkah penting yang harus dilakukan pertama kali adalah membuat storyboard. Storyboard adalah suatu konsep komunikasi, ekspresi kreatif, teknologi dan media yang dapat menyampaikan pesan dan ide secara visual, termasuk pengolahan audio dengan mengolah bentuk, gambar, huruf, warna dan elemen desain grafis lainnya dalam bentuk layout untuk membuat pesan dan ide agar dapat diterima oleh target/penikmat animasi.

Menurut beberapa ahli, Storyboard memiliki pengertian sebagai berikut: Menurut Halas, storyboard merupakan rangkaian gambar manual yang dibuat secara keseluruhan sehingga menggambarkan suatu cerita.

Baca juga:  Membuat Alat Peraga Planetary Gear Unit Transmisi Otomatis dari Limbah Sparepart Mesin Cuci

Sedangkan Menurut Luther, storyboard adalah deskripsi dari setiap scene yang secara jelas menggambarkan obyek multimedia serta perilakunya. Jadi dapat dismpulkan storyboard adalah area yang berisi gambar sketsa yang digunakan sebagai alat perencanaan untuk memvisualisasikan perilaku cerita.

Ini seperti storyboard dalam format komik, tetapi tanpa dialog dan fungsi yang berbeda. Tujuan utama storyboard adalah untuk menjelaskan alur naratif cerita. Storyboard juga berperan dalam pengaturan waktu urutan, sudut pandang kamera, perpindahan, dan kesinambungan antar elemen dalam sebuah frame/bingkai.

Script storyboard merupakan deskripsi dasar dari produk yang akan kita buat selanjutnya, yaitu cetak biru atau algoritma dari produk yang akan kita buat. Awalnya, sinopsis adalah seperangkat kertas gambar yang berisi rangkaian peristiwa dalam karya film (termasuk film animasi).

Ini akan membuat sutradara atau penulis skenario mengetahui kerangka dasar untuk pengoperasian dasar film/animasi. Hal yang sama berlaku untuk membuat aplikasi multimedia interaktif seperti pembuatan iklan, produksi game, CD multimedia dan elearning pun menggunakan storyboard.

Baca juga:  Menulis Teks Eksplanasi dengan Metode Kooperatif

Adapun kegunaan atau fungsi dari storyboard adalah memberikan pemahaman untuk anggota tim yang lain jika produksi animasi dibuat oleh lebih dari satu tim, sehingga alur cerita dapat dipahami oleh anggota tim yang lain.

Selain itu juga dapat digunakan sebagai pedoman atau pengingat agar saat mengerjakan produksi animasi tidak lupa dengan alur cerita yang akan sudah direncanakan. Kegunaan lainnya adalah untuk mempermudah pembacaan isi cerita secara visual, seperti kita membaca sebuah komik.

Untuk membuat storyboard dapat dilakukan dengan dua cara yaitu penggambaran cerita dalam bentuk strip atau potongan-potongan gambar yang disesuaikan dengan perkiraan tampilan yang sama dengan animasi yang akan dibuat nantinya dan tentu saja harus disertai penjelasan lengkap mengenai cerita.

Baca juga:  Demokrasi Menyenangkan melalui Roleplay Education

Cara kedua adalah membuat storyboard dengan simbol, ini ditujukan untuk kreator yang tidak bisa menggambar. Oleh karena itu, seorang kreator dapat menggunakan simbol-simbol yang dapat dipahami orang lain untuk membuat storyboard. Misalnya penggambaran manusia dibuat dengan bentuk garis dan kepala bulat atau simbol gambar lain untuk mewakili menggambarkan.

Storyboard seperti ini harus menjelaskan secara detail arti dari simbol-simbol tersebut agar dipahami oleh anggota tim yang lain. Seperti yang diterapkan di SMKN 3 Jepara.

Bagaimana? Apakah anda tertarik memproduksi sebuah animasi? Jangan lupa membuat rangkaian ceritanya dalam bentuk storyboard terlebih dahulu ya untuk sinopsisnya agar mempermudah produksi nantinya. (unw1/zal)

Guru SMKN 3 Jepara

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya