alexametrics

Modelling Writing Tingkatkan Kemampuan Menulis Teks Recount

Oleh: Rohyati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kemampuan menulis merupakan kemampuan untuk menghasilkan suatu tulisan atau menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan. Kesulitan menulis merupakan permasalahan yang sering dialami oleh pembelajar bahasa, termasuk Bahasa Inggris sebagai bahasa asing.

Ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kemampuan menulis teks Bahasa Inggris pada peserta didik, di antaranya adalah: (1) peserta didik tidak terbiasa menuliskan apapun yang mereka rasakan dan alami; (2) kurangnya motivasi peserta didik untuk menulis; (3) rasa takut membuat kesalahan dalam menulis kalimat Bahasa Inggris; (4) kurangnya penguasaan kosa kata; (5) penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik dan kurang bervariasi.

Permasalahan menulis pada mata pelajaran Bahasa Inggris juga dialami oleh peserta didik kelas VIII SMPN 1 Bodeh Pemalang. Hasil tes kemampuan menulis Recount Text menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks Bahasa Inggris peserta didik kelas VIII masih rendah.

Baca juga:  Mengukur Kejujuran dengan Jurnal Amaliyah Ramadan di Era Spiritual Distancing

Recount text adalah jenis teks yang menceritakan tentang suatu cerita, tindakan atau kegiatan yang sudah dilakukan di masa lalu secara berurutan. Biasanya menceritakan tentang pengalaman seseorang.

Selama ini, guru dalam proses pembelajaran teks recount hanya menerangkan teori tentang sebuah teks dan memberikan contoh model-model teks dari buku paket, kemudian guru menyuruh siswa untuk membuat teks. Berdasarkan hasil pembelajaran yang dilakukan tersebut maka banyak siswa yang membuat teks dengan meniru teks yang sudah ada dan siswa kurang tertantang serta kurang kreatif.

Salah satu media yang dapat digunakan oleh guru untuk membuat siswa menjadi kreatif adalah metode pemodelan. Metode pemodelan merupakan pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu dengan menggunakan contoh (model) yang bisa ditiru.

Baca juga:  Game Tournament Tingkatkan Antusiasme Siswa dalam Belajar

Dengan demikian, siswa akan belajar melalui contoh (model) yang diberikan oleh guru. Dalam metode ini guru menyiapkan contoh (model) tulisan yang dapat ditiru oleh siswa dalam menulis teks recount yang baik dan benar, mengingat tujuan dari metode pemodelan itu sendiri adalah untuk mendorong terjadinya proses belajar pada diri sendiri.

Dalam penerapan metode pemodelan ini, siswa akan dapat membangun pengetahuannya sendiri dari contoh (model) yang diberikan oleh guru. Siswa akan menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari contoh (model) untuk dapat menulis dengan benar. Dalam praktiknya teks yang dijadikan model dapat berupa, teks siswa, teks guru dan teks terbitan buku.

Modelling writing akan membantu siswa dalam menulis cerita pengalaman karena siswa diajak langsung mempraktekan di depan kelas bersama guru. Hal ini akan mempercepat pemahaman dan karena siswa langsung mempraktekan. oleh karena itu jenis teks ini sangat membantu siswa dalam menuangkan idenya dalam menuliskan rentetan kejadian pengalaman yang pernah dialami karena tujuan penulisan recount text adalah untuk memberikan informasi atau mengungkapkan kejadian yang lalu.

Baca juga:  Belajar PAI Lebih Asyik dengan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray

Dengan demikian, metode modeling writing sesuai untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menulis teks recount. (pg2/ton)

Guru Bahasa Inggris SMPN 1 Bodeh

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya