alexametrics

Mudah Pahami Operasi Bilangan Bulat dengan Media Katak Lompat

Oleh : Fitri Suryani, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Virus covid-19 yang melanda pada 2019 sangat mempengaruhi berbagai sendi kehidupan, dari segi kesehatan, ekonomi, maupun sosial budaya. Kebijakan pemerintah untuk membatasi kegiatan masyarakat mulai diberlakukan. Peraturan pemerintah yang terbaru di Kabupaten Semarang yaitu Instruksi Bupati Semarang Tahun 23 Tahun 2021.

Dalam peraturan ini, Kabupaten Semarang berada pada level 3 yang sebelumnya ada di level 4. Imbas dunia Pendidikan dari adanya Inbup ini, sekolah diizinkan untuk mengadakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas). PTM Terbatas dikuatkan dengan Surat Edaran Kepala Dinas Kabupten Semarang No.421.3?1840/2021.

Dalam PTM Terbatas kita bisa mengadakan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Adapun pelaksaaannya, kegiatan belajar mengajar di sekolah hanya dibatasi 3 jam setiap harinya.

Kegiatan PTM Terbatas menuntut guru untuk memanfaatkan waktu yang terbatas seefektif mungkin. Metode pembelajaran yang efektif dan alat peraga dimanfaatkan guru agar siswa mampu menyerap ilmu pengetahuan yang banyak dalam waktu yang singkat.

Siswa kelas VI SDN Kemawi mengalami kesulitan dalam memahami kompetensi dasar operasi hitung bilangan bulat negatif. Dalam pembelajaran secara ceramah, hanya 50% siswa yang medapatkan nilai diatas KKM yang ditetapkan. Oleh karena itu, kami menggunakan alat peraga untuk mendorong siswa memahami materi yang disampaikan.

Baca juga:  Menjumlahkan dan Mengurangkan Bilangan Bulat dengan Cara Klasik

Dalam pembelajaran, khususnya mata pelajaran Matematika alat peraga dapat membantu siswa dalam memahami konsep yang abtrak menjadi konkret. Alat peraga matematika adalah seperangkat benda konkret yang dirancang, dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep- konsep atau prinsip- prinsip dalam matematika (Djoko Iswadi, 2003:1).

Alat peraga yang digunakan yaitu media pembelajaran Katak Lompat. Media ini digunakan untuk membantu siswa memahami operasi bilangan bulat.

Media pembelajaran Katak Lompat dibuat dari bahan- bahan sederhana yang mudah ditemukan. Media ini dibuat dari papan tipis panjang yang digunakan sebagai garis bilangan, dan model katak yang dibuat dari kertas origami. Papan Panjang sebagai garis bilangan disiapkan oleh guru, sedangkan model katak disiapkan anak.

Baca juga:  Peningkatan Pembelajaran Matematika dengan Metode Kooperatif Co Op Co Op

Setiap anak memiliki katak sendiri agar tidak terjadi kontak tangan dengan anak yang lain. Cara pengaplikasian media pembelajaran ini, titik awal model katak berada di garis bilangan titik 0. Apabila bilangan positif, katak menghadap ke garis bilangan positif, apabila bilangan negatif katak menghadap ke garis bilangan negatif. Model katak dijalankan secara melompat agar anak tertarik.

Saat penjumlahan bilangan bulat positif 7 ditambah positif 3, model katak pertama kali berada di titik 0, kemudian melompat menuju titik 7, karena ditambah positif 3, model katak maju lagi sebanyak 3 langkah. Katak sekarang berada di titik 10. 10 merupakan jawaban dari soal.

Apabila penjumlahan negatif 5 ditambah positif 8, model katak pertama kali berada di titik 0, kemudian melompat ke arah garis bilangan negatif sebanyak 5 langkah, yaitu berada di titik -5. Karena ditambah bilangan positif, maka katak berbalik arah ke garis bilangan positif dan melompat sebanyak 8 lompatan.

Model katak terakhir berada di posisi 3. 3 merupakan jawaban dari soal. Begitu pun untuk pengerjaan pengurangan bilangan bulat.

Baca juga:  Quizizz sebagai Alternatif PJJ Matematika

Setelah menggunakan media pembelajaran Katak Lompat, anak-anak semakin tertarik mempelajari materi yang diberikan guru. Anak- anak semakin mudah memahami materi yang diberikan guru.

Hal ini dibuktikan dari hasil perolehan nilai siswa yang mengalami peningkatan sebanyak 80% siswa mendapatkan nilai diatas KKM. Sehingga, hanya sebanyak 20% dari siswa yang melaksanakan perbaikan/ remidial.

Pelaksanaan pembelajaran menggunakan media pembelajaran katak lompat sangat efektif digunakan. Banyak kelebihan dari media pembelajaran ini. Pertama, media pembelajaran konkret memudahkan siswa memahami materi pembelajaran Matematika, yang sebagian besar merupakan angka- angka abstrak.

Kedua, media pembelajaran mampu mengaktifkan siswa ketika di kelas, sehingga pembelajaran tidak monoton. Ketiga, guru dan siswa mampu berfikir kritis dan inovatif. Keempat, perolehan hasil pembelajaran yang semakin baik, yaitu sebanyak 80% siswa mendapatkan nilai di atas KKM. Kelima, meningkatkan rasa percaya diri pada siswa dan guru. (unw1/ton)

Guru Kelas VI SDN Kemawi, Kec. Somagede, Kab. Banyumas

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya