alexametrics

Asyiknya Belajar Perkalian dengan Jarimatika

Oleh : Anisatun Nazilah, S.Pd.I.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bagi sebagian anak, pelajaran Matematika merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang kurang disukai. Bahkan, bagi beberapa anak pelajaran Matematika menjadi sebuah mata pelajaran yang membosankan, sulit, bahkan ditakuti.

Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi seorang guru untuk mencari solusi agar anak didiknya tidak takut lagi terhadap pelajaran Matematika, bahkan menjadikan pelajaran Matematika sebagai pelajaran yang menarik bagi anak didiknya.

Selain harus menguasai materi, seorang guru juga harus mampu menanamkan konsep yang benar. Setelah konsep tersebut dapat dipahami oleh anak didik, ada kalanya seorang guru juga perlu memberikan trik cara cepat agar anak didik dapat mengerjakan soal seefisien mungkin.

Terutama ketika anak didik mengerjakan soal dengan pembatasan waktu seperti saat Penilaian Harian, Penilaian Akhir Semester, maupun saat Ujian Sekolah bagi kelas VI.

Bagi anak didik kelas IV, perkalian merupakan salah satu materi dasar yang sudah harus dikuasai. Penguasaan terhadap materi perkalian akan memudahkan anak didik dalam menguasai materi pelajaran Matematika tahap berikutnya.

Baca juga:  Creative Problem Solving Berbantuan Live Worksheet

Hal inilah yang menjadi masalah yang dialami penulis di MI Muhammadiyah Tanjungsari dalam menyampaikan materi yang membutuhkan penyelesaian menggunakan perkalian.

Salah satu materi yang melibatkan perkalian adalah menentukan keliling dan luas bangun datar. Hal ini terkadang dianggap sulit oleh anak didik karena masih rendahnya kemampuan dalam menentukan hasil perkalian bilangan.

Agar anak didik dapat dengan mudah menyelesaikan soal yang melibatkan operasi perkalian, penulis memilih teknik menghitung perkalian bilangan menggunakan metode jarimatika.

Jarimatika adalah cara berhitung menggunakan jari yang ditemukan oleh Septi Peni Wulandari beberapa tahun silam. Dengan metode ini anak didik pada tingkat Sekolah Dasar dapat menghitung penjumlahan, pengurangan, dan perkalian tanpa coretan di atas kertas bahkan dengan waktu yang cepat. Anak didik dapat menentukan hasil operasi hitung terutama pada operasi perkalian dengan menggunakan jari – jari tangan.

Baca juga:  Solusi Tepat PJJ Matematika melalui Google Classroom

Cara menyelesaikan soal yang mengandung operasi hitung perkalian, khususnya untuk perkalian sembilan adalah sebagai berikut : Pertama, bukalah kedua telapak tangan hingga kesepuluh jari tangan berdiri sempurna. Kedua, berilah angka mulai dari satu sampai sepuluh pada setiap ujung semua jari tangan secara urut dari jempol kiri ke kanan.

Ketiga, lipatlah jari yang akan dikalikan dengan angka sembilan, misalnya untuk menentukan hasil 6 x 9 dapat dilakukan dengan cara melipat jari yang bertuliskan angka 6. Sedangkan untuk mengetahui hasilnya kita dapat menghitung jumlah jari yang berada di sebelah kiri jari yang dilipat yaitu ada 5 dan menghitung jumlah jari yang berada di sebelah kanan jari yang dilipat yaitu ada 4.

Jumlah jari yang berada di sebelah kiri jari yang dilipat dijadikan sebagai hasil puluhan, dan jumlah jari yang berada di sebelah kanan jari yang dilipat dijadikan sebagai hasil satuan, sehingga diperoleh jumlah 54. Dengan demikian, 6 x 9 hasilnya adalah 54. Mudah bukan?

Baca juga:  Menumbuhkan Literasi Matematika Peserta Didik melalui Problem Based Learning

Dengan metode jarimatika yang penulis paparkan di atas diharapkan anak didik yang masih mengalami kesulitan dalam menentukan hasil perkalian terutama pada perkalian bilangan sembilan dapat diatasi.

Selain itu anak didik juga dapat menyelesaikan soal operasi perkalian dengan waktu yang lebih cepat sehingga dapat mengerjakan soal tepat waktu. Dan yang terpenting adalah anak didik tidak merasa takut lagi menghadapi pelajaran Matematika yang berkaitan dengan operasi perkalian, bahkan pembelajaran pada operasi perkalian akan menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi peserta didik. Pembelajaran menyenangkan merupakan suasana pembelajaran yang berlangsung dengan menyenangkan dan mengesankan, sehingga menarik minat peserta didik untuk terlibat aktif, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai (Ismail, 2008: 47). (unw1/ton)

Guru Kelas MI Muhammadiyah Tanjungsari, Kec. Tersono, Kab. Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya