alexametrics

Pembiasaan Keagamaan Membentuk Sikap Religius Warga Sekolah

Oleh : Mutasaroh, S.Ag.S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sekolah berperan penting dalam membentuk kepribadian dan tingkah laku moral anak, dengan menanamkan nilai-nilai agama agar tercipta iman yang religius pada anak. Tentu saja sikap ini harus dimiliki guru sebagai sosok yang diidolakan siswa. Bagaimana guru bersikap dan bertutur kata di depan siswanya.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut di SDN Gebangsari 02 mengadakan kegiatan yang bernafaskan kegiatan religius.

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 tahun 2003 bab I pasal 2 dikatakan pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional menegaskan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Baca juga:  Menggairahkan Belajar IPA melalui PBL dengan Yel-Yel

Dengan pendidikan, manusia akan dapat membedakan antara tindakan yang baik dan buruk. Khususnya di kalangan pelajar. Sesuai hasil pengamatan penulis ketika pra-riset dan menurut pendapat dari para guru SD Gebangsari 02, ada beberapa peserta didik yang memperlihatkan sikap kurang terpuji dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Seperti tidak jujur saat peserta didik mengerjakan ulangan.

Kurangnya rasa hormat kepada guru. Melihat kenyataan seperti ini siapa yang harus disalahkan?

Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa peserta didik, yang menunjukkan merosotnya karakter guru dan peserta didik dari segi kereligiusan, seperti: rendahnya pengetahuan dan pemahaman dalam membaca Alquran.

Kurangnya kesadaran guru dan peserta didik untuk belajar membaca Alquran ketika di luar sekolah. Ini terbukti dari hasil wawancara terhadap beberapa peserta didik yang dianggap belum bisa dalam membaca ayat Alquran dan mengaku tidak mengaji ketika di rumah.

Mengenai pembiasaan keagamaan ada tiga pihak yang dapat mendukung terbentuknya karakter religius yaitu keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.

Baca juga:  Pelajari Kolonialisme dan Imperialisme dengan Kartu Berpasangan Berbantu

Pertama pihak keluarga. Keluarga artinya beberapa guru, siswa, dan tenaga kependidikan di lingkungan keluarga harus mampu menciptakan suasana religius. Upaya-upaya yang dapat mendukung terbentuknya karakter religius untuk guru pertama, tentu harus mempunyai motivasi yang tinggi untuk mengubah sikapnya yang kurang religius menjadi lebih religius.

Karena guru menjadi cerminan sikap untuk peserta didiknya. Yang kedua, ada yang memberi arahan bisa dilakukan anggota keluarga guru tersebut agar mereka bisa berlaku selayaknya guru yang bersikap religius.

Apabila di sekolah tentu kepala sekolah berperan penting untuk bisa diajak berdiskusi mencari solusi atau rekan sejawat untuk berbicara dari hati ke hati agar tidak terjadi miskomunikasi.

Untuk siswa yaitu keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Pertama pihak keluarga adalah pendidikan yang pertama anak mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang agama dari orang tua, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga.

Kedua, sekolah. Pendidikan di sekolah seharusnya terintegrasi dalam semua mata pelajaran dan kegiatan. Semua guru wajib memerhatikan dan mendidik siswa agar memiliki akhlak yang lebih baik. Persyaratan utama yang harus dimiliki guru dalam mengembangkan karakter siswa adalah berkarakter baik. Menunjukkan perilaku yang baik, dan memberikan perhatian kepada siswa.
Ketiga, lingkungan.

Baca juga:  Mendidik Anak, Bagai Mengukir di Atas Batu

Lingkungan juga mempunyai peran yang penting karena setiap siswa juga hidup di kalangan masyarakat yang bermacam-macam akhlak dan sifatnya. Pembiasaan keagamaan dilaksanakan di SD Gebangsari 02. Kegiatan keagamaan adalah program yang dibentuk sekolah untuk meningkatkan kualitas akhlak peserta didik.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dan setelah kegiatan belajar mengajar untuk salat duhur berjamaah. Dimulai dari istighotsah setiap Jumat, doa sebelum belajar, membaca Asma’ul Husna, baca tulis Alquran (BTA).

Hafalan surat-surat pendek atau juz amma, dan salat dhuhur berjamaah saat selesai belajar mengajar. Program ini diharapkan dapat membentuk karakter religius siswa agar berakhlaqul karimah. (ips1/lis)

Kepala SDN Gebangsari 02 Genuk, Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya