alexametrics

Meningkatkan Kreativitas Belajar IPA Berbasis Kearifan Lokal

Oleh : Sri Hartini, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan proses tanpa akhir yang diupayakan oleh pendidik terhadap anak didiknya dalam upaya meningkatkan kesadaran dan keilmuan agar anak didiknya secara aktif mengembangkan potensi dalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia serta ketrampilan diri.

Pendidikan dan kebudayaan merupakan sesuatu yang selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari karena budaya merupakan kesatuan dan menyeluruh yang berlaku dalam suatu masyarakat.

Budaya menurut Gondwe dan Nancy (2014) merupakan sistem kompleks yang memiliki nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan dan praktek yang dibagi, dibuat dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Pemanfaatan budaya dapat menumbuhkan kesadaran diri dalam menjaga kelestarian alam.

SMP Negeri 6 Satu Atap Banjarnegara terletak di pegunungan sebelah selatan Banjarnegara yang berbatasan dengan Kebumen yang berupa dataran tinggi dengan ketinggian kurang lebih 290 dpl.

Lahan banyak ditanami dengan pohon aren, salak pondoh serta singkong yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Lingkungan alam sekitar menjadi sumber dalam pembelajaran IPA.

Baca juga:  Microsoft Sway Jadi Alternatif Pembelajaran IPA saat Pandemi

Salah satu strategi pembelajaran yang dikembangkan berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada. Lokal yang dimaksud adalah pembelajaran ini memanfaatkan lingkungan tempat peserta didik berdomisili, hidup dan dibesarkan pada sutu kelompok masyarakat, adat tertentu yang memiliki suatu sistem nilai budaya dan kearifan lokal.

Kearifan lokal adalah semua bentuk pengetahuan, pemahaman dan wawasan serta adat kebiasaan atau etika. Contoh kearifan lokal disini diantaranya menjaga kelestarian hutan dengan tidak menebang pohon, menanam tanaman obat-obatan, penyerbukan bunga salak pondoh, pembudidayaan ikan lele, menanam pohon buah di lingkungan sekitar rumah serta pembuatan gula aren.

Pembelajaran berbasis budaya lokal merupakan penciptaan lingkungan belajar dan perancangan pengalaman belajar yang mengintegrasikan budaya lokal sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Baca juga:  Brainstorming, Solusi Menggali Ide Kreatif Tanpa Batas

Pembelajaran yang berbasis budaya lokal, budaya diintergarsikan sebagai alat bagi proses belajar untuk memotivasi siswa dalam dalam mengapliklasikan pengetahuan. Suastra (2005) mengatakan bahwa nilai-nilai yang dianut masyarakat asli penuh dengan nilai kearifan lokal.

Pemakaian budaya lokal dalam pembelajaran sangat bermanfaat bagi pemaknaan proses dan hasil belajar karena peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang kontekstual. Siswa diharapkan tumbuh rasa dan menghargai warisan leluhur secara bijaksana sehingga dapat berdampak pada kemampuan belajar siswa di sekolah.

Pada saat belajar IPA, informasi dari lingkungan yang memiliki kesamaan dengan konsep pengetahuan ilmiah yang sedang dipelajari di sekolah berpeluang mendapatkan perhatian besar dalam memori siswa. Pengungkapan gagasan masyarakat yang bersifat lokal kedaerahan dapat menguatkan hakekat belajar bermakna dan mendorong setiap siswa di sekolah bersifat bijaksana, penuh kearifan sehingga dapat memecahkan permasalahan hidup dengan mengkombinasikan olah pikir dan olah hati.

Baca juga:  Pembelajaran Report Text melalui Letter In The Bottle

Budaya yang berkembang di masyarakat secara jelas mampu menjaga keseimbangan lingkungan yang dijadikan bahan dalam pembelajaran IPA. Siswa ketika belajar IPA tetap mengutamakan pengkajian konsep dasarnya, kearifan lokal diungkap sebagai bagian untuk menguatkan pelaksanaan pendidikan karakter dan revolusi mental siswa.

Kearifan lokal dapat dipergunakan bagi guru untuk proses belajar mengajar IPA di sekolah. Dengan pembelajaran yang berbasis pada kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah akan mempermudah siswa dalam mengkonstruksikan pemahamannya.

Kearifan lokal perlu diintegrasikan dalam pembelajaran IPA agar kearifan lokal tidak terkikis oleh arus globalisasi.

Penggunaan kearifan lokal dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kearifan lokal hanya akan abadi jika kearifan lokal terimplementasikan dalam kehidupan konkret sehari-hari sehingga mampu membangun identitas dan karakter siswa berbasis budaya. (rs1/ton)

Guru IPA SMP Negeri 6 Satu Atap Banjarnegara

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya