alexametrics

Optimalkan Keaktifan Belajar PPKN melalui Metode NHT

Oleh : Cipto Waluyo, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kurikulum 13 membuka kesempatan seluas-luasnya untuk guru berkreasi dan berinovatif dalam menyajikan materi pelajaran.

Menjadi peluang bagi guru untuk menerapkan pembelajaran yang menyenangkan. Sering terjadi, guru sudah menyajikan skenario pembelajaran dengan sangat baik, namun pada akhir skenario, tujuan dari pembelajaran tidak mengena.

Metode pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) pertama kali dikembangkan oleh Spenser Kagen tahun 1993. Model NHT merupakan teknik yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide, mempertimbangkan jawaban yang paling tepat dan mendorong siswa untuk meningkatkan kerjasama mereka.

Metode pembelajaran ini diterapkan dengan cara memberikan nomor secara acak kepada siswa yang nomor tersebut akan dikenakan di kepala sebagai mahkota. Guru akan memanggil siswa dengan nomor tertentu kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan mencoba menjawab pertanyaan. S

alah satu keunggulan metode pembelajaran ini adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling mempertimbangakan jawaban yang paling tepat dan melatih siswa untuk bertanggungjawab dengan tugasnya dengan suasana yang menyenangkan.

Baca juga:  Menberdayakan Siswa Berkemampuan Lebih untuk Mengatasi Akar Pangkat Tiga

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi kelas yang telah penulis ampu sebelumnya, terdapat kendala yang dialami ketika kegiatan pembelajaran berlangsung.

Seperti kurangnya fasilitas, kurangnya kesadaran tentang perbedaan siswa, kurang adanya interaksi ketika bekerja kelompok, siswa cenderung kurang antusias selama pembelajaran, siswa mudah bosan dengan mata pelajaran yang identik dengan hafalan.

Menurut pengamatan siswa kurang aktif ketika berkerja kelompok, siswa tidak begitu menyukai interaksi cenderung mengerjakan tugas kelompok secara individu.

Bahkan ada siswa yang tidak perduli siswa yang lain mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama tidak ada tanggung jawab siswa dan mereka beranggapan hanya ketua kelompok yang bertanggung jawab ketika mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

Menurut Suprijono (2010:54) pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan guru.

Baca juga:  Berpikir Kritis dan Kreatif dengan Penilaian Kinerja Berorientasi HOTS

Metode NHT melatih siswa untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu teknik ini mendorong siswa untuk meningkatkan kerjasama mereka disamping itu bisa meningkatkan rasa tanggung jawab siswa karena pada proses pembelajaran setiap siswa harus mengusai materi dan bisa memjawab pertanyaan sesuai nomor yang diinginkan guru.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan jika pembelajaran dikembangkan dengan metode ini adalah nomor yang akan dijadikan mahkota oleh setiap siswa dan lembar kerja kelompok.

Sebagai guru kelas VI di SDN 02 Lemahabang, metode pembelajaran tipe NHT diterapkan guna menghindari siswa yang kurang interaksi, tidak aktif ketika bekerja kelompok, kurang antusias selama pembelajaran, mudah bosan dengan mata pelajaran yang identik dengan hafalan dan meningkatkan hasil prestasi siswa pada pembelajaran PPKN materi nilai-nilai dalam Pancasila khususnya di kelas VI SDN 02 Lemahabang.

Baca juga:  Termudah dan Simple, Pembelajaran melalui WhatsApp

Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran ini adalah guru membagi siswa ke dalam kelompok 3-5 orang kepada setiap anggota kelompok diberi nomor 1-5. Guru mengajukan sebuah pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan dapat bervariasi Siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu dan meyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban tim.

Setelah melaksanakan pembelajaran dengan metode pembelajaran NHT menemukan bahwa proses yang baik dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan pembelajaran sebelumnya. ketika model ini diterapkan pada kelas VI yang lain ternyata proses dan hasil belajar siswa sama baiknya.

Metode NHT dapat mendorong anak agar giat dan bersemangat belajar. Oleh sebab itu kita sebagai pendidik mampu menyampaikan materi dengan baik dan bisa dipahami oleh anak didik kita. (rs1/ton)

Guru Kelas VI SDN 02 Lemahabang, Kec. Doro, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya