alexametrics

Mutu Pendidikan Meningkat, Kompetensi Peserta Didik Juga Meningkat

Oleh : Rini Sudarwati S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEBERHASILAN sistem pendidikan seharusnya lebih mengutamakan dan memfokuskan pencapaian kompetensi peserta didik. Hal itu meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Terlebih pada era transformasi pendidikan abad ke-21, peran guru benar-benar sangat diutamakan. Bahkan menjadi alat ukur untuk mengetahui ketercapaian kompetensi yang harus dikuasai peserta didik.

Maka, guru tidak hanya memotret hasil belajar kognitif saja pada peserta didik, sebagaimana yang terjadi dalam ujian nasional. Namun harus bisa memotret hasil belajar, sosial, dan emosional.

Termasuk di dalamnya sikap, nilai keyakinan, serta perilaku yang dapat memprediksi tindakannya dan kinerja peserta didik di berbagai konteks yang relevan yang sesuai dengan tingkat kemampuannya.

Bahkan, profil pelajar Pancasila juga menjadi rujukan pencapaian karakter bagi seluruh peserta didik di Indonesia. Karena profil pelajar Pancasila ini merangkum serangkaian kecakapan hidup abad ke-21.

Baca juga:  Meningkatkan Pemahaman Perencanaan Karir melalui Layanan Informasi Karir dengan Google Meet

Karakter pelajar Pancasila yaitu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinnekaan global, berpikir kritis, kreatif, mandiri, dan gotong royong.

Untuk itu, guru harus menerapkan proses pembelajaran yang fokus pada pengembangan kompetensi. Hal ini untuk meningkatkan mutu sistem pendidikan yang berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik di sekolah.

Hasilnya dapat diukur dari pemahaman konsep dalam berbagai konteks. Dengan demikian, tentunya guru harus menguasai pembelajaran yang fokus pada pengembangan kompetensi. Guru harus lebih menguasai pemahaman secara mendalam terhadap konsep yang diberikan kepada peserta didik di berbagai konteks.

Terpenting lagi, guru perlu mengolaborasikan antara kecakapan abad ke-21 dengan profil pelajar Pancasila, guna mencapai kompetensi peserta didik dan peningkatan mutu pendidikan.

Baca juga:  Menanamkan Kedisiplinan pada Siswa secara Daring melalui Pembelajaran PPKn

Maka praktik pembelajaran pun sedikit demi sedikit perlu diubah dari pembelajaran yang berbasis konten, menuju pembelajaran yang berbasis kompetensi. Di sini kompetensi diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan tugas atau pekerjaan dengan baik dan efektif. Maka guru harus benar-benar mampu dan menguasai konsep, pengetahuan, keterampilan, dan dapat mendemonstrasikan proses pembelajaran dengan benar dan tepat.

Karakteristik utama dari pembelajaran berbasis kompetensi adalah fokusnya pada tingkat penguasaan. Tantangan bagi guru pada pembelajaran berbasis kompetensi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi tahapan-tahapan kompetensi dasar.

Sedangkan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan memberikan motivasi kepada peserta didik agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik serta bersungguh-sungguh, taat peraturan, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Guru juga harus mengajarkan peserta didik tentang bagaimana bersikap yang baik dan benar.

Baca juga:  Penurunan Motivasi dan Keaktifan Siswa selama Pembelajaran Daring

Sebenarnya sangat tak mudah untuk menjadi seorang guru. Karena tugas guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik agar bisa. Peran guru di sekolah adalah menjadi orang tua kedua bagi peserta didiknya. Oleh karenanya, sifat dan sikap guru harus cerdas, baik, bijaksana, dan sopan santun. Karena pada dasarnya, guru dijadikan contoh tauladan bagi peserta didiknya dan sebagai pentransfer ilmu dan keterampilan-keterampilan lainnya.

Guru yang professional, dapat mengatur kegiatan belajar secara efektif dan efisien, sehingga menghasilkan peserta didik yang cerdas, pintar, berwawasan, dan religius. Guru cerdas, guru yang dapat bergerak dengan cepat. (ips2/ida)

Guru PPKN SMPN 13 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya