alexametrics

Darling, Solusi untuk Pembelajaran Masa Pandemi

Oleh : Pujiyanto Slamet, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wabah penyakit korona (Covid-19) sangat berdampak besar pada semua aktivitas manusia. Dunia pendidikan pun sangat terasa sekali dampak wabah tersebut.

Sudah hampir dua tahun pelajaran, anak-anak dikurangi aktifitasnya di sekolah. Mereka harus belajar di rumah.

Sangat sedikit bertatap muka dengan wali kelas masing-masing. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi penularan wabah korona yang merajalela. Jika hal tersebut terus-menurus terjadi, maka akan berakibat kualitas pendidikan menurun.

Hal tersebut juga dialami di SD Negeri Soronalan 2, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Secara teori memang pembelajaran dapat dilakukan melalui daring. Bahkan untuk mendukung program tersebut tidak sedikit dana yang dikucurkan oleh pemerintah dalam bentuk bantuan kuota internet yang disalurkan bagi tenaga pendidik dan siswa.

Namun kendala dalam proses pembelajaran masa pandemi melalui daring tidak teratasi secara keseluruhan. Proses daring tentunya harus didukung dengan berbagai macam faktor, terutama sarana yang digunakan untuk proses daring tersebut.

Baca juga:  Pembelajaran Lari Jarak Pendek dengan Permainan Lari Bola Keranjang

SD Negeri Soronalan 2 sekolah yang notabene berada di daerah pelosok, tepatnya di kaki Gunung Merbabu. Perekonomian masyarakat yang hampir semuanya petani memiliki tingkat ekonomi di bawah rata-rata, sehingga sebagian besar dari siswa tidak memiliki handpone.

Belum lagi kondisi geografis yang berada di kaki gunung sehingga sinyal belum begitu memadai. Hal tersebut tentunya menjadi masalah tersendiri dalam proses pembelajaran daring. Sehingga dibuatlah kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran secara darling.

Pembelajaran darling merupakan kombinasi pembelajaran antara daring dan luring. Pembelajaran secara daring adalah pembelajaran yang dilakukan melalui jaringan, atau yang banyak dikenal masyarakat ialah pembelajaran menggunkan internet.

Bonk Curtis J (2020) secara tersirat menyampaikan dalam survei Online Training in an Online World, bahwa konsep pembelajaran online sama artinya dengan e-learning. Sementara menurut The Report of the Commission on Technology and Adult Learning (2001) dalam Bonk Curtis J (2002:29), e-learning as ,“instructional content or learning experiences delivered or enabled by electronic technology”.

Baca juga:  Lagu Bangun Timur Aktifkan Pembiasaan Positif di Masa Pandemi

Sehingga menurut pengertian yang dikemukakan, bahwasanya siswa dan guru memerlukan komunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Ibarat kata, komputer dengan internetnya, telepon dengan mesin fax-nya.

Menurut William (1990) online learning dapat dirumuskan sebagai “a large collection of computers in networks that are tied together so that many users can share their vast resources’ (Williams, 1999).

Pengertian online learning meliputi aspek perangkat keras (infrastruktur) berupa seperangkat komputer yang saling berhubungan satu sama lain dan memiliki kemampuan untuk mengirimkan data, baik berupa teks, pesan, grafis, maupun suara. Sedangkan pembelajaran luring adalah pembelajaran yang dilakukan secara luar jaringan, atau dengan kata lain pembelajaran yang dilakukan tanpa menggunakan jaringan internet. Juga dapat dikatakan pembelajaran secara offline.

Baca juga:  Kepala Sekolah Memotivasi Guru untuk Menulis

Pembelajaran di SD Negeri Soronalan 2 karena situasi pandemi sekarang ini maka menerapkan pembelajaran secara darling. Darling yaitu merupakan kombinasi dari daring dan luring. Pembelajaran secara daring dilakukan dengan menggunakan sarana yang ada secara terbatas, mengingat banyak siswa yang tidak memiliki handpone. Disamping itu masalah sinyal juga tidak terlalu mendukung, sehingga untuk pembelajaran tidak murni semua daring. Sedang pembelajaran luring dilakukan untuk memfasilitasi anak-anak yang tidak mempunyai sarana untuk daring. Sehingga mereka juga dapat pembelajaran sama dengan anak-anak yang memiliki sarana untuk daring. Biasanya dalam pembelajaran luring ini anak-anak secara bergantian mengambil tugas ke sekolah, dengan harus mematuhi protokol kesehatan. Kemudian dalam batas waktu yang telah ditentukan mereka mengumpulkan kembali tugas-tugas yang telah dikerjakan untuk di nilai. (pm1/lis)

Guru SDN Soronalan 2, Kec. Sawangan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya