alexametrics

Sumbangsih Medsos Menjadikan OSIS Eksis di Pemilos

Oleh: Dra.Sriyatun, M.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DI masa pandemi kegiatan Pendidikan dari tingkat TK sampai PT merubah strategi KBM yang biasanya tatap muka beralih ke blanded learning ataupun daring. KBM secara tatap muka terbatas harus memenuhi beberapa ketentuan seperti: mendapat ijin dari orang tua, mendapat persetujuan dari komite sekolah,mendapat persetujuan dari satgas covid, mengisi daftar kesiapan belajar. Sekolah sebagai lembaga pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan masa depan dengan cara mengembangkan potensi yang dimilikinya baik potensi akedemik maupun non akademik sebagai bekal untuk hidup di masyarakat. Bidang non akademik dapat berupa pengembangan bakat seni, kemampuan olah raga dan kemampuan kepemimpinan.

Kemampuan kepemimpinan akan diasah melalui OSIS .Menurut Malayu Hasibuan (2005: 24) organisasi adalah sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerjasama dalam tujuan tertentu. Bukti perhatian dan usaha pemerintah dalam membina kehidupan para peserta didik, maka ditetapkan “OSIS” sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasional. Jalur tersebut terkenal dengan nama “Empat Jalur Pembinaan Kesiswaan”,yaitu: organisasi kesiswaan, latihan kepemimpinan, kegiatan ekstrakulikuler dan kegiatan wawasan wiyatamandala. Menurut permendinas RI no 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan di sebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah berbentuk organisasi siswa intra sekolah dan merupakan organisasi resmi di sekolah.

Baca juga:  Menulis Teks Cerita Inspiratif dengan Batiks

OSIS SMPN 1 Ambarawa merasakan dampak pandemi covid-19 sehingga ada beberapa kegiatan yang sudah diprogramkan tidak dapat berjalan dengan lancar. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus OSIS periode 2019/2020 agar program tetap berjalan dengan baik sebagai contoh pemilihan pengurus OSIS untuk periode 2020/2021 yang tidak mungkin dilaksanakan secara luring.Tujuan diselenggarakan Pemilos adalah: melahirkan generasi penerus bangsa dan agama yang handal dan mampu melaksanakan tugas kemanusiaan semata-mata mengharap Ridho Allah SWT, melahirkan pengurus OSIS yang cerdas, kreatif dan bertanggung jawab untuk mengembangkan program OSIS di SMP Negeri 1 Ambarawa. Teknik pelaksanaan pemilos kolaborasi antara luring dan medsos.

Varinder Taprial dan Priya Kanwar (2012) berpendapat media sosial adalah media yang digunakan oleh individu agar menjadi sosial, atau menjadi sosial secara daring dengan cara berbagi isi, berita, foto dan lain-lain dengan orang lain. Alur pelaksanaan pemilos: Poster pendaftaran calon pengurus OSIS yang dipublikasikan melalui WhatsApp dan Instagram resmi SMP Negeri 1 Ambarawa.

Baca juga:  Tingkatkan Penguasaan Kemampuan Mendengarkan Bahasa Inggris Melalui Audio-Visual

Tahap pertama tes tertulis peserta didik yang telah mendaftar dikumpulkan di google classroom dan grup WhatsApp untuk mempermudah dalam komunikasi. Tahap ke dua pidato yang diikuti oleh 50 peserta didik yang telah lolos seleksi tahap pertama yang dilakukan secara online. Jumlah siswa yang terpilih untuk lanjut tahap ketiga adalah 37 peserta. Tahap ke tiga Wawancara dan Bakat dilakukan di sekolah secara langsung. Hasil diumumkan pada tanggal 6 November 2020 yaitu penentuan 28 siswa pengurus OSIS dan kandidat ketua OSIS. Kampanye pemilos dilakukan secara online dengan menyebarkan poster yang berisi visi dan misi, beserta voice note mengenai yel-yel setiap kandidat.

Kampanye dilaksanakan pada tanggal 10 – 14 November 2020 kandidat ketua OSIS melakukan rekaman orasi, dan diupload pada tanggal 14 November 2020 di instagram resmi sekolah dan share di group whatsapp. Pemungutan suara dilakukan secara online dengan menggunakan google form. Semua peserta didik diwajibkan menggunakan hak pilihnya dengan kesempatan satu kali. Pemungutan suara dilaksanakan tanggal 17 – 18 November 2020. 20 November 2020 pengumuman pemilos dengan hasil sebagai berikut: Rumaisha 299, Fadhil 135, Prihastomo 130 dan Rieke 127. Kegiatan di atas membuktikan medsos berperan dalam pemilos dan masa pandemi tidak menghalangi peserta didik belajar berdemokrasi memanfaatkan hak suaranya untuk memilih pemimpin dikepengurusan OSIS di SMP Negeri 1 Ambarawa. (ips2/zal)

Baca juga:  Keefektifan Puzzle untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa pada Pembelajaran IPS

Kepala SMPN 1 Ambarawa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya