alexametrics

Belajar Pantun secara Daring dengan Aplikasi Watshapp

Oleh : Ninik Tri Handayani S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 semakin membuat takut warga masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Setiap hari, data Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun yang dinyatakan positif kian melonjak. Kondisi ini, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar di rumah, mulai dari Sekolah Dasar (SD) atau yang sederajat, Sekolah Menengah (SMP/SMA) dan yang sederajat, dan Perguruan Tinggi (PT) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Lalu, bagaimana solusi pemerintah agar tujuan pembelajaran tetap tercapai meski diliburkan? Ya, inilah solusi terbaik yang bisa kita lakukan, yaitu belajar daring (online).

Salah satu pembelajaran yang dapat dilakukan pada kelas III SD Negeri 02 Doro, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, secara daring ialah belajar membuat pantun. Pembelajaran tersebut sangat baik diterapkan pada pembelajaran di rumah karena dapat meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak (siswa).

Baca juga:  Menghafal Ciri-Ciri Makhluk Hidup dengan Metode Bernyanyi

Pembelajaran dibuka dengan salam dan menanyakan kabar melalui grup whatsapp. Sebelum memberikan tugas untuk membuat pantun, penulis terlebih dahulu memberikan pengertian apa arti dari pantun dan jenis-jenis pantun melalui grup whatsapp. Pembelajaran daring melalui aplikasi whatsapp dipilih sebagai jalur pembelajaran yang akan diterapkan. Karena aplikasi tersebut sudah familiar di masyarakat, khususnya siswa-siswi.

Orang tua siswa merespon dengan baik pembelajaran tersebut. Bahkan sangat antusias menemani anak-anaknya pada saat membuat pantun tentang pandemi Covid-19. Mereka tidak kesulitan untuk mengikuti pembelajaran daring selama belajar di rumah karena media yang digunakan hanyalah whatsapp. Setelah semua tugas selesai siswa mengirim hasil pekerjaan melalui whatsapp, guru memberikan apresiasi berupa ucapan selamat dan pemberian nilai.

Baca juga:  Penerapan SAVI dalam Pembelajaran Matematika

Pembelajaran daring dalam membuat pantun jauh lebih kondusif dan kooperatif. Hal ini mungkin karena pengalaman belajar baru, sehingga menjadi hal yang menarik minat belajar siswa. Keterlibatan orang tua juga terasa karena mereka tidak ingin putra-putrinya terlambat dalam memahami konsep yang diberikan guru. Mereka cenderung ikut menyimak, membantu mengondisikan dan mendampingi putra-putri mereka dalam melaksanakan tugas belajarnya.

Nah, itulah trik yang dapat guru praktikkan agar pembelajaran di rumah terasa lebih mudah dan lebih menghemat biaya. Semoga bangsa Indonesia terbiasa menjadi bangsa yang rajin belajar dan mampu menciptakan generasi pembelajar yang cerdas, semoga pandemi Covid-19 di negara ini dan seluruh dunia segera berakhir. (ips2/ida)

Baca juga:  Belajar PKN Asyiik dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Guru SDN 02 Doro, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya