alexametrics

Belajar IPA Realistik dari Lingkungan Rumah di Masa Pandemik

Oleh: Fatimah,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN Jarak jauh (PJJ) yang bermakna banyak dilakukan seorang guru dengan berbagai cara pada masa pandemik ini. Pembelajaran bermakna terjadi ketika pembelajaran menghubungkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa dengan materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata sehari – hari.

Tantangan tersendiri bagi guru dan orang tua untuk bisa menjadikan rumah menjadi Pembelajaran Jarak Jauh yang menyenangkan bagi siswa. Apalagi dalam membelajarkan mapel IPA . Belajar IPA akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan hanya mengetahuinya. Dari pengalamannya diharapkan siswa dapat memahami IPA secara lebih mendalam dan dapat diingat dalam waktu yang relatif lama. Untuk itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut Jerome Brunner, belajar adalah proses yang bersifat aktif, yaitu siswa berinteraksi dengan lingkungannya melalui eksplorasi dan manipulasi obyek, membuat pertanyaan dan menyelenggarakan eksperimen (Sugihartono, dkk., 2007:111). Teori ini menyatakan bahwa cara terbaik bagi seseorang untuk memulai belajar konsep dan prinsip dalam diri siswa adalah dengan mengkonstruksi sendiri konsep dan prinsip yang dipelajari itu.

Baca juga:  Pembelajaran Menulis Surat Pribadi Menggunakan Metode EGP

Belajar dari lingkungan rumah justru bisa menjadi moment tepat agar bisa pembelajaran lebih bermakna. Dari benda – benda yang di dalam rumah, siswa akan lebih memahami materi yang akan diajarkan oleh guru. Dengan barang sederhana dan alat rumah tangga di dapur yang mudah ditemukan di keseharian siswa.

Penulis sebagai guru kelas V di SDN 1 Kebonadem Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal pada mata pelajaran IPA materi perpindahan kalor tidak hanya mengajarkan secara teori pengertian perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi saja, tetapi penulis mengajak siswa untuk mempraktekkan dengan memanfaatkan alat – alat yang didapur seperti sendok, gelas, panci dan air panas.Seperti contoh ketika penulis menjelaskan tentang perpindahan kalor secara konduksi, kegiatan pembuktian konsep itu siswa diminta memegang Tutup panci menjadi panas saat dipakai untuk menutup rebusan air atau contoh lain siswa bisa memperhatikan mentega meleleh ketika dipanaskan di wajan.

Baca juga:  Hakekat Wirausaha Bagi Siswa SMK

Kegiatan selanjutnya ketika penulis menjelaskan perpindahan panas melalui konveksi, penulis mengajak siswa memperhatikan gerakan naik dan turun air ketika dipanaskan atau bisa juga siswa memperhatikan gerakan naik dan turun kacang hijau, kedelai dan lainnya ketika dipanaskan. Sedangkan ketika menjelaskan perpindahan kalor secara radiasi, siswa bisa merasakan tubuh terasa hangat ketika berada di dekat sumber api atau bisa juga siswa diminta memegang pakaian yang menjadi kering ketika dijemur di bawah terik matahari. Kegiatan mengamati dapat dilakukan dengan bantuan orang tua. Disinilah peran orang tua sebagai pendamping belajar siswa dapat terlaksana. Peran orang tua secara maksimal dalam pembelajaran anak terutama membantu anak belajar dari rumah di antaranya memastikan anak belajar dengan aman dan memberi semangat anak untuk belajar secara aktif.

Hasil pengamatan langsung siswa, tanpa harus keluar rumah untuk memahamkan teori perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi dapat memberikan pengalaman belajar yang realistik bagi siswa. Karena dapat dibuktikan sendiri konsep perpindahan secara teori dan praktiknya.

Baca juga:  Sukses Membina Atletik dengan Pilar Kosim

Laporan kegiatan yang telah dilakukan siswa dirumah dapat disampaikan melalui foto/video yang dikirimkan melalui WAG paguyuban kelas. Dengan dipandu penulis siswa lain dapat memberikan tanggapan terhadap hasil presentasinya temannya. Tanggapan dapat berupa persetujuan ataupun pertanyaan. Setelah siswa mempersentasikan percobaannya, guru memberikan penguatan mengenai konsep perpindahan kalor yang telah dipelajari.

Pada akhir pembelajaran, siswa mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah mereka lakukan. Sebagian besar siswa mengatakan belajar IPA yang telah mereka lakukan dengan cara mempraktekkan langsung lebih mudah dipahami. Siswa juga merasa senang karena belajar IPA ternyata bisa juga dengan membantu orang tua di rumah. Tentunya orang tua disamping mendampingi putra putrinya belajar dirumah juga terbantukan pekerjaannya. (ips2/zal)

Guru SDN 1 Kebonadem, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya