alexametrics

Warming Up Lebih Menarik dengan Latihan Fartlek

Oleh : Ary Widiyatmoko, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di sekolah menjadi salah satu pembelajaran yang sangat berperan dalam upayanya untuk selalu menjaga stamina, kebugaran fisik serta mental. Peserta didik nantinya diharapkan dapat selalu siap dalam menerima beban akademik dari seluruh kurikulum yang diperolehnya di sekolah.

Permasalahan yang masih sering muncul saat pembelajaran PJOK yaitu banyaknya pemberian warming up yang masih kurang effektif. Banyak guru PJOK yang sekadar mencontoh dan meniru langkah gerakan warming up terdahulu. Sehingga tanpa disadari hal tersebut membuat peserta didik menjadi jenuh, bosan dan tidak lagi merasa bersemangat serta bersungguh-sungguh dalam melakukan tugas gerak. Oleh sebab itu, sangatlah dibutuhkan daya kreativitas seorang guru PJOK dalam memilih metode serta model warming up. Sehingga di warming up peserta didik sudah dapat merasakan manfaat latihan tersebut secara langsung.

Fartlek dalam olahraga adalah salah satu bentuk metode latihan. Berlari dengan kecepatan lari yang bervariasi, atau disebut “speed play” yang berarti bermain kecepatan yaitu latihan lari yang menggabungkan antara kecepatan dengan ketahanan. Prinsip dari latihan fartlek adalah memungkinkan tubuh beradaptasi dengan berbagai kecepatan lari, serta mengondisikan tubuh agar menjadi lebih cepat dan tahan untuk berlari dalam jarak yang lebih jauh dan waktu yang lebih singkat.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris dengan Puisi

Manfaat latihan fartlek adalah untuk meningkatkan daya tahan yang berdampak signifikan dengan peningkatan konsumsi oksigen secara maksimum dan denyut nadi normal saat istirahat. Kegiatannya adalah berlari secara terus menerus dengan kecepatan lari yang bervariasi. Di sini tubuh akan berusaha menyesuaikan kemampuan fisik dari waktu ke waktu, sehingga diharapkan dapat berlari lebih lama dengan kecepatan lari yang bervariasi.

Manfaat fartlek berikutnya adalah untuk meningkatkan kecepatan. Dengan memasukkan segmen latihan lari yang lebih dipercepat serta diubah kecepatannya, tubuh akan beradaptasi dengan latihan tersebut. Kecepatan juga akan terlatih seiring dengan kekuatan dan ketahanan fisik. Peserta didik pun secara individu dapat melatih dirinya mengetahui bagaimana menghindari rasa lelah. Dengan menambahkan kecepatan lari, peserta didik dapat mengukur sendiri seberapa jauh kemampuannya dalam berlarinya yang berawal dari gerakan lari lambat ke lari yang makin dipercepat dengan jarak yang diperpendek secara insentif sesuai kemampuan yang dimiliki.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Gerak Lokomotor dengan Metode Picture and Picture

Keuntungan lain dari latihan fartlek adalah dapat membantu meningkatkan kekuatan mental peserta didik. Sebagai misal dengan sedikit menambah beban kecepatan saat pencapaian suatu target jarak tertentu, secara tidak langsung akan menambah kuat mental untuk tidak mudah menyerah saat mengejar target. Semakin sering berlatih melewati batas rasa sakit saat berlari, maka akan semakin berpengaruh dalam peningkatan toleransi terhadap rasa sakit. Artinya peserta didik akan berlatih sabar dalam pencapaian tujuan meski harus menahan rasa sakit. Hal tersebut sangat bermanfaat, terutama sekali saat menghadapi kesulitan belajar yang mereka hadapi nantinya.

Latihan fartlek juga dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi. Peserta didik selain berlatih bagaimana mempertahankan kecepatan yang sekaligus berkonsentrasi untuk kapan mengubah-ubah kecepatan saat berlari, pembuatan interval inilah yang melatih peserta didik dapat mengatur serta berkonsentrasi dalam memperhitungkan kecepatan dan kekuatan yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Baca juga:  Mudahkan Pembelajaran PAI dengan Metode Make a Match

Kesimpulan dari artikel di atas, menyimpulkan bahwa latihan fartlek dapat menjadi salah satu opsi model latihan yang dapat dimasukan dalam kegiatan warming up saat pembelajaran PJOK. Selain lebih efektif, latihan tersebut juga memiliki banyak manfaat terhadap perkembangan peserta didik baik secara fisik maupun mental. Semoga artikel ini bisa menjadi sumber inovasi serta kreativitas khususnya bagi peserta didik maupun rekan-rekan pengajar PJOK. (ips2/ton)

Guru PJOK SMP Negeri 16 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya