alexametrics

Mengembangkan Pola Pikir Kritis pada Materi Meteorologi

Oleh : Anggara Budi Laksono, S.Kel

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini kegiatan belajar mengajar di sekolah dilaksanakan dengan menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di hampir semua sekolah menggunakan aplikasi pembelajaran daring seperti Google Classroom, Microsoft Meet, Ruang Guru, Quipper dan lain-lain.
Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini mengalami banyak kendala. Di antaranya peserta didik yang lokasi tempat tinggalnya di daerah terpencil mengalami kendala sinyal. Peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu mengalami kendala tidak mempunyai perangkat android dan masih banyak kendala yang lain.

Kendala pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang sangat beragam menuntut guru harus membuat inovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya. Guru dapat mencari alternatif supaya tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tersampaikan ke peserta didik. Dalam kondisi kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara daring guru tidak lagi sebagai sumber belajar.

Baca juga:  MMP Solusi Tepat Membelajarkan Huruf Hijaiyah

Menurut Association Educational Comunication and Tehnology AECT (As’ari, 2007) sumber belajar yaitu berbagai atau semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan peserta didik dalam belajar. Baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar.

Pembelajaran pada Kurikulum 2013 terutama pembelajaran pada era pandemi bukan lagi berpusat pada guru sebagai sumber belajar tetapi sudah berpusat pada peserta didik. Peserta didik bisa mencari sumber belajar selain guru. Pada pembelajaran materi meteorologi di kelas X Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan SMK Negeri 1 Giritontro peserta didik dapat mencari sumber belajar dari kejadian atau fenomena alam yang terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Baca juga:  ACT Mudahkan Siswa Merangkai Gagasan Menjadi Artikel

Udin Saripudin dan Winataputra (1999: 65) mengelompokkan sumber belajar menjadi lima kategori. Yaitu manusia, buku/perpustakaan, media massa, alam lingkungan dan media pendidikan. Karena itu sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang.
Pada kegiatan pembelajaran jarak jauh materi meteorologi supaya peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan dapat meminimalkan kendala bagi peserta didik guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari kejadian atau fenomena alam yang terjadi di daerah Wonogiri. Sebagai contoh peserta didik diberikan tugas mempelajari dan membuat laporan tentang fenomena alam yang terjadi beberapa waktu yang lalu yaitu terjadinya hujan selama beberapa hari di tengah musim kemarau.

Dengan mempelajari fenomena alam yang terjadi di lingkungan sekitar peserta didik dapat mengembangkan sumber belajar selain guru. Peserta didik dituntut untuk kreatif dan berpikir kritis dalam mencari sumber belajar secara mandiri. Dengan demikian peserta didik dapat mengembangkan pola pikir critical thinking, problem solving, communication, collaboration, dan creativity atau invention yang sangat dibutuhkan pada era industri 4.0 dan menjadi tuntutan dari Kurikulum 2013. Menurut Aqshadigrama (2018) pada pembelajaran era industri 4.0 guru hanya berperan sebagai fasilitator yang berpegang pada empat pilar pendidikan dari UNESCO yaitu pertama learning to know (belajar untuk mengetahui). Kedua learning to do (belajar untuk terampil melakukan sesuatu). Ketiga learning to be (belajar untuk menjadi seseorang), dan yang terakhir learning to live together (belajar untuk menjalani kehidupan bersama). (ips2/lis)

Baca juga:  Alternatif Siswa Curhat di Masa Pandemi dengan WhatsApp Pribadi

Guru Produktif NKPI SMKN 1 Giritontro, Kabupaten Wonogiri

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya