alexametrics

Terapkan Metode ATM dalam Menulis Puisi

Oleh : Dra Sri Mulyani Dwi Hastuti M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, TIDAK terasa saat ini kita sudah memasuki tahun kedua pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Semenjak Covid-19 menyebar di Indonesia, pemerintah bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk melaksanakan kegiatan PJJ. Tujuannya untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19, terutama pada anak-anak.
Pembelajaran di SMPN 15 Surakarta juga dilaksanakan melalui PJJ. Namun tidak serta merta bisa berjalan dengan baik. Ada beberapa hambatan dalam pelaksanaannya, bisa berasal dari guru, siswa, maupun sarana prasarananya. Hambatan itu juga terjadi dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada materi menulis puisi.

Peserta didik seringkali kesulitan ketika diharuskan menulis puisi. Salah satu kesulitannya adalah mengonkretkan ide. Peserta didik sebenarnya memiliki ide, tetapi mereka kesulitan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Salah satu cara untuk mengatasi kendala tersebut, peserta didik diminta untuk memvisualisasi ide yang bersifat abstrak menjadi tulisan yang bersifat konkret dengan mengaitkan pengalaman pribadi. Hal ini memudahkan siswa untuk menulis puisi karena berkaitan dengan pengalaman peserta didik sendiri. Siswa dapat menghidupkan ide yang abstrak tersebut ke dalam peristiwa atau pengalaman nyata (Tjahjono, 2011:104). Upaya ini harus difasilitasi guru dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai.

Baca juga:  Urutan Operasi Hitung dengan Tangga Operasi

Upaya yang digunakan guru untuk mengatasi kesulitan peserta didik dalam menulis puisi di SMP Negeri 15 Surakarta adalah menerapkan metode pembelajaran ATM. Metode ATM adalah metode pembelajaran berbasis pengalaman yang menekankan pada keikutsertaan dan keterlibatan siswa secara langsung pada materi yang dipelajari atau topik tertentu yang akan dikembangkan menjadi tulisan. Metode ATM memiliki tiga tahap, yaitu amati, tulis, dan modifikasi.

Tahap pertama, dalam metode ATM adalah tahap amati. Poin penting yang harus dilaksanakan dalam tahap amati ini adalah proses pengamatan terhadap isu-isu lingkungan yang terdapat pada lingkungan sekitar. Isu inilah yang akan dijadikan bahan untuk menulis puisi.

Tahap kedua, adalah tulis. Tahap tulis merupakan tahapan penting/pokok karena terdapat proses penulisan puisi yang menjadi esensi pembelajaran menulis puisi menggunakan metode ATM. Pada tahap ini, hasil proses pengamatan yang telah dilakukan, ditulis dalam bentuk poin-poin. Poin-poin ini merupakan acuan yang digunakan untuk menulis puisi. Masing-masing poin dikembangkan menjadi kalimat. Kalimat-kalimat ini merupakan kalimat yang belum sempurna yang akan dimodifikasikan dalam tahapan berikutnya.

Baca juga:  Meningkatkan Prestasi Belajar IPS melalui Pemberian Tugas sebelum Materi Diajarkan

Tahap ketiga, dalam metode ATM adalah tahap modifikasi. Esensi utama tahap modifikasi dalam matode ATM adalah proses pengubahan kalimat utuh menjadi larik puisi. Pengubahan tersebut berupa penghilangan kata, penambahan majas, penambahan kata baru, maupun proses pengubahan susunan kata dalam larik. Proses modifikasi ini dilakukan untuk memunculkan sisi estetis puisi.

Dengan menerapkan metode ATM ini, keterampilan menulis puisi peserta didk di SMP Negeri 15 Surakarta meningkat dan pembelajaran menulis puisi menjadi lebih menyenangkan. (dd1/ida)

Guru SMP Negeri 15 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya