alexametrics

Penanaman Budi Pekerti Anak Usia Dini pada Masa Pandemi

Oleh: Pemilya Trasnawati Rejeki, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ANAK adalah generasi penerus bagi suatu bangsa. Karena itu kondisi bangsa pada 20 sampai 30 tahun mendatang, banyak ditentukan oleh berhasil tidaknya pendidikan anak-anak yang saat ini dalam usia dini. Tujuan dari pendidikan bukan sekadar menjadikan seseorang cerdas otaknya dan mampu melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik, juga menciptakan sosok manusia yang berbudi pekerti luhur. Dengan demikian pendidikan bukan hanya untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak didik, melainkan juga menularkan nilai-nilai budi pekerti dan nilai-nilai kemanusiaan yang sifatnya umum.

Melalui proses semacam itu, anak didik diharapkan bisa memiliki rasa simpati, empati, menghargai kehidupan orang lain dan sebagainya, yang semua itu tercermin dalam tingkah laku serta aktualisasi diri, sejak usia dini hingga kelak menjadi dewasa.

Dalam dunia pendidikan, sangat penting untuk menanamkan budi pekerti pada Anak Usia Dini, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca juga:  Melalui Seni Melipat Kertas Tingkatkan Motorik Halus Anak Usia Dini

Menurut Zakiah Drajat (2001:171) tujuan tersebut hanya dapat dicapai melalui penanaman budi pekerti yang intensif dan efektif. Menanamkan budi pekerti pada Anak Usia Dini adalah salah satu dasar pendidikan yang harus ditanamkan dan dilakukan pada anak sejak dini, karena penanaman budi pekerti Anak Usia Dini menjadi tujuan utama setiap individu anak untuk tidak terpengaruhnya oleh keadaan zaman yang semakin berkembang.

Sebagai guru di TK Tunas Melati Manggung, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, kami menganggap sangat penting menanamkan nilai-nilai budi pekerti, utamanya nilai-nilai agama, pada anak usia dini. Sebab umur taman kanak-kanak adalah umur yang subur untuk menanamkan rasa agama kepada anak, umur pertumbuhan kebiasaan-kebiasaan yang sesuai dengan ajaran agama, melalui permainan dan perlakuan dari orang tua dan guru.

Sebagian besar taman kanak-kanak mempunyai permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan penanaman budi pekerti pada perilaku baik dan buruk anak usia dini. Contoh perilaku yang kurang baik yaitu anak tidak mematuhi pendidik pada saat proses belajar mengajar yang dilakasanakan di kelas maupun di luar kelas, bertengkar sesama teman, dan berkata kotor pada guru dan temannya. Perilaku-perilaku tersebut dapat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekolah.

Baca juga:  Belajar Tosin dengan Media Pop-up lebih Asyik

Kini karena dalam masa pandemi Covid-19, yaitu pembelajaran lebih banyak dilakukan dalam jaringan (daring), bentuk ketidakpatuhan antara lain tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan, tidak mau berangkat saat pembelajaran tatap muka terbatas, dan sebagainya. Begitupun saat ditelepon atau video call, anak tidak begitu merespon.

Terhadap anak tertentu yang kerap melakukan ketidakpatuhan, kami lebih sering lagi melakukan komunikasi baik telepon maupun videocall, dengan harapan ada perubahan ke arah yang lebih baik dari si anak. Bila perubahan yang terjadi tidak seperti yang kami harapkan, maka kami lanjutkan dengan kunjungan ke rumah (home visit). Saat home visit ini kami tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat, namun tetap bisa berkomunikasi dengan anak maupun orang tuanya. Dengan demikian kami bisa lebih memberikan pemahaman kepada anak, dan menitipkan kepada orang tuanya agar memperhatikan perkembangan budi pekerti si anak. Karena bila terlanjur sifat tersebut menetap, akan lebih sulit lagi melakukan perbaikan. Umumnya cara tersebut cukup efektif, terlebih anak yang memiliki sifat semacam itu biasanya tidak banyak dalam setiap angkatan.

Baca juga:  Modul, Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemik Covid-19

Dalam penanaman budi pekerti ini kami berharap agar anak tersebut menjadi anak yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri. Karena pendidikan sendiri sebagai sarana pelestarian moralitas sekaligus pengembangan tatanan kehidupan manusia yang memiliki peran dan fungsi yang sangat penting serta efektif. (*/zal)

Guru TK Tunas Melati Manggung, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya