alexametrics

Dengan Metode Take and Give, Materi Jadi Mudah Dipahami

Oleh : Mazidah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kelas VII merupakan awal mulanya peserta didik merasakan mulai adanya perbedaan dalam pembelajaran. Yang awalnya dari sekolah dasar memiliki satu guru kelas yang mengajar semua mata pelajaran, begitu masuk di bangku sekolah menengah pertama merasakan adanya perubahan yang akan berdampak pada psikologis peserta didik itu sendiri.

Kebimbangan, kekawatiran, ketidak percayaan diri akan muncul pada peserta didik di kelas tujuh. Itu wajar saja karena peserta didik mulai dan harus belajar untuk menyesuaikan diri di lingkungan yang baru. Baik dari segi gurunya, kurikulum, teman dan lingkungan sangat berpengaruh sekali. Dalam sistem pembelajaran pasti mengalami perubahan dratis.

Menghadapi situasi yang demikian guru yang mengajar di kelas tujuh mata pelajaran bahasa Jawa, menggunakan metode yang bisa diterima peserta didik. Tidak membuat peserta didik tegang karena penyesuaian cara belajar dengan sistem baru.

Guru sebagai pemegang kendali dalam pembelajaran harus pandai menarik perhatian peserta didik. Peserta didik akan lebih mudah memahami materi pelajaran kalau dirinya suka dengan gaya guru mengajar. Selain model, metode, dan alat pembelajaran yang menarik, media pembelajaran merupakan faktor penentu dalam penyajian pembelajaran.

Baca juga:  Korona vs Pembelajaran

Media merupakan sarana fisik yang dapat membantu terjadinya proses belajar. Segala sesuatu yang dapat merangsang pikiran, perasaan serta keterampilan siswa yang mendorong terjadinya proses pembelajaran. Dalam model pembelajaran take and give adalah materi yang mengandung informasi yang singkat, jelas dan padat. Hal ini dikarenakan model pembelajaran ini lebih menekankan pada unsur ingatan dengan materi yang ringan dan mudah serta membutuhkan pemahaman yang cepat. Pembelajaran model ini pun tidak memerlukan pemahaman materi dengan teknik pelajaran praktek maupun diskusi. Kelebihan model pembelajaran take and give yaitu peserta didik akan lebih cepat memahami penguasaan materi dan informasi karena mendapatkan informasi dari guru dan peserta didik yang lain. Serta dapat menghemat waktu dalam pemahaman dan penguasaan peserta didik akan informasi.

Baca juga:  TMT Tingkatkan Kesantunan Berbahasa

Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sistem pendidikan, tetapi ditentukan oleh mutu tenaga pengajar. Tenaga pengajar yang mampu memberikan pembelajaran kepada peserta didik sehingga lebih mengerti dan memahami pelajaran yang akan dipelajarinya.

Langkah yang dilakukan sebelum pembelajaran model take and give yaitu dengan menyiapkan beberapa kartu ukuran 10 x 15 cm untuk sejumlah peserta didik. Setiap kartu berisi nama peserta didik, bahan belajar (sub materi) dan nama yang diberi informasi, kompetensi dan sajian materi. Sedangkan langkah yang dilakukan guru sebelum pembelajaran yaitu guru menyiapkan kelas sebagaimana mestinya; Guru menjelaskan materi sesuai kompetensi yang sudah direncanakan selama 40 menit; Untuk memantapkan penguasaan siswa akan materi yang sudah dijelaskan, setiap peserta didik diberikan satu kartu untuk dipelajari (dihapal) selama 5 menit; Kemudian guru meminta semua peserta didik berdiri dan mencari teman pasangan untuk saling menginformasikan materi yang telah diterimanya. Tiap peserta didik harus mencatat nama teman pasangannya pada kartu yang sudah diberikan.

Baca juga:  Persilangan Dihibrid dengan Pohon Genetika

Demikian seterusnya sampai semua peserta didik dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing. Guru mengevaluasi keberhasilan model pembelajaran take and give dengan memberikan peserta didik pertanyaan yang tidak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain); Guru dan peserta didik membuat kesimpulan bersama mengenai materi pelajaran. Guru menutup pelajaran.
Suasana pembelajaran saat menerapkan metode ini memang ramai karena peserta didik akan tertawa saat mencari pasangan untuk saling mengnformasikan materi yang telah diterimanya. Keuntungan menggunakan model pembelajaran take and give ini peserta didik merasa nyaman dan senang dalam memahami materi pembelajaran dengan suasana yang berbeda dan serasa masih terbawa saat masih di sekolah dasar. Juga membantu peserta didik berinteraksi dengan berbagai sumber belajar dalam mendapatkan pengetahuan, keahlian dan keterampilan serta sikap yang menuju kepada perubahan tingkah laku baik secara kognitif, afektif dan psikomotorik. (rs1/lis)

Guru Bahasa Jawa SMPN 31 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya