alexametrics

Pembelajaran Matematika Aritmatika Sosial dengan Anchored Instruction

Oleh : Jumani S.Pd M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu permasalahan yang ada di dalam dunia pendidikan yaitu hasil belajar siswa yang masih tergolong rendah. Yakni, rendahnya hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran yang belum dimengerti oleh peserta didik. Karena guru mata pelajaran banyak yang tidak mampu membawa siswa belajar secara mandiri di dunia nyata. Guru masih banyak menggunakan metode konvensional dalam menyampaikan materi dan sedikit menggunakan media pembelajaran sebagai perantara untuk menyampaikan materi.

Maka dari itu penulis menerapkan model pembelajaran yang belum banyak digunakan pendidik lain. Adalah Anchored Instruction yang menggunakan multimedia sebagai media pembelajaran. Di dalam model ini, peserta didik dibagi kelompok sehingga mereka bisa menyelesaikan masalah yang ada di dalam video secara kelompok dan menjelaskan secara individu.

Model pembelajaran Anchored Instruction adalah model pembelajaran berbasis multimedia yang menggunakan video sebagai sumber belajar. Siswa dapat menemukan masalah dalam video dan menyelesaikannya dalam kelompok masing-masing secara individu. Anchored Instruction dikembangkan oleh the Congnition and Technology Group at Vanderbilt (CTGV) di bawah arahan John Bransford.

Baca juga:  Asyik Pelajari Nada-Nada dengan Tutorial Penangkal Fals

Bransford (2009) mengatakan Anchored Instruction didasarkan pada teori kontruktivisme. Hal ini sebenarnya sebuah paradigma dalam Problem Based Learning (PBL) dan didasarkan pada model umum pemecahan masalah. Anchored Instruction telah diterapkan di tingkat sekolah dasar (SD) dalam membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan bahasa. Di sini guru terlibat dalam eksplorasi dan pembelajaran penemuan. Secara umum pembelajaran Anchored Instruction dan pembelajaran berbasis masalah sama. Hanya saja model pembelajaran Anchored Instruction menggunakan bantuan multimedia berupa video untuk menyampaikan permasalahnnya. Ini berbeda dengan model pembelajaran berbasis masalah hanya menggunakan media teks dalam penyampaian masalahnya.

Esensi dari Anchored Instruction adalah anchor atau menempatkan instruksi pada pemecahan masalah bermakna yang sesuai dengan konteks nyata. Model Anchored Instruction muncul untuk memecahkan kebutuhan guru yang meliputi, 1) keterbatasan waktu dalam menyelesaikan banyak materi, sehingga lebih cepat dalam proses pembelajaran. 2) Upaya untuk membuat informasi dan belajar lebih relevan, berguna dan bermakna. 3) Memberikan siswa penghargaan terhadap penguasaan materi umum. 4) Penerapan berbagai perspektif ketika pemecahan masalah. Model pembelajaran Anchored Instruction memungkinkan guru untuk bergerak dari penyalur ilmu menjadi motivator di dalam kelas ketika proses belajar mengajar berlangsung.

Baca juga:  Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Alat Peraga Sewa Kupu

Secara umum langkah-langkah pembelajaran Anchored Instruction pada Materi Aritmatika Sosial adalah sebagai berikut, 1) siswa dibentuk dalam beberapa kelompok. 2) Siswa diberikan sebuah masalah berbentuk cerita tentang materi Aritmatika Sosial yang disajikan dalam multimedia. 3) Siswa memecahkan masalah tersebut secara berkelompok dalam LKS yang telah disiapkan guru. 4) Perwakilan setiap kelompok mempersentasikan jawaban disertai dengan tanya jawab bersama guru. 5) Guru dan siswa membahas permasalahan materi Aritmatika Sosial yang telah dikerjakan dan menarik kesimpulan.

Dengan adanya langkah-langkah di atas, maka peran murid di dalam pembelajaran lebih banyak dari pada guru. Karena peserta didik dituntut untuk mencari sendiri masalah yang ada di dalam video. Setelah itu, hasil diskusi kelompok akan dipersentasikan di dalam kelas, guru hanya sebagai fasilitator dan pemberi masalah.

Baca juga:  Belajar Lagu Tradisional Makin Asyik dengan Tayangan Video

Kelebihan model pembelajaran Anchored Instruction materi Aritmatika Sosial adalah, 1) siswa dapat memecahkan masalah sendiri. 2) Mengembangkan pemahaman secara mendalam. 3) Meningkatkan kemungkinan untuk mentransfer pengetahuan pada situasi yang berbeda. Dan 4) meningkatkan kemampuan kolaboratif, kooperatif dan negosiasi siswa. (ips1/ida)

Guru Matetika SMP Negeri 1 Kaliwungu, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya