alexametrics

Pembelajaran Kreatif Matematika pada Masa Pandemi

Oleh : Tutik Wahyuningsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dipahami oleh siswa, sehingga menjadi ‘momok’ bagi sebagian besar peserta didik. Pernyataan tersebut sering kita dengar pada saat pembelajaran masih dalam keadaan normal. Saat guru dan peserta didik masih bertatap muka dan komunikasi dua arah dapat dilakukan tanpa banyak kendala. Pada masa pandemi ini, pembelajaran matematika mengalami banyak tantangan. Oleh karena itu dibutuhkan kreativitas guru agar peserta didik mampu menguasai kompetensi dasar.

Kebijakan belajar dari rumah mulai diterapkan pada tanggal 9 Maret 2020 setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran nomor 2 dan nomor 3 tahun 2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus diseas 19 (covid-19). Kebijakan tersebut membawa dampak positif yang instan, salah satunya adalah berkembangnya model pembelajaran berbasis digital secara maksimal di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga:  Aplikasi Wordwall pada Pembelajaran Struktur Jaringan Tumbuhan

Penggunaan metode pembelajaran yang kreatif sangat diperlukan pada pembelajaran daring mata pelajaran matematika, mengingat ada beberapa materi yang bersifat abstrak dan kompleks. Jenis metode pembelajaran matematika secara sederhana dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1) berdasarkan pemberian informasi, contoh metode ceramah dan tanya jawab; 2) berdasarkan pemecahan masalah, contoh metode diskusi; 3) berdasarkan penugasan, contoh metode latihan.

Penulis menerapkan metode pembelajaran kreatif tersebut pada mata pelajaran matematika kelas VII semester genap materi Aritmetika Sosial. Pada pertemuan pertama pembelajaran daring menggunakan teknik presentasi materi. Sebelum pelaksanaan KBM penulis membuat video pembelajaran tentang Memahami Keuntungan dan Kerugian. Kemudian video tersebut dimasukkan ke dalam Google Classroom (GC). Sehari sebelum pelaksanaan KBM, penulis menyampaikan informasi ke peserta didik tentang materi pelajaran, rangkaian kegiatan pembelajaran serta apa saja yang harus dipersiapkan oleh peserta didik melalui grup Whatsapp (WA) kelas.

Baca juga:  Bahan Alami Optimalkan Peran Guru dalam Penguasaan Konsep IPA Siswa di Masa PJJ

Pada saat pelaksanaan pembelajaran, peserta didik bergabung dalam Google Meet (GM), di sini penulis mengecek kehadiran siswa serta memberikan motivasi tentang perlunya karakter positif bagi peserta didik serta pentingnya materi pelajaran Aritmetika sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut berlangsung sekitar 10 menit. Kemudian peserta didik dipersilakan membuka GC untuk mempelajarai materi serta mengerjakan soal-soal latihan.

Jeda antara pertemuan pertama dan kedua dimanfaatkan penulis untuk mengecek tugas yang dikerjakan oleh peserta didik, serta menganlisis materi yang belum dikuasai oleh peserta didik. Penulis juga membuat video materi Menentukan Bunga Tunggal. Pada pertemuan kedua, pembelajaran daring menggunakan metode presentasi dan latihan. Aplikasinya pada saat meet, penulis memberikan apresiasi terhadap peserta didik yang sudah mengerjakan tugas dengan baik. Kemudian penulis menjelaskan penyelesaian soal yang sulit di papan tulis menggunakan bantuan kamera, sehingga peserta didik dapat memperhatikan proses penyelesaiannya. Kemudian peserta didik diminta untuk mempelajari materi menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep Aritmetika sosial.

Baca juga:  Belajar Matematika Anti Depresi di Tengah Pandemi

Pada pertemuan ketiga pembelajaran daring menggunakan metode presentasi, tanya jawab dan latihan. Guru meminta peserta didik yang sudah mengerjakan soal latihan dengan benar untuk menjelaskan ke teman-teman kelasnya. Penulis membuka ruang diskusi atau tanya jawab, lalu memberikan penjelasan tentang materi yang masih sulit dipahami oleh siswa.

Pembelajaran kreatif yang penulis lakukan menggunakan aplikasi WA, GC dan GM. Penulis menyadari bahwa hasil pembelajaran tersebut belum maksimal, namun penulis berkeyakinan harus tetap bergerak dan berusaha untuk melakukan inovasi lebih lanjut, sehingga peserta didik dapat memahami kompetensi dasar meskipun mereka belajar dari rumah. (ipa2/ton)

Guru Matematika pada SMP Negeri 42 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya