alexametrics

Model Discovery Learning Tingkatkan Keaktifan Belajar PPKn

Oleh : Kustiyah S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) termasuk pelajaran ringan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Namun tidak disukai dan dispelekan peserta didik. Terlebih lagi kalau ada materi yang sudah disampaikan di jenjang sebelumnya. Hal tersebut mengakibatkan peserta didik bosan, jenuh, dan tidak bisa konsentrasi dalam menerima materi. Peserta didik merasa bahwa dirinya sudah paham akan materi tersebut. Kondisi yang demikian ini sering membuat suasana kelas menjadi ramai, anak-anak ngobrol sendiri. Pembelajaran akan hidup ketika peserta didik berperan aktif. Keaktifan tersebut membuat peseta didik percaya diri, bisa bersikap sosial dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Pada masa sekolah merupakan sarana penting bagi peserta didik untuk belajar bersosialisasi. Interaksi yang terjadi menjadi tempat bagi peserta didik untuk belajar bernegosiasi, kompromi, dan bekerjasama. Pada masa itu kemampuan sosial-emosional dapat ditunjukkan dengan kemampuan seperti saling berbagi informasi menyelesaikan masalah menemukan pembelajaran. Kemampuan sosial-emosional ini akan terstimulasi dengan baik dalam berbagai kegiatan di lembaga pendidikan sekolah.

Baca juga:  Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika dengan Zoomet Prakas Dimaspande

Kegiatan yang bervariasi di tingkat SMP dapat menjadi wadah bagi peserta didik usia sekolah untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan kemampuan beradaptasi dengan teman sebaya dan lingkungannya. Jelas bagi kita bahwa PPKn bertujuan mengembangkan potensi individu warga negara. Untuk mencapai tujuan PPKn tersebut, seorang guru hendaknya mampu merancang pembelajaran di kelas secara kreatif dan inovatif. Keberprestasian seorang peserta didik dalam proses pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh guru yang baik atau kurikulum yang mantap saja namun juga ditentukan oleh model pembelajaran yang digunakan guru. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dan dapat membuat peserta didik tidak merasa bosan dalam belajar yaitu pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning.

Dalam mengaplikasikan model discovery learning, guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara aktif, guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar sesuai dengan tujuan Sardiman (2005:145). Kondisi seperti ini ingin mengubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented mengubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented. Dalam model discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, peserta didik dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengategorikan, menganalisis, mengintergrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan.
Pembelajaran dengan discovery learning dapat membantu guru dalam mengolah proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan efektif terutama memberikan kemampuan peserta didik dalam membangun kolaboratif dan memilki komitmen nilai yang tinggi dalam keaktifan belajar. Model pembelajaran juga dapat diharapkan dapat membuat peserta didik bekerjasama secara aktif, kreatif dan memahami materi pelajaran yang diajarkan sehingga prestasi belajar dapat meningkat.

Baca juga:  Mengasah Kepedulian Lingkungan Melalui Materi Iman Kepada Hari Akhir

Menurut Mulyono (2001:26), aktivitas artinya kegiatan atau keaktifan. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun nonfisik, merupakan suatu aktivitas. Aktivitas peserta didik selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan peserta didik untuk belajar. Aktivitas peserta didik merupakan kegiatan atau perilaku yang terjadi selama proses belajar mengajar. Kegiatan–kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, mengerjakan tugas–tugas, dapat menjawab pertanyaan guru dan bisa bekerjasama dengan peserta didik lain, serta tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran berupa hasil belajar. Dalam hal ini hasil belajar PPKn.

Baca juga:  Mudah Pahami Materi Pola Bilangan lewat Tayangan YouTube

Model pembelajaran discovery learning ini sudah penulis laksanakan di SMP Satu Atap Kaliombo kelas VII. Hasilnya, melalui model pembelajaran ini, dapat membuat peserta didik bekerjasama secara aktif, kreatif dan memahami materi pelajaran yang diajarkan sehingga prestasi belajar dapat meningkat.

Demikian, dalam proses pembelajaran, guru dapat menerapkan model pembelajaran discovery learning. Terutama dalam pelajaran PPKn sebaiknya membiasakan diri untuk menggunakannya karena penerapan model pembelajaran discovery learning sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dibandingkan menerapkan pembelajaran konvensional. (ips1/ida)

Guru PPKn SMP Satu Atap Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya