alexametrics

TGT Tumbuhkan Semangat Belajar IPS

Oleh : Sri Sunarti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam pembelajaran guru selalu dihadapkan pada problem dalam memberikan materi pelajaran kepada peserta didik. Suatu kenyataan bahwa di kelas terjadi keanekaragaman kemampuan siswa. Keanekaragaman kemampuan itulah akan membuat tingkat penguasaan belajar yang berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Pergeseran paradigma dari schooling ke learning, membuat guru merasa tertantang untuk mencari langkah-langkah bagaimana caranya membelajarkan siswa menjadi anak yang belajar aktif, kreatif, dan menyenangkan untuk menumbuhkan semangat belajar.

Pada pembelajaran IPS kelas VI SD Negeri Ngalian Kec. Tirto Kab. Pekalongan, banyak siswa yang mendapat nilai masih rendah pada Kompetensi Dasar 3.3 menganalisis posisi dan peran Indonesia dalam kerjasama di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, dan pendidikan dalam lingkup ASEAN. Hal tersebut yang memicu guru untuk mencari model pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa memahami konsep abstrak dalam pembelajaran IPS. Salah satu model pembelajaran yang diterapkan adalah TGT (Team Games Tournament). TGT adalah model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.

Baca juga:  Mantapkan Belajar Proklamasi dengan Metode Outside Circle

Slavin (2015:163) mendefinisikan TGT merupakan turnamen akademik, dan menggunakan kuis-kuis dan system skor kemajuan individu, dimana para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang kinerja akademik sebelumnya setara seperti mereka. Rusman (2014:224) mendefinisikan TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda.

Penerapan TGT dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerjasama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamika kelompok kohensif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskusi nyaman dan menyenangkan seperti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah, lembut, santun. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehingga terjadi diskusi kelas.

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar IPA melalui Metode Eksperimen

Langkahnya adalah sebagai berikut: Pertama, buat kelompok siswa heterogen terdiri dari 4 siswa,kemudian berikan informasi pokok materi dan tata cara kegiatan. Kedua, siapkan meja turnamen secukupnya misalnya 5 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara, meja 1 diisi siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-5 ditempati siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesepakatan kelompok. Ketiga, selanjutnya adalah pelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu tertentu (misal 5 menit). Siswa bisa mengerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja turnamen sesuai dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan (gelar) paling bagus,lebih bagus, bagus dan cukup bagus. Keempat, pada turnamen berikutnya sama, dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswa paling bagus dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. Kelima, setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan penghargaan kelompok dan individual. Model TGT ini biasa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. Penerapan TGT ini akan menumbuhkan semangat belajar siswa dalam pembelajaran IPS agar dapat lebih memahami konsep pembelajaran sehingga hasil belajar meningkat. (ti1/ton)

Baca juga:  Trik Jitu Menciptakan Suasana Kelas yang Asyik

Guru SD Negeri Ngalian Kec.Tirto Kab.Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya