alexametrics

Mudah Pahami Menghindari Perilaku Tercela dengan Metode Mind Map

Oleh : Mudrikah, M.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Manusia diberikan kesempurnaan dan kelebihan dibandingkan dengan makhluk yang lain. Manusia juga diberikan akal untuk berpikir, perasaan dan
nafsu. Sehingga sudah seharusnya memiliki akhlak yang baik. Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT. Tidak lain untuk membenahi akhlak manusia, sebagaimana juga diterangkan dalam Alquran surah Al Ahzab ayat 21 yang artinya, ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.“ Para nabi adalah seorang teladan dan menjadi imam maka kita harusmengikuti perilaku para nabi dalam seluruh aspek kehidupan. Hal itu harus dilakukan sebab kehidupan yang hakiki bagi kita adalah kehidupan yang
dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Peserta didik adalah generasi penerus, jika tidak dibekali dengan pendidikan yang baik akan mudah terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan, maka harus dibekali pendidikan ilmu agama, seseorang tanpa akhlak tidak akan ada artinya apa- apa, maka pendidikan akhlak harus diajarkan pada anak sejak dini, dengan pendidikan akhlak yang diterapkan, anak akan menjadi manusia yang bermoral dan bernilai segala perilakunya.
Pendidikan akhlak sangatlah diutamakan, maka tugas seorang guru tidak hanya mengajar tapi juga mendidik agar peserta didik menjadi manusia yang berakhlakul karimah.

Baca juga:  Meningkatkan Motivasi Literasi Fisika melalui STEM

Penulis sebagai guru MAN 5 Sleman, pada tahun ajaran 2020/2021 menemukan adanya peserta didik yang melakukan tindakan tidak terpuji. Ada beberapa peserta didik yang tidak mengikuti ulangan dan mengerjakan tugas dari guru, alasannya tidak punya kuota. Padahal dirinya punya kuota hanya untuk main game, diberi uang oleh orang tuanya untuk iuran kegiatan madrasah tidak dibayarkan semua. Pada saat pulang sekolah merokok di luar sekolah masih memakai seragam sekolah.

Beranjak dari permasalah tersebut, dalam kegiatan belajar mengajar, penulis menerapkan metode mind map sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan perilaku siswa ketataran yang lebih baik. Metode mind map sangatlah membantu terhadap masing-masing siswa untuk lebih mawas diri, dapat mengemukakan pendapat secara bebas, dapat membuat catatan kreatif sendiri-sendiri. Dapat menuangkan ide-idenya secara bebas, atau dapat mencatat materi-materi yang diberikan guru dengan menggunakan bahasanya sendiri, juga lebih fokus kepada inti materi.

Baca juga:  Pemanfaatan Akun belajar.id Sambut PTM melalui Pelatihan Google Workspace for Education

Menurut Miftahul Huda (2013:307) metode mind map adalah metode efektif untuk mengembangkan gagasan-gagasan melalui rangkaian peta-peta.
Adapun langkah-langkah dalam membuat mind map adalah sebagai berikut: mulailah dengan bagian tengah kertas kosong yang diletakkan secara
mendatar karena memulai dari tengah dapat memberikan kebebasan pad otak untuk menyebar ke segala arah.

Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral, karena gambar bermakna seribu kata dan membantu siswa menggunakan imajinasi. Gunakan warna, karena warna membuat mind map lebih hidup, menambah energi pada pemikiran kreatif dan menyenangkan. Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat yang berada di tengah, sehingga akan lebih mudah mengerti dan mengingat. Buatlah garis hubung yang melengkung, karena garis lurus akan membosankan otak. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis, karena kata kunci tunggal akan memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind map. Tambahkan gambar di seluruh mind map karena gambar lebih efektif mewakili kata, kalimat, atau ide yang ingin disampaikan dengan metode mind map menjadikan kegiatan belajar jadi lebih menyenangkan dan menghemat waktu.

Baca juga:  Meningkatkan Aktifitas Belajar PPKn di Masa Pandemi dengan Film Animasi

Serta meningkatkan kemampuan manajemen informasi, imajinasi, konsentrasi dan siswa akan lebih mudah menyajikan dan mengomunikasikan informasi, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Selain itu penggunaan metode tersebut juga akan sangat membantu dalam menyampaikan materi tentang mengindari akhlak tercela, tidak terkesan berat dan statis.

Guru tidak perlu lagi bersusah payah menjelaskan dengan suara yang lantang, siswa juga termotivasi dengan diajak berperan dalam belajar. (ipa2/lis)

Guru Akidah Akhlak MAN 5 Sleman, DIY

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya