alexametrics

Konseling Individu untuk Membangun Potensi Siswa

Oleh: Rini Purnowigati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KONSELING individu yaitu pertemuan antara konselor dengan seorang klien secara individual, di mana terjadi hubungan konseling bernuansa rapport (saling memahami dan mengenal tujuan bersama). Konselor akan berupaya member bantuan untuk mengembangkan pribadi klien agar klien dapat mengantisipasi permasalahan yang sedang dihadapi. Layanan konseling individu perlu diadakan di kalangan sekolah karena pada zaman milenial, banyak siswa yang mengalami permasalahan dalam perkembangan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Pembahasan tersebut bersifat mendalam, menyentuh hal-hal penting yang berhubungan dengan diri klien (bahkan tidak menutup kemungkinan menyangkut rahasia pribadi diri klien) bersifat luas meliputi berbagai sisi yang menyangkut permasalahan klien, tetapi juga bersifat menuju arah penyelesaian masalah.

Pemberian konseling individu kepada siswa atau konseli kelas 7C semester 2 SMP 3 Patebon yang menghadapi masalah dan membutuhkan bantuan dengan segera biasanya siswa atau konseli tidak mau berterus terang dengan permasalahannya. Sehingga sebagai guru bimbingan dan konseling harus pandai menggunakan strategi biar mau terbuka.

Baca juga:  Menanamkan Nilai-Nilai Demokrasi pada Siswa di Sekolah

Guru menjadi orang tua disekolah, guru yang mengatur, memfasilitasi, dan melindungi siswa selama pembelajaran. Jika masih ada siswa yang enggan terbuka dengan guru berarti perlu cara lain, guru perlu membuka komunikasi yang harmonis serta menurunkan emosional. Salah satu cara agar siswa atau klien mau terbuka terhadap guru yaitu diadakan layanan konseling individu sehingga guru mampu melakukan pendekatan dengan keterbukaan terhadap siswa atau klien. Layanan konseling individu akan membantu siswa yang mengalami masalah tertentu menyangkut perkembangan sesuai potensi yang dimiliki. Layanan yang diberikan bersifat segera karena dikhawatirkan dapat menghambat perkembangan dirinya, guru bimbingan dan konseling hendaknya menjalin hubungan yang harmonis, penuh keterbukaan terhadap siswa.

Konseling individu dengan menjalin hubungan yang harmonis dan penuh keterbukaan dapat memberikan perubahan dalam permasalahan siswa khususnya dalam perkembangan membangun potensi yang dimilikinya.

Baca juga:  Belajar Menyenangkan dengan TTS Lempar

Dengan konseling individu beban klien diharapkan dapat diringankan, kemampuan klien dapat ditingkatkan dan potensi klien dapat dikembangkan kapasitasnya menurut Rogers, konseling adalah serangkaian hubungan langsung antara konselor dengan konseli yang bertujuan untuk membantu individu (konseli) dalam merubah sikap dan tingkah lakunya (Hailen,2002:10). Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa konseling individu adalah proses bantuan yang terarah yang diberikan oleh konselor kepada konseli (individu) dengan menciptakan kondisi yang kondusif agar konseli atau individu dapat berkembang sesuai dengan usia perkembangan.

Potensi diri adalah kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal oleh seseorang. Potensi diri juga dapat diartikan sebagai kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang masih terpendam dalam dirinya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri manusia.

Baca juga:  Picture and Picture Mampu Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris Siswa

Menurut Endra K Pihadhi (2004:6), potensi bias disebut sebagai kekuatan energi, atau kemampuan yang terpendam yang dimiliki dan belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi diri yang dimaksud adalah suatu kekuatan yang masih terpendam yang berupa fisik, karakter, minat, bakat, kecerdasan dan nilai yang terkandung dalam diri tetapi belum dimanfaatkan dan diolah.
Cara mengenali potensi diri di antaranya yaitu mengenali aktivitas favorit siswa, mencari tahu kepandaian yang siswa miliki, jangan takut berbeda dengan orang lain, dan menghargai diri sendiri.

Dengan adanya layanan individu, siswa diharapkan dapat berkembang sesuai potensi yang dimilikinya berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan pancasila. (ipa1/zal)

Guru SMPN 3 Patebon, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya