alexametrics

Permainan Tradisional Tingkatkan Minat Belajar Siswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Permainan tradisional adalah kekayaan bangsa dan merupakan warisan budaya yang dimiliki Indonesia. Permainan tradisional ini harus dilestarikan agar generasi penerus bangsa tetap dapat menikmati permainan tradisional. Permainan tradisional dapat dimanfaatkan pada masa pandemi Covid-19 sebagai solusi yang cukup kreatif dan efektif bagi anak-anak di rumah. Dikarenakan pandemi saat ini cukup memberikan dampak pada dunia, salah satu pada dunia pendidikan, yang mengakibatkan semua kegiatan pembelajaran di sekolah dilakukan secara daring dari rumah masing-masing. Dengan dilakukannya pembelajaran secara daring dapat membuat anak cepat merasa bosan di rumah, kurangnya aktivitas di luar rumah dan interaksi antara teman sebaya dapat berpengaruh pada perkembangan kehidupan mereka ke depannya.

Siswa kini tidak lagi bebas melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah seperti sebelum terjadi masa pandemi. Pembelajaran yang dilakukan secara daring saat ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk menjaga siswa dari tertularnya Covid-19. Dengan adanya pembelajaran daring siswa memerlukan pendampingan dari orangtua dalam setiap kegiatannya.

Baca juga:  Belajar Volume Kubus dan Balok dengan MANDI

Orangtua memiliki peran yang cukup penting pada kegiatan pembelajaran yang dilakuakan secara daring, diharapkan dengan adanya pendampingan dari orangtua saat pembelajaran daring siswa dapat belajar dengan baik. Siswa sangat rentan mengakses hal-hal yang kurang positif dari internet dan informasi dari televisi yang kurang baik. Salah satu contoh siswa mampu berlama-lama menatap layar televisi dan HP untuk melihat informasi atau tayangan yang mungkin tidak seharusnya dilihat untuk anak seumuran mereka.

Permainan tradisional pada saat pendemi dapat menjadi alternatif untuk siswa dan orangtua. Lewat permainan tradional siswa kelas 6 SDN Jogoyasan, Kecamatan Ngablak dapat melatih aspek sosial, emosional dan spiritual diri dengan baik. Permainan tradisional juga dapat melatih keterampilan secara motorik siswa. Dari manfaat permainan tradisional itu diharapkan siswa dan orangtua mampu membantu melestarikan permainan tradisional. Dengan pendampingan dari orangtua permainan tradisional dapat dilakukan secara efektif tanpa mengesampingkan sisi nilai edukasi yang memiliki manfaat bagi tumbuh kembang siswa.

Baca juga:  Jaring-Jaring Bangun Ruang untuk Peraga Mencari Luas Permukaan

Permainan tradisional dapat dimanfaatkan sebagai materi pembelajaran tematik pada Kurikulum 2013. Ranah pembelajaran yang memanfaatkan permainan tradisional dapat diawali dengan aktivitas mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Seperti yang telah dipahami bahwa permainan tradisional merupakan bentuk warisan turun temurun dari generasi terdahulu untuk generasi yang selanjutnya. Permainan tradisional memiliki arti simbolis dari ucapan, gerakan, dan alat yang digunakannya. Adapun amanat yang dimiliki dari budaya permainan tradisional dapat berfungsi untuk perkembangan siswa dari segi sosial, emosional dan pengetahuan sebagai bentuk persiapan menuju kehidupan yang akan datang. Perkembangan zaman semakin meningkat membuat permainan tradisional semakin tergeser dengan permainan yang lebih modern. Berawal dari hal ini, diperlukan usaha dan dukungan dari banyak pihak untuk melestarikan permainan tradisional lewat aktivitas pembelajaran pada masa saat ini. Permainan tradisonal dapat disesuaikan dengan kondisi pada saat ini (Fajarwati, 2008).

Baca juga:  Optimalisasi Belajar IPA melalui Video Pembelajaran Masa Pandemi

Menurut Danandjaya (1987) berpendapat bahwa permainan tradisional anak yang beredar di sekitar menuturkan di antara anggota kolektif tertentu merupakan berbentuk tradisional. Bentuk permainan ini diwariskan secara turun temurun dan memiliki banyak variasi, sifat, atau ciri dari permainan tradisional. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional adalah permainan anak yang diwariskan secara lisan pada anggota kolektif tertentu. Keberadaannya diwariskan secara turun-temurun serta bermanfaat bagi perkembangan kemampuan sosial, emosional, kognitif dan minat belajar siswa. (pm1/lis)

Guru SDN Jogoyasan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya