alexametrics

Bimbingan TIK Menggunakan Model Pembelajaran Probing Prompting

Oleh: Siti Zubaedah, S.Kom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DENGAN perkembangan TIK yang semakin maju, dunia pendidikan saat ini pasti akan mengalami perubahan kemajuan dalam proses pembelajaran. Karena sistem pembelajaran yang sudah ada selama ini dianggap kurang sesuai. Adanya virus Covid-19 pada tahun 2020 memberikan dampak luar biasa hampir di semua bidang, termasuk bidang pendidikan, yang mana membuat proses pembelajaran menjadi berubah dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh, tetapi dalam keadaan seperti ini pun, guru tetap harus melaksanakan kewajibanya sebagai pengajar.

Proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini, yang dilaksanakan di Sekolah Penulis mengabdi SMP Negeri 28 Semarang, tidak jauh beda dengan sekolah yang lain, awalnya dalam pelaksanaan pembelajaran daring memang agak asing atau kurang familier, karena dalam pembelajaran daring guru dituntut untuk bisa menggunakan media aplikasi dan perangkat TIK. Tetapi dengan berjalannya waktu ,Bapak Ibu guru di SMP Negeri 28 Semarang dengan cepat dapat menyesuaikan proses pembelajaran daring dengan baik.

Baca juga:  Menberdayakan Siswa Berkemampuan Lebih untuk Mengatasi Akar Pangkat Tiga

Pada Proses Pembelajaran Bimbingan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BTIK) yang Penulis ampu, untuk pembelajaran daring Penulis menggunakan berbagai media aplikasi dan model pembelajaran dalam menyampaikan materi bimbingan pada siswa. Dalam menentukan media aplikasi dan model pembelajaran Penulis memperhatikan kondisi siswa, sifat materi ajar, dan fasilitas media yang tersedia. Pada penyampaian materi kelas VII di Kompetensi dasar “ Menggunakan internet untuk keperluan mencari dan menyebarkan informasi”, Penulis menggunakan aplikasi zoom dan model pembelajaran probing untuk meningkatkan pemahaman materi.

Alasan Penulis memilih zoom karena lebih mudah untuk mengetahui keaktifan dan efektifitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, sedangkan menggunakan model pembelajaran Probing Prompting karena model pembelajaran ini salah satu dari model pembelajaran kooperatif. Menurut Hamdani (2011:23), pembelajaran probing prompting adalah pembelajaran dengan menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali gagasan siswa sehingga dapat melejitkan proses berpikir yang mampu mengaitkan pengetahuan dan pengalaman siswa dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari.

Baca juga:  Pembelajaran IPS Lebih Asyik dengan Quizizz

Berikut langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran probing prompting (Mayasari dkk,2014:57): Satu, guru memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang sebelumnya telah dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dua, guru memberi waktu untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut sekitar 1-15 detik sehingga siswa dapat merumuskan apa yang ditangkapnya dari pertanyaan tersebut. Tiga, guru memilih siswa secara acak, untuk menjawab pertanyaan tersebut, sehingga semua siswa berkesempatan sama untuk dipilih. Empat, Jika jawaban yang diberikan siswa benar, maka pertanyaan yang sama juga dilontarkan kepada siswa lain untuk meyakinkan semua siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, namun jika jawaban yang diberikan salah, maka diajukan pertanyaan susulan yang menuntut siswa berpikir ke arah pertanyaan yang awal tadi sehingga siswa bisa menjawab pertanyaan tadi dengan benar untuk menuntut siswa berpikir lebih tinggi. Lima, Meminta siswa lain untuk memberi contoh jawaban lain yang mendukung jawaban sebelumnya sehingga jawaban dari pertanyaan tersebut menjadi kompleks. Enam, Guru memberikan penguatan tambahan jawaban guna memastikan siswa, bahwa kompetensi yang diharapkan dari pembelajaran tersebut sudah tercapai dan mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran tersebut.

Baca juga:  Tanam Hidroponik Membangkitkan Minat Belajar Siswa Daring

Dari uraian diatas, Penulis menyimpulkan bahwa menggunakan zoom dan model pembelajaran probing prompting dalam proses pembelajaran dapat digunakan untuk mengetahui keaktifan,kreatifitas berfikir dan percaya diri siswa saat proses pembelajaran.

Meskipun pembelajaran dilaksanakan secara daring, menggunakan variasi model pembelajaran dipadukan dengan media aplikasi sangat diperlukan, supaya tujuan pembelajaran tercapai dan proses pembelajaran daring tidak monoton serta tidak membosankan para siswa. (ips1/zal)

Guru SMPN 28 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya