alexametrics

Belajar Penerapan Rangkaian Elektronika, Menyenangkan di Rumah Belajar dengan Metode WBL

Oleh : Joko Salam, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Saat ini kita sedang mengalami krisis Covid-19 sehingga untuk pertama kalinya guru-guru tertantang melakukan pembelajaran secara daring/online dengan harus memperhatikan lingkungan belajar siswa agar dapat dikembangkan secara efektif. Lalu bagaimana menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan di era pandemi Covid-19 di SMK Negeri 3 Semarang?

Peran teknologi dan komunikasi dalam pembelajaran di era abad 21 menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Kehadirannya memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran seperti: Blended Learning, Hybrid Learning, Computer Based Learning, dan Web Based Learning. Penulis menggunakan metode Web Based Learning (WBL).

Terdapat tiga sintaks utama dalam langkah-langkah pengembangan model pembelajaran WBL. Yaitu penentuan arah (directionality), perancangan (design), dan perhitungan (accountability) (Ubaidah, 2018).

Langkah pertama penentuan arah (directionality). Aplikasi pendukung yang penulis gunakan selama pembelajaran online yaitu Rumah Belajar, Google Classroom, dan Whatsapp. Guru mengarahkan siswa untuk menginstal Google Classroom dari playstore lalu mengikuti tutorial join kelas yang dishare melalui Whatsapp kemudian login, guru menyampaikan salam, pesan, perintah, aktifitas yang akan dilakukan sekaligus check list kehadiran siswa.

Baca juga:  Pembelajaran Congratulation Cards dengan Teknik Modelling

Menurut Hall, Watkins & Eller salah satu faktor terpenting dalam menentukan lingkungan belajar yang diinginkan adalah pengalaman belajar siswa. Selama ini siswa SMK Negeri 3 Semarang Kompetensi keahlian Teknik Audio Video hanya belajar Penerapan Rangkaian Elektronika (PRE) dengan tatap muka secara langsung. Namun sekarang guru dan siswa harus bisa tetap produktif dari rumah melalui pembelajaran daring (dalam jaringan).

Langkah kedua perancangan (design). Guru membuat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terintegrasi dengan TIK. Selanjutnya memberi stimulus kepada siswa berupa gambar/tayangan video pembelajaran tentang sensor dan transduser dari fitur Sumber Belajar yang dapat diakses dari https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/ dan link-nya dishare ke Google Classroom.

Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman belajar yang baru, siswa SMK Negeri 3 Semarang Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video dapat mempelajari materi lainnya di portal Rumah Belajar dengan mengunjungi laman https://belajar.kemdikbud.go.id/. Konten Rumah Belajar selain dapat meningkatkan kompetensi akademik dan literasi, juga dapat meningkatkan karakter kecakapan abad 21 di antaranya berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaborasi, dan percaya diri.

Baca juga:  Permainan Dadu dalam Pembelajaran Matematika

Pada saat siswa mempelajari materi sensor dan transduser, apabila ada permasalahan siswa dapat menghubungi guru melalui via Whatsapp.

Ketiga perhitungan (accountability). Pada tahap ini guru melakukan evaluasi menggunakan fitur bank soal dan Google Classroom. Setelah siswa SMK Negeri 3 Semarang Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video mempelajari materi sensor dan transduser dari video pembelajaran, guru memberikan latihan soal (LKS) untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.
Siswa tampak enjoy mengerjakan soal yang diberikan di Google Classroom terlihat dari banyaknya siswa yang mengumpulkan LKS. Guru memberi batas waktu tiga hari kepada siswa untuk upload LKS ke Google Classroom atau Whatsapp dikarenakan jadwal pembelajaran daring Penerapan Rangkaian Elektronika (PRE) hanya seminggu sekali. Guru dapat mengecek apakah siswa sudah mengumpulkan tugas atau belum.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Unsur Lingkaran dengan Powtoon

Di Google Classroom siswa dikatakan sudah mengumpulkan LKS apabila akun siswa tersebut tertulis turned in. Assigned artinya masih proses mengerjakan dan graded apabila sudah dinilai. Siswa juga dapat mengecek nilai mereka di Google Classroom.

Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan memang tidaklah mudah namun dengan fitur-fitur Rumah Belajar mampu menyajikan materi ajar dengan tampilan menarik dalam bentuk gambar, video, audio, animasi, evaluasi, dan permainan sehingga siswa nyaman belajar di dalam rumah. (rs1/lis)

Guru Elektronika SMKN 3 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya