alexametrics

Penggunaan Peta Minda dapat Meningkatkan Belajar Siswa Lebih Bermakna

Oleh : Murhantio, ST., M.Kom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BERBAGAI macam inovasi dalam pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi timbul dalam waktu terakhir ini. Semua ini merupakan upaya untuk membelajarkan siswa agar dapat belajar secara optimal.

Upaya-upaya yang dilakukan akan terus berlanjut agar siswa mempunyai bekal mengantisipasi perubahan yang terjadi. Upaya-upaya tersebut antaran lain pendekatan untuk mengaktifkan siswa. Baik secara fisik maupun secara mental dalam suatu pembelajaran sains, mengaitkan bahan pelajaran dengan penerapannya di dalam kehidupan sehari-hari, atau upaya mengonkretkan objek bahasan. Melatih keterampilan proses sains, dan juga melibatkan siswa secara aktif dalam pemecahan masalah.

Dalam proses belajar dan mengajar permasalahan yang sering muncul bahwa peta minda materi pelajaran yang susah diterapkan bagi siswa. Hal ini seperti yang dialami di SMK Negeri 1 Petarukan kelas X pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital pada Kompetensi Dasar Menerapkan metode peta -minda. Maka perlu mengenalkan materi peta minda bagi siswa dengan langkah-langkah yang lebih mudah dipahami.

Baca juga:  Tumbuhkan Kreativitas Peserta Didik dengan Garis Bilangan Wayang Orang

Peta minda dibuat oleh Tony Buzan tahun 1974 berdasarkan cara kerja otak kita dalam menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan otak kita menyimpan informasi dalam sel-sel saraf dalam bentuk cabang-cabang, sehingga bila dilihat sekilas akan tampak seperti bentuk pohon dengan cabang dan rantingnya. Peta minda membantu memahami suatu hal yang kompleks, cukup dengan satu gambar.

Peta minda adalah metode pembelajaran terbaru yang dapat membantu siswa mengingat subjek secara efektif. Ini adalah salah satu cara visual-spatial dalam bentuk kecerdasan beragam (multiple intellenges) yang kini diterapkan dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah.

Peta minda sesuai digunakan pada setiap saat baik di awal persekolahan maupun di saat akhir menghadapi ujian. Namun, siswa didorong berlatih teknik ini dari awal pembelajaran lagi untuk memudahkan siswa menguasai semua subjek dengan baik dan cemerlang. Manfaat menggunakan peta minda adalah menghemat waktu belajar dan mengulang, memfasilitasi pembelajaran. Memperkuat ingatan, memungkinkan siswa menginterpretasikan semua pelajaran yang dipelajari.

Baca juga:  Sukakoran Permudah Siswa Menulis Puisi Bahasa Inggris

Adapun langkah membuat peta minda sebagai berikut : siapkan kertas kosong berbentuk mendatar (landscape), tulis ide inti di bagian tengah kertas. Anda juga dapat mengganti atau menambah tulisan dengan gambar agar lebih menarik dan meningkatkan imajinasi. Cari topik yang berhubungan dengan ide inti. Hubungkan topik-topik ini dengan ide inti hingga membentuk cabang. Tuliskan kata kunci untuk topik cabang ini. Tambahkan gambar atau ilustrasi di tiap topik cabang. Beri ruang kosong di kertas untuk menambahkan ide atau gagasan baru.

Perangkat pembuat peta minda, seperti dilansir dari goodfirms.com, beberapa software berikut menyediakan layanan untuk membantu membuat peta minda. Compendium, Freeplane, Wisemapping, Semantik, Xmind, Coggle, Mindmeister. Menggunakan peta minda dapat memulainya dengan menuliskan gagasan paling inti, untuk kemudian dikembangkan menjadi gagasan cabang. Pengguna juga dapat melakukan kustomisasi warna dan gambar, disesuaikan dengan selera yang diinginkan.

Baca juga:  Membentuk Kompetensi Keybording dengan Media Typing Master

Penggunaan peta minda dalam pembelajaran dapat membuat siswa belajar secara bermakna. Tujuan pembelajaran di sekolah selain untuk meningkatkan prestasi akademik, juga kemampuan dan keterampilan siswa untuk memahami proses pengetahuan. Strategi belajar dengan peta minda berarti siswa mengorganisasi kembali pengetahuan yang baru dengan memasukkan konsep-konsep ke dalam jaringan secara hirarki dan menggambarkan hubungan tersebut dalam suatu diagram yang kemudian digabungkan ke dalam struktur pengetahuan yang lebih besar. Pengorganisasian pemahaman konseptual dengan baik akan membantu kebermaknaan belajar siswa sehingga siswa lebih mudah memahami materi pelajaran yang sedang dipelajarinya. (gb2/lis)

Guru SMKN 1 Petarukan, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya