alexametrics

Pengembangan Alat Peraga Matematika melalui Kartu Domino

Oleh : Sri Pujiati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pengembangan pembelajaran matematika sangat dibutuhkan karena keterkaitan penanaman konsep pada siswa. Nantinya siswa juga akan andil dalam pengembangan matematika lebih lanjut ataupun dalam mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, pengembangan matematika tersebut akan terhambat oleh pandangan masyarakat yang keliru tentang kemudahan dalam proses pembelajaran. Akibatnya, mata pelajaran matematika diampu oleh guru yang tidak profesional, tidak mau kreatif dalam mengembangkan pembelajaran.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 42 (1) menyatakan, “Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber lainnya, bahan-bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.”

Kedudukan media pembelajaran merupakan bagian dari sarana yang wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan. Salah satu media pembelajaran yang penting adalah alat peraga. Kedudukan alat peraga terkait dengan fungsi pedagogik merupakan salah satu upaya mempertinggi proses interaksi guru dengan peserta didik di lingkungan belajarnya. Hal ini sesuai yang dikemukan Piaget pada teori perkembangan intelektual peserta didik.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Menghitung Bilangan Pecahan melalui Make a Match

Sebagai guru matematika, diharapkan dapat memberikan pengalaman melalui benda- benda nyata (konkret). Yaitu media alat peraga yang dapat digunakan sebagai jembatan bagi siswa untuk berpikir abstrak membantu dalam proses pembelajaran.

Media merupakan alat bantu bagi pengajar untuk mengajar. Dengan menggunakan media, pengajar akan lebih mudah menyampaikan materi kepada peserta didik. Ewby, et al. (2016: 308) menyatakan pembelajaran merupakan pemilihan dan pengaturan informasi, kegiatan, metode, dan media untuk membantu siswa mencapai tujuan belajar yang telah direncanakan.

Alat peraga merupakan alat yang digunakan untuk membantu proses belajar mengajar yang berperan sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar. Penggunaan alat peraga bertujuan untuk memberikan wujud riil terhadap bahan yang dibicarakan dalam materi pembelajaran menggunakan model (alat peraga) dalam pembelajaran dapat membantu memperbesar totalitas dan meningkatkan kualitas sensasi yang diterima oleh peserta didik.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Gradien dengan Geogebra Classroom

Ketika belajar dengan melakukan aktivitas menggunakan model atau belajar dari penyelidikan suatu benda, diharapkan peserta didik dapat mengingatnya lebih lama. Hal ini merupakan akibat dari peningkatan kualitas sensasi tersebut. Boggan, Harper, dan Whitmire (2015: 5) menyatakan, siswa pada segala tingkat pendidikan dan kemampuan akan mendapat keuntungan dari penggunaan alat peraga manipulatif. Dengan kata lain, penggunaan alat peraga manipulatif dapat berpengaruh positif terhadap kualitas pembelajaran.

Kartu domino merupakan sebuah permainan yang terkenal. Cara kartu ini sama persis seperti bermain kartu bermain domino asli. Bentuknya sama hanya saja tulisannya memuat materi sudut istimewa. Kartu domino juga mengasah otak, kemampuan kognitif, meningkatkan daya ingat dan menambah pengetahuan.

Baca juga:  Mudah Pahami Pecahan Menggunakan Media Buah Apel

Penggunaan media kartu domino sebagai media pembelajaran di kelas X TB1 SMK Negeri 1 Ampelgading dilakukan dengan cara bermain di kelas.

Guru terlebih dahulu membuat media kartu domino dengan materi sudut istimewa. Setelah peserta didik menyelesaikan soal tentang sudut istimewa dengan kartu domino tersebut. Kemudian diberi waktu membuat kartu domino di rumah sehingga bisa belajar sendiri. Kartu domino membuat peserta didik lebih aktif dan kreatif.

Dalam penerapan media tersebut guru tetap memantau dalam supaya suasana kelas tetap kondusif sehingga pembelajaran berjalan efektif. Penerapan kartu domino membuat peserta didik lebih rileks, meningkatkan aktifitas belajar. Sehingga memorinya lebih kuat, daya ingat meningkat. Selain itu permainan kartu domino membuat peserta didik lebih jernih sehingga peserta didik bisa menyelesaikan soal dengan teliti. (ag2/lis)

Guru SMK Negeri 1 Ampelgading

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya