alexametrics

Pengaruh Budaya Disiplin Terhadap Hasil Belajar Siswa SD

Oleh: Rohani, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ANTOPOLOG Indonesia Koentjaraningrat memberi pengertian tentang budaya (2000: 181), menurutnya budaya berasal dari bahasa sansakerta ”buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Jadi Koentjaraningrat mendefinisikan budaya sebagai “daya budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa itu.

Menurut Thomas Gordon (1996: 3), Disiplin adalah perilaku dan tata tertib yang sesuai dengan peraturan dan ketetapan, atau perilaku yang diperoleh dari pelatihan yang dilakukan secara terus menerus.

Disiplin sangat penting untuk perkembangan anak agar ia dapat menyesuaikan diri di lingkungan sosialnya. Untuk mencapai keadaan tersebut disiplin perlu ditanamkan sejak dini. Upaya menanamkan budaya disiplin di sekolah mencakup semua aspek yang ditujukan kepada siswa untuk membantu mereka agar dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan. Disiplin merupakan cara yang tepat untuk membantu siswa belajar hidup dengan pembiasaan yang baik, dan bermanfaat bagi dirinya maupun lingkungannya. Seperti yang terjadi di Sekolah penulis terjadi beberapa pelanggaran terhadap peraturan tata tertib sekolah baik tertulis atau tidak tertulis yang dilakukan oleh siswa. Contoh pelanggaran ini diantaranya, siswa sering datang telambat ke sekolah, siswa tidak memakai kaos kaki, anak laki-laki rambut relatif panjang, tidak memakai ikat pinggang, tidak mengerjakan tugas/PR dan masih ada lagi bentuk pelanggaran-pelanggaran lain.

Baca juga:  Antropomorfisme dalam Fabel Modern

Masalah kurang disiplin di atas disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya sekolah dalam menerapkan peraturan tata tertib sekolah kurang maksimal, seperti pemberian sanksi tidak teratur dan terkesan kurang tegas, guru terkadang tidak selalu memberikan sanksi terhadap siswa yang melanggar peraturan, dan sanksi yang diberikan sekolah belum membuat siswa termotivasi untuk memperbaiki kesalahannya. Sekolah juga kurang serius dalam upaya menanamkan disiplin di sekolah.

Permasalahan dalam menanamkan budaya disiplin di SDN 03 Karangtalok membuat penulis mencari tahu gambaran budaya disiplin, faktor penghambat dan upaya sekolah dalam menanamkan budaya disiplin di sekolah tersebut. Akibat dari penanaman budaya disiplin yang belum terlaksana dengan baik akan berdampak pada prestasi belajar siswa yang kurang optimal. Agar pelangaran ini tidak dilakukan terus menerus, guru memberikan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Pemberian sanksi akan diberikan secara tegas dan terus menerus selama siswa melakukan pelanggaran. Selain dengan berlakuan sanksi, sekolah juga menggunakan metode preventif dengan melakukan komunikasi persuasif, yaitu komunikasi yang bertujuan untuk mengubah atau memengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator. Komunikasi juga dilakukan dengan pihak wali murid dan komite agar ikut membimbing, mendidik dan mendukung dalam upaya penanaman budaya disiplin siswa.

Baca juga:  Mudah Hafal Materi Pelajaran IPS melalui Mind Mapping

Menanamkan disiplin yang tepat akan menghasilkan terbentuknya perilaku yang baik pada siswa. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya prestasi belajar dan siswa dapat berperilaku sesuai dengan nilai, norma, dan tata tertib yang berlaku di lingkungan sosialnya sehingga keberadaanya akan diterima dengan baik dimanapun ia berada. (ag3/zal)

Guru SDN 03 Karangtalok

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya