alexametrics

Tak Sulit Menyelesaikan Soal Cerita pada Matematika

Oleh : Maesun, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar merupakan sesuatu yang berproses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku. Baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari.

Tujuan utama kegiatan belajar adalah untuk memperoleh dan meningkatkan tingkah laku manusia dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap positif, dan berbagai kemampuan lainnya. Menurut Sadirman (2011: 26-28), secara umum ada tiga tujuan belajar, yaitu untuk memperoleh pengetahuan, menanamkan konsep dan keterampilan, membentuk sikap.

Soal cerita matematika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Karena soal tersebut mengedepankan permasalahan-permasalahan real yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Soal cerita sebagai bentuk evaluasi kemampuan siswa terhadap konsep dasar matematika yang telah dipelajari yang berupa soal penerapan rumus.

Baca juga:  Asyiknya Menelaah Serat Wedhatama dengan GuDiL

Soal cerita matematika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari siswa, karena soal tersebut mengedepankan permasalahan-permasalahan real yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam proses menumbuhkan sikap mental, perilaku, dan pribadi anak didik, seorang guru harus melakukan pendekatan yang bijak dan hati-hati. Guru harus bisa menjadi contoh bagi anak didik dan memiliki kecakapan dalam memberikan motivasi dan mengarahkan berpikir. Permasalahan SDN Bojonglor kelas V pada pada mata pelajaran matematika dalam bentuk soal cerita. Peserta didik kesulitan dalam mengerjakan matematika. Karena guru masih menggunakan model atau metode pembelajaran ceramah saja sedangkan praktiknya 20% sehingga siswa belum memahami materi.

Terdapat tiga aspek cara dalam menyelesaikan soal cerita matematika, yaitu aspek bahasa, prasyarat dan terapan. Aspek bahasa, kemampuan membaca digunakan untuk menerjemahkan masalah, sedangkan menalar untuk mengetahui maksud permasalahan yang diberikan. Aspek prasyarat, kemampuan mentransformasi pada model matematika serta menentukan strategi yang digunakan dalam penyelesaian, untuk itu siswa sangat perlu menguasai aspek tersebut. Aspek terapan, siswa melakukan perhitungan yang tepat dalam menerapkan rumus. Kemampuan membaca soal dengan tepat perlu dimiliki siswa agar tidak membuat penafsiran yang berbeda bagi orang yang mendengarkannya.

Baca juga:  Mendalami Perpindahan Kalor melalui Make a Match

Terbukti dari beberapa siswa yang diminta untuk membacakan soal baik di kelas maupun saat diwawancarai sebagian besar siswa mampu membaca soal yang diberikan. Kemampuan membaca tepat sangat diperlukan oleh seseorang sebagai modal utama untuk menyelesaikan soal cerita.

Sedangkan kecenderungaan kesalahan pada aspek bahasa dibagi menjadi beberapa indikator yaitu pertama, siswa tidak mampu membaca soal dengan tepat. Kedua, siswa tidak memahami maksud atau makna cerita pada soal. Ketiga, ketidakmampuan siswa untuk menceritakan kembali dengan bahasanya sendiri. Faktor penyebab ketidakmampuan siswa dalam bercerita yaitu siswa tidak mengerti maksud soal, siswa tidak dapat mengaitkan pemahaman bahasa dengan situasi yang sudah dikenal, siswa tidak terlatih dalam mengkomunikasikan ide/gagasan secara lisan.

Baca juga:  Memodifikasi Metode Audio Lingual dalam Pembelajaran Daring

Penyampaian trik cara menyelesaikan soal cerita dengan benar akhirnya siswa yang mampu menghadapi masalah dengan cara berbeda-beda. Semakin percaya diri, berani memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. (ct1/lis)

Guru Kelas V SDN Bojonglor, Kec. Bojong, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya