alexametrics

Mengenal Sel Lebih Mudah Pakai Google Lens dan AR

Oleh : Syaiful Anwar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada akhir semester genap tahun pelajaran 2020/2021 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal menetapkan 6 sekolah untuk melaksanakan simulasi terbatas pembelajaran tatap muka. Skema pembelajaran dengan model blended learning. Sebagian siswa dihadirkan ke sekolah dan sebagian lagi menerima pembelajaran dirumah melalui aplikasi meeting. Lama pembelajaran hanya 2 jam masing-masing 60 menit. Pembelajaran dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat mulai siswa datang kesekolah sampai pulang kerumah.

Pembelajaran yang hanya 60 menit ini menuntut guru agar tetap menjaga jarak, dan menyajikan pembelajaran yang tetap menarik dengan melibatkan semua siswa baik yang ada disekolah maupun yang di rumah. Maka guru harus membuat strategi yang aman dan berpusat pada murid.

Google Lens adalah aplikasi pendeteksi gambar dari google yang dapat digunakan untuk menerjemahkan tulisan, scan barcode, mendeteksi makanan, tempat belanja dan informasi lain terkait dengan gambar yang kita deteksi. Cara menggunakannya dengan terlebih dahulu download dan instal aplikasi melalui android, dengan cara buka Playstore lalu ketik google lens lalu klik instal dan buka.

Baca juga:  Asyiknya Pembelajaran IPA dengan Praktikum

Fitur Google Lens dan Augmented Reality (AR) dapat digunakan untuk mendukung aktivitas belajar siswa. Terlebih saat pandemi Covid-19 yang membatasi interaksi langsungnya dengan guru maupun lingkungan. Caranya, mengandalkan visualisasi tiga dimensi berbagai objek. Dari kotak penelusuran di aplikasi Google pada Android maupun iOS, pengguna dapat menggunakan Lens untuk membantu proses belajar anak.

“Terkadang, Anda lebih bisa memahami sesuatu dengan melihat. Misalnya, visualisasi cara kerja sel tanaman atau elemen-elemen dalam tabel periodik dalam 3D akan lebih membantu daripada teks dalam buku,” kata Google dalam keterangannya, Jumat 23 Oktober 2020.

Google menyatakan Lens sekarang dapat mengenali 15 miliar objek terdiri dari tanaman, binatang, tempat dan bangunan, dan lain-lain. Sedang dengan AR, pengguna dapat belajar dengan ‘melihat langsung’ objek-objek itu dari rumah didampingi orang tua.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Materi Gaya dengan Model SAVI

Anak–anak sekolah di pedesaan, saat ini sudah mulai mengenal teknologi. Terutama teknologi komunikasi seperti handphone. Rumah belajar adalah hal baru bagi siswa-siswi SMPN 2 Brangsong. Setelah beberapa kali menggunakan aplikasi Rumah Belajar dalam pembelajaran, kali ini penulis membawa Augmented Reality (AR) Rumah Belajar dalam kegiatan pembelajaran di kelas 8. Kebetulan sekali salah satu materi pembelajarannya terdapat pada AR Rumah Belajar, yaitu mengenal sel.

Augmented Reality atau biasa disebut AR adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.
Seolah-olah di kehidupan nyata ada benda benda grafis yang tertambah melengkapi kenyataan. Dalam Augmented Reality Rumah Belajar, baru terdapat 6 topik materi pembelajaran. Di antaranya budaya Bali, mengenal globe, mengenal struktur bumi, mengenal sel, ka’bah, kubus dan balok.

Baca juga:  Dengan Pop Up Book Belajar Greeting Card Lebih Menyenangkan

Materi yang disajikan lengkap beserta gambar 3D dengan informasi bagian-bagiannya yang disajikan secara menarik. Akhirnya, penulis mencoba menerapkan model pembelajaran blended learning dengan menggunakan salah satu media pembelajaran AR ini. Antusias murid bertambah tatkala penulis mengeluarkan marker atau penanda yang telah diprint, setelah membuka aplikasi AR menggunakan handphone dan mengarahkan AR pada marker, murid sontak melihat apa yang muncul pada layar.

Langsung saja penulis berikan arahan cara menggunakan AR Rumah Belajar, dan para siswa mencoba AR Rumah Belajar berikut informasinya tentang bagian-bagian dari sel. Bagi siswa yang di rumah dapat mengarahkan pada marker yang telah dibagikan guru sebelum pembelajaran dimulai.

Berawal dari serba terbatasnya fasilitas dan akhirnya mencoba berbagai media yang baru dan menarik dapat meningkatkan minat belajar siswa. Sekaligus bisa menjadi guru yang inovatif di mata siswa. (ipa2/lis)

Guru IPA SMP N 2 Brangsong, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya