alexametrics

Happy and Fun Belajar Hijaiyah dengan Kartu Puzzle

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DARI usia prasekolah merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak. Salah satu kemampuan anak yang perlu dikembangkan adalah kemampuan dasar bahasa Arab sebagai bahasa Alquran. Pada usia sekolah berkemampuan bahasa Arab ditekankan pada pengenalan huruf-huruf hijaiyah, dengan media yang tepat agar stimuli yang diberikan dapat terekam pada ingatan anak dengan baik. Permasalahannya pada peserta didik kelas 1 dan 2 SDN 03 Dadirejo Tirto mengalami motivasi belajar menurun bahkan sehingga kesulitan menghafal huruf-huruf hijaiyah.

Sebagai guru perlu meningkatkan mutu pembelajarannya. Di mulai dari rancangan pembelajaran yang baik dengan memperhatikan tujuan, karakteristik siswa, materi yang diajarkan, dan sumber belajar yang tersedia. Kenyataannya masih banyak di temui proses pembelajaran yang kurang berkualitas, tidak efisien dan kurang mempunyai daya tarik, bahkan cenderung membosankan, sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar materi Pendidikan Agama Islam.

Baca juga:  Metode Example Non Example Tingkatkan Belajar Sikap Rendah Hati

Akhirnya penulis membuat Alat Peraga Edukatif. Dengan harapan akan berpengaruh kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar hijaiyah. Berkaitan dengan permasalahan yang diuraikan, maka diperlukan upaya kreativitas guru mengaktifkan kegiatan pembelajaran siswa dalam kelas. Salah satu upaya untuk mengantisipasi permasalahan tersebut adalah dengan mengajak siswa bermain kartu, dengan modifikasi sederhana berupa puzzle.

Langkah membuat kartu dan puzzle antara lain, persiapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Yaitu, karton manila atau kertas jilid, pulpen, penggaris, bentuk huruf hijaiyah yang sudah dicetak pada kertas berukuran A4 atau pun F4 atau bisa di-print out langsung di atas kertas manila, materi pelajaran, gunting/pisau cutter.
Langkah-langkah membuat puzzle dari karton meliputi, siapkan karton, print out huruf hijaiyah atau huruf latin pada satu bagian halaman, print out materi pelajaran pada halaman sebelahnya, gunting atau potong karton tersebut sesuai dengan ukuran kartu.

Baca juga:  Bertambah Semangat Belajar BTA dengan Metode Kartu Kata

Dalam pelaksanaan bermain disusun langkah-langkah sebagai berikut, pertama, membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 4 atau 5 orang siswa. Kedua, masing-masing anggota kelompok diberikan sejumlah kartu secara acak yang akan dimainkan siswa dalam kelompok. Ketiga, menjelaskan langkah-langkah penting permainan yang akan dimainkan siswa dalam kelompok. Keempat, kartu diurut berdasarkan topik yang bersesuaian. Kelima, masing-masing materi terdiri atas empat sub materi. Keenam, setelah selesai siswa mengamati masing-masing topik, kemudian membalikkan dan mengamati peta pada halaman sebelahnya yang telah tersusun menjadi satu peta. Ketujuh, membimbing siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati bentuk peta dasar yang akan disusun menjadi sebuah peta yang lengkap. Kedelapan, membimbing siswa menyusun letak wilayah pada peta. Kesembilan, menugaskan siswa untuk menentukan letak wilayah pada peta di dinding sebagai langkah untuk menentukan keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Mengenal huruf–huruf Arab (nama dan bentuk).

Baca juga:  Penggunaan Media Online dalam Kegiatan Belajar Mengajar PAI di Masa Pandemi

Sebelumnya penulis mengira belajar mengeja itu terlalu sulit/berat bagi anak anak usia dini. Namun setelah membuat alat peraga hijaiyah yang diterapkan untuk pembelajaran, ternyata hasilnya luar biasa. Sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013, guru harus dapat mengembangkan inovasi dan kreasi serta ide-ide baru dalam pengembangan proses pembelajaran. Karena dengan penggunaan kartu puzzle dapat merangsang perkembangan motorik halus anak. (ce4/ida)

Guru PAIBP SDN 03 Dadirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya