alexametrics

Metode Pembelajaran Tutor Sebaya Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Operasi Bilangan

Oleh: Sudarto,S.Pd, S.AB

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENDENGAR kata matematika peserta didik banyak yang beranggapan bahwa pelajaran ini sulit, seperti halnya di SMP Negeri 35 Semarang peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep materi dan mengaplikasikannya ke dalam soal-soal khususnya materi pokok operasi bilangan bulat pada penjumlahan, pengurangan dan soal cerita masih kebingungan dalam menyelesaikannnya.

Peserta didik segan bertanya walaupun ada materi yang tidak dimengerti, pada kenyataannya masih banyak yang lebih nyaman jika dijelaskan dengan bahasa sesuai pergaulannya, maka guru mencari solusi dengan menerapkan pembelajaran kooperatif yaitu metode tutor sebaya. Peserta didik yang memiliki daya serap tinggi dalam menerima pelajaran dapat membantu temannya yang daya serapnya rendah dalam menerima pembelajaran.

Suryo dan Amin (dalam Rismawati,2019:49) berpendapat tutor sebaya adalah seseorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk dan ditugaskan untuk membantu siswa-siswa tertentu yang mengalami kesulitan belajar. Tugas guru disini sebagai fasilitator, mediator, motivator dan evaluator. Sedangkan tugas tutor adalah membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antara teman sebaya umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dengan peserta didik.

Baca juga:  Ciptakan Pembelajaran Matematika Asyik dengan Pendekatan Saintific

Syarat untuk menjadi tutor sebaya menurut Suharsimi Arikunto (dalam Angela Merici,2014:tanpa halaman) antara lain berprestasi baik, dapat diterima oleh siswa yang mendapat bantuan sehingga siswa leluasa bertanya, dapat menerangkan dengan jelas bahan pengajaran yang dibutuhkan siswa, berkepribadian ramah, lancar berbicara, luwes dalam bergaul, tidak sombong dan memiliki jiwa penolong serta memiliki daya kreatifitas yang cukup untuk membimbing temannya.

Inti dari metode tutor sebaya adalah guru memberdayakan peserta didik yang memiliki daya serap tinggi, peserta didik yang berperan sebagai tutor terlebih dahulu dibekali materi yang akan dibahas. Pembekalan dapat dilakukan di dalam maupun diluar jam pelajaran. Pembelajaran ini memiliki kelebihan ganda yaitu peseta didik yang belum memahami materi mendapat bantuan lebih efektif untuk memahaminya sedangkan bagi tutor merupakan kesempatan untuk mengembangkan diri.
Langkah pembelajaran tutor sebaya pertama pilih materi yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari peserta didik secara mandiri, materi dibagi dalam sub-sub materi (segmen materi) kedua bagilah peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, sebanyak sub-sub materi yang akan disampaikan guru. Peserta didik yang memiliki daya serap tinggi disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya ketiga masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari sub-sub materi. Setiap kelompok dibantu oleh peserta didik yang berperan sebagai tutor keempat beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas kelima setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai dengan tugas yang telah diberikan. Guru bertindak sebagai nara sumber utama.

Baca juga:  Belajar PAI Lebih Mengena dengan Pengalaman Sendiri

Kelebihan metode tutor sebaya, menyampaikan informasi lebih mudah sebab bahasanya sama, kesulitan lebih terbuka, suasana yang rileks menghilangkan rasa takut, mempererat persahabatan, konsep mudah dipahami. Sedang kelemahannya kurang serius dalam belajar, jika peserta didik punya masalah dengan tutor ia akan malu bertanya, sulit menentukan tutor yang tepat, tidak semua peserta didik yang memiliki daya serap tinggi dapat menjadi tutor.

Pembelajaran tutor sebaya merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik meningkatkan hasil belajar operasi bilangan untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Guru dapat memilih peserta didik yang memiliki daya serap tinggi untuk berbagi pengetahuan dengan temannya. Dalam konteks pembelajaran di sekolah, tutor sebaya dapat diterapkan pada materi yang mengandung kompetensi praktis. (ipa2/zal)

Baca juga:  Pemanfaatan Budaya Lokal dalam Pembelajaran

Guru SMPN 35 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya