alexametrics

Melalui Manasik Haji Pembelajaran Lebih Menyenangkan dan Bermakna

Oleh : Ena Hikmawati, S.Ag

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada bulan Syawal sampai Dzulhijjah, seluruh umat muslim di seluruh dunia melaksanakan rukun Islam ke lima yaitu ibadah haji bagi yang mampu. Mampu yang dimaksud meilputi : mampu fisik, harta dan mampu transportasinya. Haji merupakan kegiatan menyengaja mengunjungi kakbah untuk melakukan amal ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Pelaksanaan ibadah haji adalah wajib bagi yang mampu.

Salah satu materi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tingkat sekolah menengah pertama adalah haji dan umrah. Sebagai penguatan teori yang telah dipelajari, maka perlu dilaksanakan praktik haji dan umroh.

Praktik haji dan umrah ini menggunakan metode pembelajaran demonstrasi. Demonstrasi adalah metode pembelajaran dengan cara memperagakan secara langsung atau melalui media pembelajaran yang relevan dengan materi atau pokok bahasan. Praktik manasik haji umrah melalui metode demonstrasi dapat menjadi salah satu kegiatan menyenangkan yang mendukung peserta didik untuk lebih memahami pelaksanaan haji dan umrah.

Baca juga:  Belajar Pecahan Sangat Efektif dengan Belah Semangka

Pelaksanaan manasik haji ini, diterapkan oleh guru PAI dan Budi Pekerti di SMPN 13 Semarang. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh peserta didik kelas IX. Pelaksanaan manasik haji ditempatkan di Fatimah Zahra Gunung Pati Semarang. Kegiatan manasik haji tersebut turut melibatkan guru-guru di SMP N 13 yang mendampingi jalannya manasik haji umrah, dan dipandu oleh guru mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.

Sebelum pelaksanaan manasik haji dimulai, guru akan memberi pengantar dan membangun suasana yang menyenangkan. Hal ini dilakukan agar dalam proses pelaksanaannya para peserta didik tidak tegang dan tetap khusyuk mengikuti pembelajaran.

Manasik haji umrah bertujuan untuk mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umroh kepada peserta didik. Selain itu, melalui manasik haji dapat menumbuhkan dan meningkatkan keinginan peserta didik untuk melaksanakan haji ke tanah suci. Dalam pelaksanaan manasik haji, peserta didik juga dapat merasakan pengalaman nyata haji mulai dari ihram, wuquf, tawaf, sa’i, tahalul dan tertib. Adapun hasil pembelajaran dari materi ini, kemampuan peserta didik mengalami peningkatan.

Baca juga:  Strategi Student Facilitator and Explaining Tingkatkan Pemahaman Keberagaman

Di tengah pandemi Covid-19 ini, seluruh aspek kehidupan ikut terdampak termasuk aspek pendidikan. Kegiatan pembelajaran yang awal mulanya di kelas dan dilakukan secara tatap muka diganti menjadi pembelajaran jarak jauh yang dilakukan dari rumah masing-masing melalui daring.

Tentu hal ini merupakan sebuah tantangan bagi para guru. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kegiatan pembelajaran materi haji dan umrah sebenarnya tetap dapat dilaksanakan secara demonstrasi melalui manasik haji umrah yang dapat dilakukan dengan beberapa kali pelaksanaan dan membatasi jumlah siswa di setiap pelaksanaannya. Selain itu penerapan protokol kesehatan ketat juga dapat dilakukan yaitu menggunakan masker secara benar, menjaga jarak antar siswa, dan selalu mencuci tangan. (ips1/lis)

Baca juga:  Membudayakan Kelas Digital dalam Pembelajaran Berbasis TPACK

Guru PAI dan Budi Pekerti SMPN 13 Semarang, Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya