alexametrics

Nyaman Belajar dengan Menjaga Kebersihan Lingkungan

Oleh : Saikhu S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEBERSIHAN adalah sebagian dari iman. Berarti menjaga lingkungan agar tetap lestari adalah sebuah kewajiban bagi umat manusia. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita. Semua orang bisa menjaga kebersihan sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Di lingkungan sekolah, menjaga kebersihan lingkungan sudah menjadi kewajiban bagi semua warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha, karyawan, hingga siswa. Semua elemen penting untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan sehingga tercipta suasana belajar dan mengajar yang nyaman.

Menjaga kebersihan lingkungan sangat bermanfaat. Jika lingkungan bersih, akan tercipta suasana lingkungan yang nyaman, sehat, dan indah dipandang mata. Ketika lingkungan di sekitar kita bersih, maka akan terhindar dari segala penyakit yang dapat terjadi karena faktor lingkungan yang kurang sehat. Lingkungan pun menjadi lebih nyaman untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Lingkungan yang bersih akan lebih indah dipandang mata, apalagi jika ditambah dengan suasana yang asri yang dihasilkan dari banyaknya pepohonan hijau di sekitar lingkungan. Maka dari itu, lingkungan yang bersih menjadi poin tersendiri bagi pihak orang tua dalam menilai sebuah instansi yang akan dijadikan sebuah tempat untuk anaknya dalam mengenyam ilmu pengetahuan.

Baca juga:  Kemampuan Berpikir Kritis dalam Problem Based Learning

Dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk belajar, SDN Ngaliyan melakukan langkah nyata dengan memulai dari hal terkecil seperti, menjalankan tata tertib kebersihan yang sudah ada, melaksanakan kewajiban sebagai warga kelas sesuai dalam daftar piket kebersihan yang ada. Untuk mengembangkan kepedulian dan kecintaan siswa terhadap kebersihan di lingkungan sekolah, bisa diaplikasikan melalui lomba kebersihan lingkungan seperti lomba K3 antarkelas dan berbagai kreativitas lain dalam merangkai kegiatan yang berkaitan dengan kecintaan dan kepedulian terhadap kebersihan di lingkungan sekitar dengan memanfaatkan hari-hari besar nasional seperti hari kemerdekaan dan lainnya.

Selain rangkaian kegiatan di atas, perlu diterapkan juga sekolah peduli lingkungan seperti melakukan penghematan energi dengan salah satu upayanya adalah memberi imbauan agar seluruh warga sekolah untuk menghemat energi baik itu air bersih maupun listrik berupa stiker di tempat-tempat tertentu. Mengelola sampah dengan memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Tempat sampah berwarna hijau untuk sampah-sampah organik/sampah-sampah alami seperti daun-daun, ranting pohon, sisa makanan dan lain sebagainya.

Baca juga:  Mental Training Membentuk Anak Berprestasi di Bidang Olahraga

Sampah organik akan mudah terurai juga bermanfaat untuk pembuatan pupuk kompos. Tempat sampah berwarna kuning untuk sampah anorganik. Anorganik biasanya berupa benda yang sulit terurai secara alami, seperti sampah plastik, kaleng, styrofoam, pecahan kaca, bungkus makanan dan sebagainya. Jika dibiarkan dan tidak dikelola dengan baik sampah jenis ini akan menyebabkan pencemaran lingkungan, seperti pencemaran air yang ada di sungai dan sebagainya dan juga pencemaran tanah.

Setelah semua kegiatan tersebut terlaksana, harapannya seluruh warga sekolah menjadi sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan karena kebersihan, keasrian, dan kenyamanan lingkungan sekolah, merupakan tanggung jawab bersama baik kepala sekolah, guru, staf tata usaha, karyawan maupun para siswa. Pada akhirnya, dengan lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan asri akan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif sehingga akan lahir generasi yang sehat, cerdas, berbudi dan peduli terhadap lingkungan sekitar. (gb2/ida)

Baca juga:  Pembelajaran IPS Materi Kondisi Alam Indonesia dengan Metode Jigsaw

Guru SDN Ngaliyan, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya