alexametrics

Hasil Belajar MKKA Lebih Baik dengan PBL Berbantu Video

Oleh : Alam Purwandhani Prastuti, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Agama adalah risalah yang disampaikan Allah SWT kepada Nabi sebagai petunjuk bagi manusia dan hukum-hukum sempurna. Untuk dipergunakan manusia dalam menyelenggarakan tata cara hidup yang nyata. Serta mengatur hubungan dan tanggung jawab kepada Allah SWT, kepada masyarakat, dan serta alam sekitarnya.

Pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) bertujuan membentuk kepribadian pada diri siswa yang tercermin pada tingkah laku dan pola pikirnya dalam kehidupan sehari-hari. Maka pembelajaran PAI tidak hanya membagi tanggung jawab guru PAI, tetapi dibutuhkan dukungan dari seluruh komunitas di sekolah, masyarakat, dan yang lebih penting lagi adalah orang tua.

Iman kepada Kitab Allah adalah meyakini bahwa Allah telah menurunkan beberapa kitab-Nya kepada para Rosul-Nya yang berisi aturan-aturan Allah, tentang akidah, ibadah, dan prinsip halal dan haram, dan semuanya harus dijadikan pedoman bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

Baca juga:  Tumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan melalui Pembelajaran Outdoor Study

Iman Kepada Kitab Allah merupakan rukun iman yang ketiga. Materi Mengenal Kitab-kitab Allah (MKKA) dirasa belum mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan.

Hal ini dibuktikan pada pengamatan yang dilakukan di SD Negeri 1 Muneng khususnya siswa kelas 5, ternyata minat dan hasil belajar siswa dalam materi Mengenal Kitab-kitab Allah masih kurang. Hal ini disebabkan guru belum menggunakan model serta media yang menarik.

Oleh karena itu, guru melakukan upaya untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di kelas dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu video.

Dengan menggunakan model PBL berbantu video diharapkan dapat membangkitkan minat siswa dalam materi Mengenal Kitab-kitab Allah sehingga siswa lebih aktif dan sungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran.

Baca juga:  Yuk Belajar Ketangkasan dengan Pendekatan DL dan Metode Drill

Barrett (2011: 4) menguraikan bahwa PBL merupakan pembelajaran yang dihasilkan dari suatu proses pemecahan masalah yang disajikan di awal proses pembelajaran. Siswa belajar dari masalah yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, mengorganisasi, merencana, serta memutuskan apa yang dipelajari dalam kelompok kecil.

Sedangkan menurut Boud (2010:285) PBL merupakan pendekatan pembelajaran yang mengarah pada pelibatan siswa dalam mengatasi masalah belajar dengan praktik nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Di samping itu, video merupakan salah satu jenis media audio-visual dan dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Video menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap.

Baca juga:  Pendidikan Bukan Semata Tanggung Jawab Pendidik

Langkah-langkah PBL berbantu video mengklarifikasi masalah/pemberian masalah pada siswa dengan diputarkan sebuah video pembelajaran, mengidentifikasi masalah dalam kelompok dengan bimbingan guru. Pengumpulan informasi dan data, berbagi informasi dan berdiskusi untuk memecahkan masalah, mempresentasikan hasil penyelesaian masalah, merefleksi hasil penyelesaian masalah.

Penggunaan model PBL berbantu video menjadikan pembelajaran lebih asyik dan menarik. Siswa menjadi punya pengalaman yang bermakna karena pembelajarannya berbasis masalah dalam kehidupan sehari-hari.

PBL berbantu video menghilangkan rasa jenuh dan bosan. Siswa menjadi aktif dan bersemangat dan yang tidak kalah penting hasil belajar siswa meningkat dan sesuai dengan harapan. (pm1/lis)

Guru SDN 1 Muneng, Kec. Candiroto, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya