alexametrics

Metode RPL Gairahkan Pembelajaran Sejarah Zaman Pra Aksara di Indonesia

Oleh : Siti Mukharomah S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, RENDAHNYA hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) disebabkan peserta didik menganggapnya pelajaran tersebut, khususnya sejarah sebagai pelajaran hafalan dan membosankan. Diperparah metode pembelajaran yang kurang menarik sehingga peserta didik SMPN 34 Semarang kurang bergairah mengikuti pembelajaran IPS materi pelajaran Zaman Pra Aksara di Indonesia yang merupakan materi pembelajaran kelas 7 semester 1. Pembelajaran IPS terutama sejarah penting bagi peserta didik karena dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.

Berdasarkan pada permasalahan tersebut, perlu dilakukan sebuah tindakan dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang dianggap menarik dan efektif supaya dapat meningkatkan gairah pembelajaran IPS zaman pra aksara di Indonesia.

Semakin berkembangnya dunia pendidikan menuntut guru untuk menggunakan berbagai metode dan strategi yang dapat meningkatkan kreativitas, keaktifan, serta interaksi antarsiswa dengan guru yang menjadikan pembelajaran bergeser dari teacher centered ke student centered, di mana siswa tidak hanya menjadikan guru sebagai sumber informasi tetapi bisa menggunakan media sumber belajar lain. Misalnya buku pelajaran, film dokumenter, peninggalan sejarah, lingkungan sekolah, lingkungan rumah, maupun teman sebaya.
Agar pembelajaran menjadikan siswa kreatif, imajinatif, terampil dan menggali pengetahuan peserta didik secara konkret dan mandiri. Salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah Role Play dan Simulation Learning (RPL) atau bermain peran. Dalam metode ini, keterampilan yang diasahkan ke siswa di antaranya imajinatif, kreatif, ketepatan analisis, mandiri, serta terampil dalam mendapatkan pengalaman serta membangkitkan empati antarsiswa.

Baca juga:  Penggunaan Game Edukasi Quizizz Meningkatkan Semangat Belajar di Masa Pandemi

Menurut Mulyono (2012), Role Playing adalah metode pembelajaran yang diarahkan untuk mengreasi peristiwa sejarah, peristiwa aktual, atau kejadian–kejadian yang mungkin muncul pada masa yang mendatang. Sehingga penggunaan metode Role Playing bisa menarik dan menggairahkan siswa belajar sejarah zaman pra aksara di Indonesia. Pembelajaran Role Playing dapat membantu peserta didik memahami masalah masalah pembelajaran dan memerankan watak sesuai dengan karakter yang diperankan sehingga menumbuhkan sikap saling memperhatikan orang lain.

Adapun sintak atau tahap-tahap pelaksanaan RPL sebagai berikut, 1) menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik agar peserta didik tertarik pada masalah. 2) Memilih peran. Peserta didik dan guru mendeskripsikan berbagai watak atau karakter apa yang dia kerjakan. 3) Menyusun garis besar adegan yang harus diperankan. 4) Menyiapkan pengamat yang terlibat dalam cerita yang akan dimainkan agar semua peserta didik menghayati peran yang dimainkan dan aktif mendikusikanya. 5) Pameran. 6) Diskusi dan evaluasi. 7) Membagi pengalaman dan mengambil keputusan.

Baca juga:  Belajar IPA lebih menarik dengan Kartu PIPA

Berdasarkan sintaks dalam pembelajaran, guru menyampaikan skenario yang akan ditampilkan. Siswa mempelajari skenario tersebut, kemudian guru membentuk kelompok terdiri atas lima orang dan menjelaskan kompetensi yang akan dicapai. Peserta didik yang sudah ditunjuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan. Peserta didik lain dalam kelompoknya mengamati skenario yang sedang diperagakan. Kemudian peserta didik diberi lembar kerja untuk membahas penampilan yang selesai diperagakan. Tiap kelompok menyampaikan hasil kesimpulanya. Guru menyimpulkan secara umum.

Berdasarkan paparan di atas penerapan metode pembelajaran RPL di SMP Negeri 34 Semarang menggairahkan siswa belajar sejarah zaman pra aksara di Indonesia dengan memperagakan skenario tokoh peserta didik semakin bergairah, aktif berdiskusi, bersosialisasi dalam menyelesaikan tugas sehingga nilai peserta didik meningkat secara optimal. (ipa2/ida)

Baca juga:  Belajar Matematika dengan Bermain Kabil Itu Menyenangkan

Guru IPS SMPN 34 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya